- Get link
- X
- Other Apps
Persembahan pada waktu pentahbisan Kemah Suci
1, Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu,
2, maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu.
3, Sebagai persembahan dibawa mereka ke hadapan TUHAN: enam kereta beratap dengan dua belas ekor lembu; satu kereta untuk dua orang pemimpin dan satu ekor lembu untuk satu orang pemimpin, lalu mereka membawa semuanya itu ke depan Kemah Suci.
4, Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
5, "Terimalah semuanya itu dari mereka, supaya dipergunakan untuk pekerjaan pada Kemah Pertemuan; berikanlah semuanya itu kepada orang Lewi, sesuai dengan keperluan pekerjaan masing-masing."
6, Lalu Musa menerima kereta-kereta dan lembu-lembu itu dan memberikannya kepada orang Lewi;
7, dua kereta dengan empat ekor lembu diberikannya kepada bani Gerson, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka,
8, dan empat kereta dengan delapan ekor lembu diberikannya kepada bani Merari, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun itu.
9, Tetapi kepada bani Kehat tidak diberikannya apa-apa, karena pekerjaan mereka ialah mengurus barang-barang kudus, yang harus diangkat di atas bahunya.
10, Lagi para pemimpin mempersembahkan persembahan pentahbisan mezbah, pada hari mezbah itu diurapi; para pemimpin membawa persembahan mereka ke depan mezbah itu.
11, TUHAN berfirman kepada Musa: "Satu pemimpin setiap hari haruslah mempersembahkan persembahannya untuk mentahbiskan mezbah itu."
12, Yang mempersembahkan persembahannya pada hari pertama ialah Nahason bin Aminadab, dari suku Yehuda.
13, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
14, satu cawan sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
15, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
16, seekor kambing jantan, untuk korban penghapus dosa;
17, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Nahason bin Aminadab.
18, Pada hari kedua Netaneel bin Zuar, pemimpin suku Isakhar, mempersembahkan persembahan.
19, Sebagai persembahannya dipersembahkannya satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
20, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
21, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
22, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
23, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Netaneel bin Zuar.
24, Pada hari ketiga: pemimpin bani Zebulon, Eliab bin Helon.
25, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
26, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
27, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
28, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
29, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Eliab bin Helon.
30, Pada hari keempat: pemimpin bani Ruben, Elizur bin Syedeur .
31, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
32, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
33, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
34, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
35, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Elizur bin Syedeur.
36, Pada hari kelima: pemimpin bani Simeon, Selumiel bin Zurisyadai.
37, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
38, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
39, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
40, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
41, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Selumiel bin Zurisyadai.
42, Pada hari keenam: pemimpin bani Gad, Elyasaf bin Rehuel.
43, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
44, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
45, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
46, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
47, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Elyasaf bin Rehuel.
48, Pada hari ketujuh: pemimpin bani Efraim, Elisama bin Amihud.
49, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
50, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
51, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
52, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
53, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Elisama bin Amihud.
54, Pada hari kedelapan: pemimpin bani Manasye, Gamaliel bin Pedazur.
55, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
56, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
57, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
58, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
59, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Gamaliel bin Pedazur.
60, Pada hari kesembilan: pemimpin bani Benyamin, Abidan bin Gideoni.
61, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
62, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
63, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
64, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
65, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Abidan bin Gideoni.
66, Pada hari kesepuluh: pemimpin bani Dan, Ahiezer bin Amisyadai.
67, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
68, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
69, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
70, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
71, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Ahiezer bin Amisyadai.
72, Pada hari kesebelas: pemimpin bani Asyer, Pagiel bin Okhran.
73, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
74, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
75, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
76, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
77, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Pagiel bin Okhran.
78, Pada hari kedua belas: pemimpin bani Naftali, Ahira bin Enan.
79, Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian;
80, satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan;
81, seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran;
82, seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa;
83, dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Ahira bin Enan.
84, Itulah persembahan pentahbisan mezbah pada hari mezbah itu diurapi, dari pihak para pemimpin Israel, yaitu dua belas pinggan perak, dua belas bokor penyiraman dari perak, dua belas cawan emas.
85, Beratnya tiap-tiap pinggan adalah seratus tiga puluh syikal perak, dan beratnya tiap-tiap bokor penyiraman adalah tujuh puluh syikal; segala perak perkakas-perkakas itu ada dua ribu empat ratus syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus.
86, Selanjutnya dua belas cawan emas berisi ukupan, tiap-tiap cawan sepuluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus; segala emas cawan itu ada seratus dua puluh syikal beratnya.
87, Segala hewan untuk korban bakaran itu ialah dua belas ekor lembu jantan, dua belas ekor domba jantan, dua belas ekor domba berumur setahun, dengan korban sajiannya; juga dua belas ekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa.
88, Segala hewan korban keselamatan itu ialah dua puluh empat ekor lembu jantan, enam puluh ekor domba jantan, enam puluh ekor kambing jantan, enam puluh ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan pentahbisan mezbah, sesudah mezbah itu diurapi.
89, Apabila Musa masuk ke dalam Kemah Pertemuan untuk berbicara dengan Dia, maka ia mendengar suara yang berfirman kepadanya dari atas tutup pendamaian, yang di atas tabut hukum Allah, dari antara kedua kerub itu; demikianlah Ia berfirman kepadanya.
© Renungkanlah
Guys, pernah menghadiri peresmian gedung gereja ga? Biasanya sih semua unsur ibadah tertata rapi, dekorasi terbaik disiapkan, dan ada satu hal yang tidak pernah absen: persembahan. Hari itu rasanya persembahan maknanya jadi beda gitu, kita memberi persembahan sebagai bentuk—kerinduan untuk menyenangkan Tuhan dan mengalami hadirat-Nya.
Nah guys, tepat setelah berkat imam di Bilangan 6—“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau…”—kita dibawa masuk ke dalam pasal 7, salah satu pasal terpanjang dalam seluruh Alkitab. Ada beberapa pengulangan yang tampak monoton, namun kita juga bisa melihat irama kasih, ketaatan, dan pengakuan kolektif bahwa umat Allah hanya bisa hidup jika Allah hadir dan memberkati. Itulah sebabnya mereka mempersembahkan yang terbaik karena mereka tahu: di tempat Allah berdiam, di situlah hidup mendapatkan maknanya.
Dua belas suku membawa persembahan yang sama besar. Tidak ada suku kecil yang diberi alasan untuk memberi lebih sedikit. Tidak ada suku besar yang dituntut lebih banyak. Semua sama. Semua setara. Semua penting. Ini menunjukkan di hadapan Allah, nilai kita tidak ditentukan oleh banyaknya yang kita punya, tetapi oleh kesediaan kita untuk menyerahkan hati dan hidup kita.
Renungan hari ini mengajak kita untuk merenungkan: Apa artinya mempersembahkan sesuatu kepada Allah? Mengapa setiap detil dan pengulangan dalam Bilangan 7 begitu penting? Dan bagaimana semua itu berakar pada janji-Nya untuk memberkati dan menyertai umat-Nya (Bil. 6:22–27)?
Aku mengajak kamu masuk dalam sebuah suasana di Bilangan 7 ini. Bayangin Kemah Suci akhirnya selesai dibangun. Matahari padang gurun menyinari kain-kain halus yang tergantung, emas pada perkakas memantulkan kilau cahaya, dan aroma minyak urapan masih segar di udara. Musa, sang pemimpin yang sudah tua itu, mengurapi mezbah dengan tangan gemetar, karena gentar akan kekudusan. Kemah itu bukan sekadar tenda megah namun tempat pertemuan antara Allah dan umat-Nya. Dan pada hari itu, umat mulai memberikan respons mereka.
Bilangan 7 membuka dengan parade persembahan yang tampak membosankan—dua belas daftar yang diulang dengan sedikit variasi. Wait guys, Struktur yang repetitif ini bukanlah kebetulan sastra atau pengisi halaman. Itu adalah liturgi kesetiaan. Yup Liturgi Kesetiaan. Sebuah kredo hidup dari bangsa yang berkata, “Kami semua bertanggung jawab. Kami semua satu tubuh.”
Ayat 1–9 menunjukkan bahwa segala sesuatu dimulai dari Musa yang menyucikan Kemah Suci, lalu Tuhan menetapkan bahwa umat membawa persembahan mereka. Persembahan awal berupa kereta dan lembu dibagikan kepada kaum Lewi sesuai tanggung jawab mereka. Gerson dan Merari diberi kereta karena mereka memikul bagian yang bisa diangkut, tetapi Kehat tidak diberi satu pun karena mereka mengangkat benda kudus di atas bahu mereka. Ini bukan ketidakadilan, melainkan pengingat akan kekudusan: semakin kudus tugasmu, semakin besar kedekatan fisik dan pribadi yang Tuhan minta darimu.
Ayat 10–83, kita melihat dua belas suku, satu per satu, membawa persembahan yang sama persis: pinggan perak 130 syikal, bokor perak 70 syikal, sendok emas 10 syikal, dan 21 hewan kurban. Pengulangan ini menciptakan kesan liturgis—ada keindahan dan kekuatan dalam keseragaman ini. Ini bukan tentang kreativitas perseorangan, tetapi tentang solidaritas umat. Tuhan tidak meminta yang paling kreatif atau yang paling besar. Tuhan meminta kesetiaan yang setara. Suku terkecil tidak memberi lebih sedikit, dan yang terbesar tidak memberi lebih banyak. Karena semua bagian tubuh memiliki peran, dan setiap bagian harus turut ambil bagian dalam pemeliharaan Kemah-Nya.
Bagian ini secara naratif menyiapkan Israel untuk tahap berikutnya dalam perjalanan padang gurun—pembangunan komunitas yang berdasar pada ibadah dan pengorbanan bersama. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan iman tanpa terlebih dahulu menyatukan hati dalam penyembahan yang kolektif.
Bayangin guys, Selama dua belas hari berturut-turut, umat Israel berkumpul untuk melihat satu demi satu pemimpin suku mereka membawa persembahan. Hari demi hari, persembahan yang “sama”—tetapi tidak pernah hambar. Tidak membosankan. Karena setiap hari, itu adalah suku mereka yang mempersembahkan. Itu adalah nama mereka yang disebut. Di balik setiap angka dan syikal, ada air mata, harapan, dan rasa syukur dari sekelompok orang yang baru dibebaskan dari perbudakan, kini berdiri di hadapan Allah yang kudus dan berkata: “Terimalah bagian kami, ya Tuhan.”
Bilangan 7 mengajarkan bahwa dalam hal ibadah dan pengorbanan kepada Allah, yang penting bukanlah keunikan kita, tetapi kesetiaan dan kesatuan kita. Wah keren sih
Dalam catatan panjang persembahan pentahbisan mezbah, kita melihat umat Allah memberi dengan taat, merata, dan melimpah—tanda hormat dan kesatuan dalam menyembah. Namun hanya Musa yang bisa masuk dan mendengar suara Tuhan dari atas tutup pendamaian. Itu mengingatkan kita bahwa kedekatan dengan Allah hanya mungkin lewat pendamaian.
Tuhan Yesus Kristus adalah penggenapan dari semua ini. Ia bukan hanya membawa persembahan, tetapi menjadi korban penghapus dosa, korban bakaran, dan korban keselamatan kita. Ia adalah Tutup Pendamaian sejati—melalui darah-Nya, kita semua kini dapat mendekat kepada Allah. Di dalam Kristus, kita diundang bukan hanya memberi, tapi juga menjadi persembahan hidup yang berkenan bagi-Nya.
© Refleksikanlah
Jadi kalau hari ini kamu merasa hidupmu kecil, persembahanmu sederhana, waktumu terbatas—jangan remehkan. Tuhan menghargai setiap persembahan hati yang sungguh. Bahkan ketika kamu memberikan hidupmu sehari demi sehari, melayani, mendoakan, memaafkan, bekerja dengan integritas—itu semua bagian dari penyucian mezbah di hatimu sendiri. Dan dari sanalah, damai sejahtera mengalir.
Yuk bersyukur.
Bersyukur karena kita punya tempat di keluarga Allah.
Bersyukur karena Tuhan Yesus sudah menjadi korban sempurna bagi kita.
Dan bersyukur karena sekarang... kita bisa mendengar suara Tuhan, di tengah hidup yang biasa, lewat hati yang berserah.
Yuk bisa yuk!
Kita persembahkan hidup kita hari ini karena persembahan hati kita sudah diterima oleh-Nya.
© Pertanyaan Reflektif
Apa yang bisa kamu pelajari tentang karakter Allah dari pasal ini?
Bagaimana kamu bisa memberi dengan murah hati dan teratur seperti para pemimpin Israel?
Apa bentuk "persembahan" yang bisa kamu bawa kepada Tuhan hari ini?
Apakah ada area hidupmu yang Tuhan ingin kamu "kuduskan ulang" seperti mezbah?
Bagaimana kamu mendengar suara Tuhan hari ini, seperti Musa di Kemah Pertemuan?
Apa arti ibadah bagimu setelah membaca pasal ini?
© Berdoalah sesuai Firman
Ya TUHAN, Allah yang kudus dan setia,
Hari ini aku merenungkan betapa Dikau menginginkan umat-Mu datang kepada-Mu dengan hati yang rela, dengan persembahan yang sungguh, dan dengan semangat kesetiaan bersama. Terima kasih karena Dikau bukan hanya Allah yang bersemayam di antara kerub, tetapi juga Allah yang berbicara kepada umat-Mu dari atas tutup pendamaian—Allah yang dekat.
Ajarku, ya Tuhan, untuk membawa hidupku sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada-Mu, bukan karena jumlah atau besarnya, tapi karena hati yang taat dan penuh kasih. Seperti setiap suku membawa bagian mereka dengan kesetaraan dan ketekunan, tolong aku juga untuk setia dalam bagianku, tidak lalai, tidak menunda, tidak menahan.
Tuhan, bentuklah aku menjadi pribadi yang murah hati dan siap sedia bagi pekerjaan-Mu. Kuduskanlah mezbah hidupku kembali—pikiran, niat, relasi, pekerjaan, dan pelayanan.
Dan ketika aku masuk ke hadirat-Mu dalam doa dan penyembahan, seperti Musa masuk ke Kemah Pertemuan, biarlah aku juga mendengar suara-Mu: suara kasih, suara pengampunan, suara damai yang telah Engkau nyatakan sempurna di dalam Yesus Kristus, Penutup Pendamaian kami.
Dalam nama Yesus Sang Mesias, aku berdoa. Amin.
Tetap semangat, teman-teman. Tuhan Yesus menyertai kamu!
#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu #SaTeBilangan
– RL | Soli Deo Gloria
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment