- Get link
- X
- Other Apps
© Bilangan 21: 1-3
Peperangan dekat Horma
1, Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb, mendengar, bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan dari pada mereka.
2, Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa."
3, TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Horma.
© Renungkanlah
Hello Guys. Setelah masa duka karena kematian Harun dan tiga puluh hari berkabung, Life must go on karena itu bangsa Israel kembali melanjutkan perjalanan dari Gunung Hor. Mereka berjalan memutar, mengelilingi tanah Edom, lewat rute tandus yang disebut Jalan Orang-Orang Atarim. Capek, haus, sedih, tapi mereka harus terus maju.
Namun, kabar perjalanan itu terdengar oleh Raja Arad, penguasa orang Kanaan di bagian selatan Tanah Negeb. Dengan cepat, ia melancarkan serangan terhadap Israel dan bahkan berhasil menawan beberapa orang dari mereka. Bayangin deh, di tengah perjalanan panjang dan duka yang belum pulih, tiba-tiba mereka diserang dan kehilangan rekan-rekan mereka. Secara manusiawi, mereka bisa aja panik, marah, bahkan menyalahkan Tuhan seperti yang dulu-dulu kerap mereka lakukan. Tapi kali ini... mereka berbeda, udah bertumbuh guys.
Mereka bernazar kepada Tuhan, sebuah komitmen iman:
“Jika Engkau menyerahkan bangsa ini ke dalam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa.”
Doa ini menjadi tanda bahwa Israel mulai belajar: kemenangan sejati didapat dengan cara penyerahan diri pada Tuhan.
Tuhan mendengar guys. Ia menjawab. Ia memberi kemenangan total.
Tempat yang dulu bernama Horma yang pernah menjadi lokasi kekalahan memalukan mereka di masa lalu (Bil. 14:45), kini berubah menjadi tanda kemenangan. Dari tempat aib menjadi tempat anugerah. Dari tempat kutuk menjadi tempat berkat. Tuhan membalikkan cerita.
Di titik ini, Israel belajar satu hal besar: Tanpa Tuhan, mereka kalah.
Tapi bersama Tuhan, bahkan luka lama bisa dipulihkan.
Kemenangan di Horma adalah bayangan dari kemenangan yang lebih besar di salib. Di Horma, Israel berseru, dan Tuhan turun tangan. Di Golgota, Kristus sendiri turun tangan untuk kita, bukan melawan orang Kanaan, tapi melawan dosa dan maut.
Yesus adalah Pemimpin sejati Israel yang tidak hanya memimpin peperangan jasmani, tetapi menaklukkan musuh yang paling menakutkan yakni dosa yang memperbudak manusia.
Ketika Israel bernazar dan Tuhan mendengar, itu mengingatkan kita bahwa di kayu salib, Yesus juga bernazar: “Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang jadi.”
Dan karena ketaatan-Nya, kita , yang dulu tawanan dosa, kini dimerdekakan dan telah menjadi milik Kristus penebus ktia.
Horma lama adalah lambang kehancuran.
Horma baru di dalam Kristus adalah lambang penebusan.
Kekalahan berubah menjadi kemenangan, karena Kristus hadir di tengah medan perang hidup kita.
© Refleksikanlah
Hidup, pada banyak titiknya, memang terasa seperti perjalanan panjang di padang gurun, melelahkan, panas, membingungkan arah. Ada masa ketika kita merasa diserang dari segala sisi: tekanan keluarga yang berat, pekerjaan dengan tuntutan silih berganti, luka masa lalu yang belum sembuh, atau pergumulan iman yang terasa gak ada ujungnya. Kita bertanya, “Tuhan, apakah Dikau masih di sana?” Namun seolah Tuhan diam. Dan di tengah diam itu, kita tergoda untuk mengandalkan kekuatan sendiri, bereaksi cepat, mengambil alih kendali, atau bahkan berjuang tanpa berdoa.
Tetapi kisah Israel di Horma mengajarkan sesuatu yang indah. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mereka tidak merespons ancaman dengan keluhan, tetapi dengan doa. Mereka tidak menyalahkan Tuhan, tetapi datang kepada-Nya dengan nazar dan penyerahan. Mereka akhirnya tahu, hanya Tuhan yang dapat memberi kemenangan. Di tempat di mana dulu mereka kalah karena ketidaktaatan (Bil. 14:45), kini mereka mengalami kemenangan karena ketaatan. Horma yang dulu menjadi simbol aib kini menjadi tanda anugerah.
Kisah ini seperti cermin bagi kita. Mungkin kamu juga punya “Horma” dalam hidupmu, tempat di mana kamu pernah gagal, jatuh, atau menyerah. Bisa jadi itu area dosa yang terus berulang, relasi yang pernah hancur, atau mimpi yang kandas di tengah jalan. Namun Tuhan sanggup membalikkan cerita itu. Tempat luka bisa menjadi tempat mujizat ketika kita kembali berserah kepada-Nya.
Jadi, ketika hari ini kamu merasa “diserang”, oleh situasi, rasa takut, atau kekecewaan, berhentilah sejenak. Jangan melawan dengan kekuatan sendiri. Datanglah kepada Tuhan yang sama, yang pernah mengubah kekalahan Israel menjadi kemenangan. Dia sanggup memulihkan “Horma”-mu dan menjadikannya monumen kasih karunia yang baru.
© Pertanyaan Reflektif
1. 1. Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah melalui kemenangan di Horma?
2. 2. Apa perbedaan respons bangsa Israel kali ini dibanding waktu mereka kalah di tempat yang sama?
3. Adakah “Horma” dalam hidupmu, area di mana kamu pernah gagal tapi Tuhan mau ubah jadi kemenangan?
4. Dalam hal apa kamu perlu belajar untuk lebih dulu datang kepada Tuhan, bukan pada kekuatan sendiri?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Engkau mendengar ketika kami berseru.
Ajar aku untuk datang pada-Mu, saat hidupku banyak keluhan, tapi dengan iman yang percaya bahwa Engkaulah sumber kemenangan.
Pulihkan setiap “Horma” dalam hidupku, ubah kekalahanku menjadi kesaksian tentang kuasa-Mu.
Dalam nama Yesus, Sang Pemenang sejati, aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment