Bilangan 27: 1-12

 © Bacaan Alkitab:  Bilangan 27: 1-12

Hak waris bagi anak-anak perempuan

1, Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad  bin Hefer  bin Gilead  bin Makhir   bin Manasye dari kaum Manasye bin Yusuf--nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza--
2, dan berdiri di depan Musa  dan imam Eleazar, dan di depan para pemimpin  dan segenap umat itu dekat pintu Kemah Pertemuan,  serta berkata:
3, "Ayah kami telah mati di padang gurun,  walaupun ia tidak termasuk ke dalam kumpulan yang bersepakat melawan TUHAN,  ke dalam kumpulan Korah, tetapi ia telah mati karena dosanya sendiri, dan ia tidak mempunyai anak laki-laki.  
4, Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami."
5, Lalu Musa menyampaikan perkara  mereka itu ke hadapan TUHAN.  
6, Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
7, "Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya.
8, Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan.
9, Apabila ia tidak mempunyai anak perempuan, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudaranya yang laki-laki.
10, Dan apabila ia tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudara lelaki ayahnya.
11, Dan apabila ayahnya tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada kerabatnya yang terdekat dari antara kaumnya, supaya dimilikinya." Itulah yang harus menjadi ketetapan  hukum bagi orang Israel, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

 "Renungkanlah

Hello guys. Semangat buat tahun yang baru ya ✨
Yang capek dikuatkan, yang sakit disembuhkan, yang galau dipeluk Tuhan, dan yang lagi bingung jalan hidupnya—ingat satu hal: Tuhan tetap hadir di setiap musim hidup kita.  Amin
Kita selalu punya pilihan: mau bersandar pada kemampuan sendiri, atau berjalan dalam pimpinan Tuhan yang memberi damai sejahtera.  Dan satu lagi guys, doaku menyertai kalian. Semangattt 🔥 Yuk kita langsung SaTe ya

Ay. 1–2, Dari Daftar sensus yang panjang, tiba-tiba muncul lima nama perempuan: Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza.

Di budaya patriarkal yang keras, ini bukan hal biasa. Mereka bukan datang sambil marah-marah, tapi berdiri di pintu Kemah Pertemuan—tempat kehadiran Allah.

Ini bukan sekadar soal tanah.
Ini merupakan persoalan nama, identitas, dan keberlanjutan keluarga.
Mereka datang bukan untuk melawan Tuhan, but mereka tuh percaya pada janji Tuhan tentang tanah perjanjian.  Imannya sih mantap ya guys, mereka percaya, someday, dalam waktu-Nya Tuhan, bangsa Israel beneran akan memasuki tanah perjanjian.

Ay. 3–4,  Mereka menjelaskan posisi ayah mereka.  Zelafehad tidak ikut pemberontakan Korah.  Ia mati sebagai bagian dari generasi yang gagal percaya sepenuhnya, tapi bukan pemberontak terhadap Tuhan.

Masalahnya satu:
👉 Ia tidak punya anak laki-laki.

Pertanyaan mereka tajam tapi penuh iman:

“Mengapa nama ayah kami harus dihapus hanya karena ia tidak mempunyai anak laki-laki?”

Pertanyaan mereka saat itu sekaligus jeritan iman:
“Tuhan, apakah keadilan-Mu juga berlaku bagi kami?”

Ay. 5, Respon Musa itu keren banget. Beliau gak sok bijak, gak ambil keputusan sepihak, gak berlindung di balik otoritasnya.

“Lalu Musa menyampaikan perkara mereka itu ke hadapan TUHAN.”

Pemimpin sejati tahu kapan harus bicara, dan kapan harus diam dan membawa masalah ke hadapan Allah.

Ay. 6–7 Dan Tuhan menjawab dengan kalimat yang powerful:

“Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar.”

WOW.   Tuhan gak bilang: “Sudah aturannya begitu.”  Tuhan mendengarkan guys.

Allah yang sama yang menetapkan hukum, juga Allah yang adil dan penuh belas kasih.
Beliau memerintahkan agar hak waris ayah mereka dipindahkan kepada mereka.

Ini bukan pembatalan hukum Taurat ya guys, Ini pendalaman makna keadilan Allah.

Ay. 8–11 , Lalu Tuhan menetapkan prinsip hukum yang lebih luas:

Jika tidak ada anak laki-laki → anak perempuan
Jika tidak ada anak perempuan → saudara laki-laki
Jika tidak ada → paman
Jika tidak ada → kerabat terdekat

Kenapa sedetail itu?  Karena bagi Tuhan, nama, keluarga, dan identitas umat-Nya penting.
Tidak ada yang “dianggap hilang” hanya karena sistem.

Allah menjaga agar tanah tetap di dalam komunitas perjanjian, dan nama tidak lenyap dari sejarah umat-Nya.

Kisah ini mengarah ke Kristus. Yesus Kristus datang sebagai Anak Tunggal, yang justru membuka jalan supaya kita semua—laki-laki dan perempuan—menjadi ahli waris Kerajaan Allah.

Di dalam Kristus:
➡️ warisan tidak lagi ditentukan oleh gender
➡️ identitas tidak ditentukan oleh status
➡️ nama kita dicatat bukan di sensus manusia, tapi di Kitab Kehidupan

Apa yang diperjuangkan putri-putri Zelafehad—hak untuk tetap menjadi bagian dari umat Allah—digenapi sepenuhnya di dalam Yesus.

  

© Refleksikanlah

Guys, kisah ini ngajarin kita satu hal penting:
Allah gak tuli terhadap suara orang-orang yang terpinggirkan

Mungkin kamu pernah merasa:
– gak dianggap
– gak punya posisi
– gak punya “hak bicara”
– atau takut namamu “hilang” dalam hidup ini

Well. lewat sate ini kita jadi keinfo:
👉 Tuhan mengenal namamu.
👉 Tuhan peduli pada ceritamu.
👉 Tuhan adil, dan Ia memimpin umat-Nya dengan kasih.

Datanglah kepada Tuhan. Sampaikan keluh kesahmu.
Minta pimpinan-Nya. Dia bukan cuma mendengar—Dia bertindak.

© Pertanyaan Reflektif

Apa yang kisah ini ajarkan tentang karakter Allah?

Pernahkah kamu merasa hakmu diabaikan atau suaramu tidak didengar?

Dalam hal apa hari ini kamu perlu datang kepada Tuhan dan berkata dengan jujur seperti putri-putri Zelafehad?

Bagaimana pengalamanmu melihat Tuhan menjawab persoalan hidupmu—langsung atau melalui proses?

© Berdoalah sesuai Firman

Tuhan, ajarku untuk datang kepada-Mu dengan iman dan kejujuran. Ketika aku merasa tidak dianggap, ingatkan aku bahwa Engkau mengenal namaku.  Pimpin aku memilih jalan-Mu, karena aku percaya Engkau adil dan mengasihiku.
Amin.


#Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

Comments