© Imamat 10: 8-11

Larangan tentang minuman keras bagi imam yang menyelenggarakan kebaktian

8, TUHAN berfirman kepada Harun:
9, "Janganlah engkau minum anggur  atau minuman keras,  engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun.


10, Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis, 
11, dan haruslah kamu dapat mengajarkan kepada orang Israel segala ketetapan yang telah difirmankan TUHAN kepada mereka dengan perantaraan Musa."

 

© Renungkanlah 

Hello guys, Yuk kita SaTe.  Kemarin kita udah baca peristiwa yang shocking banget ya, ada dampak langsung dari pelanggaran atau ketidaktaatan.  Nah paska peristiwa itu, Tuhan Allah YHWH dengan murah hati mau kasih tau sekali lagi bagaimana sih seharusnya cara hidup para Imam saat mereka bertugas.  So ay 8-11 ini adalah tentang YHWH yang berbicara secara langsung kepada Harun.

Menurut Ay 8-11, YHWH berbicara kepada Harun secara langsung (lih. Kel. 4:27; Bil. 18:1, 8), biasanya berbicara melalui perantaraan Musa seperti yang Ia lakukan di tempat lain (lih. 9:2, 7; 10:3, 6, 12, 16) sekarang langsung ke Harun sendiri. Isi pesan YHWH berkaitan dengan minum alkohol, khususnya anggur. Anggur  adalah minuman beralkohol yang umum di daerah tersebut yang terbuat dari buah anggur; hal ini berbeda dengan negara asal Abram, yaitu Mesopotamia, di mana bir adalah minuman yang umum. Semua minuman beralkohol dilarang di sini, karena larangan ini juga mencakup istilah yang lebih umum untuk minuman keras.

Pembahasan ini terkait dengan perikop sebelumnya tentang ancaman kematian (10:6). Mungkin pencantumannya di sini menunjukkan bahwa Nadab dan Abihu sedang mabuk ketika mereka berbuat dosa, tetapi hal ini tidak disebutkan dalam perikop ini. Intinya mah gak boleh konsumsi alkohol sebelum melayani di hadapan Tuhan. Ini bukanlah larangan yang bersifat umum dan menyeluruh terhadap konsumsi alkohol bagi para imam. Ini lebih tepatnya menjelaskan aspek spesifik dari pelayanan keimaman, yaitu kemampuan untuk membedakan antara elemen-elemen atau kategori-kategori yang berbeda (Kej. 1:4; Kel. 26:33).  Kalian masih ingetkah semua perabot dan tatacara penggunaannya yang udah kita bahas di perikop sebelumnya?  Lupa kan?? Kita dalam keadaan sadar aja lupa ya.  Well mungkin kalau itu udah jadi kebiasaan sehari-hari, simultan lama-lama inget, fungsi dan kegunaan sesuai aturannya.  Tapi waktu itu mereka kan baru ya.  Dalam keadaan sadar aja susah ya guys, apalagi mabok anggur, bisa-bisa keliru semua gawat dah. Karena para imam ini harus ngerti banget membedakan antara yang kudus dan yang biasa, kalau mabok sih heumm bisa blunder ga sih. Kemampuan untuk membedakan jadi susah.  Padahal ada banyak perabot dengan fungsi berbeda ini ya supaya bangsa Israel belajar aturan main ibadah.  Para Imam bahkan harus next level dari umat, mereka bukan hanya harus tau tapi harus mengajarkan kepada umat tata cara ibadah termasuk semua perabot dan tata cara penggunaannya, heuum. Ketika mabuk, penilaian seseorang menjadi kabur, dan jika penilaian itu melibatkan sifat dasar dari apa yang pantas untuk kebaktian dan apa yang tidak pantas, maka bencana dapat terjadi (lih. Yes. 28:7). Kurangnya ketajaman ini, entah disebabkan oleh alkohol atau tidak, menyebabkan kematian Nadab dan Abihu. Mungkin juga ada unsur praktik keagamaan kafir yang dikutuk di sini.

Yahweh kemudian memberi tahu Harun bahwa tugas para imam untuk mengajarkan Taurat Musa kepada seluruh Israel (10:11; bdk. Ul. 17:10-11; 24:8; 2 Raj. 12:2; Yeh. 44:23). Hukum Taurat tidak hanya untuk kepentingan mereka sebagai imam, tetapi dipercayakan kepada mereka untuk disampaikan kepada umat, yang merupakan pendengar utama wahyu Allah.  Karena itu harus menjaga kondisi supaya gak salah belajar dan ngajarin orang.  

© Refleksikanlah

Hi guys, Tuhan dalam perikop ini adalah pribadi yang murah hati yang mau menyatakan diri dan menyatakan apa yang dikehendaki-Nya sama Harun juga.  Biasanya lewat perantaraan Musa, sekarang langsung ke Harun.  Tuhan kasih tau peran penting para Imam, yaitu tau aturan main ibadah, semua perabot.  Tau tentang taurat dan mengajarkan kepada umat.  Karena tugas penting itu, diperlukan kesadaran 100% karena itu gak boleh konsumsi minuman keras yang beresiko mengurangi kesadarannya.

Yuk kita belajar untuk menjaga diri saat beribadah kepada Tuhan supaya kita dapet banget apa yang TUHAN mau dan yang tidak DIA mau untuk kita lakukan dan kita bisa memenuhinya.  Well, hari gini, kesadaran kita bisa berkurang prosentasenya itu bukan hanya karena minuman keras ya guys.  Bisa aja kurang tidur, jadi pas di Gereja atau pas sate, atau pas Dyf intinya pas denger Firman atau pas relasi pribadi sama Tuhan kayak melamun gitu lho, gak ngerti samsek, akhirnya dalam kehidupan hari itu, boro boro bisa menerapkan, tau aja nggak heumm.  Selain itu ya konsentrasi gak sepenuhnya ke TUHAN sih, kayak masih ke pekerjaan, masih ke hal hal pribadi kita kayak misalnya tugas kuliah, sama gebetan, dll keresahan dan kegelisahan hidup.  Jadi guys, buat kita yang gak minum minuman keras kayak aku nih, jangan seneng dulu dan menganggap udah bebas dari tantangan ini, ada tantangan lain untuk tetep FOKUS pada relasi sama TUHAN, itu yang perlu kita jaga. Yuk bisa Yuk!!

© Pertanyaan Reflektif

Apa yang kamu pelajari tentang ALLAH hari ini?  

Menurutmu gimana caranya kita yang hidup dizaman ini bisa FOKUS 100% beribadah sama TUHAN aka gak ada gangguan pikiran-pikiran lain saat berinteraksi sama TUHAN?

© Berdoalah sesuai Firman

Tuhan tolong aku untuk bisa menjaga diri, dan wasdapa terhadap gangguan FOKUS pada kehendakMU amin

Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

Comments