- Get link
- X
- Other Apps
- Get link
- X
- Other Apps
Kudusnya kebaktian korban
1, TUHAN berfirman kepada Musa:
2, "Katakanlah kepada Harun dan anak-anaknya, supaya mereka berlaku hati-hati terhadap persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi-Ku, agar jangan mereka melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus; Akulah TUHAN.
3, Katakanlah kepada mereka: Setiap orang di antara kamu turun-temurun, yakni dari antara segala keturunanmu yang datang mendekat kepada persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi TUHAN, sedang ia dalam keadaan najis, maka orang itu akan dilenyapkan dari hadapan-Ku; Akulah TUHAN.
4, Seseorang dari keturunan Harun yang sakit kusta atau yang mengeluarkan lelehan, janganlah memakan persembahan-persembahan kudus, sebelum ia menjadi tahir; dan orang yang kena kepada sesuatu yang najis karena orang mati atau orang yang tertumpah maninya
5, atau orang yang kena kepada seekor binatang yang merayap yang menajiskan dia atau kepada salah seorang manusia yang menajiskan dia, dengan kenajisan apapun ia menjadi najis,
6, orang yang kena kepada yang demikian itu menjadi najis sampai matahari terbenam dan janganlah ia makan dari persembahan-persembahan kudus, sebelum ia membasuh tubuhnya dengan air.
7, Sesudah matahari terbenam, barulah ia menjadi tahir dan sesudah itu bolehlah ia makan dari persembahan-persembahan kudus itu, karena itulah yang menjadi makanannya.
8, Janganlah ia makan bangkai atau sisa mangsa binatang buas, supaya jangan ia menjadi najis karenanya; Akulah TUHAN.
9, Dan mereka harus tetap berpegang pada kewajibannya terhadap Aku, supaya dalam hal itu jangan mereka mendatangkan dosa kepada dirinya dan mati oleh karenanya, karena mereka telah melanggar kekudusan kewajiban itu; Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.
10, Setiap orang awam janganlah memakan persembahan kudus; demikian juga pendatang yang tinggal pada imam ataupun orang upahan.
11, Tetapi apabila seseorang telah dibeli oleh imam dengan uangnya menjadi budak beliannya, maka orang itu boleh turut memakannya, demikian juga mereka yang lahir di rumahnya.
12, Apabila anak perempuan imam bersuamikan orang awam, janganlah ia makan persembahan khusus dari persembahan-persembahan kudus.
13, Tetapi apabila perempuan itu menjadi janda atau diceraikan, dan ia tidak mempunyai anak, dan telah kembali ke rumah ayahnya seperti waktu ia masih gadis, maka ia boleh makan dari makanan ayahnya; tetapi setiap orang awam janganlah memakannya.
14, Apabila seseorang dengan tidak sengaja memakan persembahan kudus, ia harus memberi gantinya kepada imam dengan menambah seperlima.
15, Janganlah pada imam melanggar kekudusan persembahan-persembahan kudus orang Israel yang telah dikhususkan bagi TUHAN,
16, karena dengan demikian mereka mendatangkan kepada orang Israel kesalahan yang harus ditebus, apabila mereka memakan persembahan-persembahan kudus mereka, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka."
17, TUHAN berfirman kepada Musa:
18, "Berbicaralah kepada Harun serta anak-anaknya dan kepada semua orang Israel dan katakan kepada mereka: Siapapun dari umat Israel dan dari orang asing di antara orang Israel yang mempersembahkan persembahannya, baik berupa sesuatu persembahan nazar maupun berupa sesuatu persembahan sukarela, yang hendak dipersembahkan mereka kepada TUHAN sebagai korban bakaran,
19, maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing.
20, Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.
21, Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikitpun.
22, Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.
23, Tetapi seekor lembu atau domba yang terlalu panjang atau terlalu pendek anggotanya bolehlah kaupersembahkan sebagai korban sukarela, tetapi sebagai korban nazar TUHAN tidak akan berkenan akan binatang itu.
24, Tetapi binatang yang buah pelirnya terjepit, ditumbuk, direnggut atau dikerat, janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN; janganlah kamu berbuat demikian di negerimu.
25, Juga dari tangan orang asing janganlah kamu persembahkan sesuatu dari semuanya itu sebagai santapan Allahmu, karena semuanya itu telah rusak dan bercacat badannya; TUHAN tidak akan berkenan akan kamu karena persembahan-persembahan itu."
26, TUHAN berfirman kepada Musa:
27, "Apabila seekor anak lembu atau anak domba atau anak kambing dilahirkan, maka haruslah itu tinggal tujuh hari lamanya dengan induknya, tetapi sejak hari kedelapan dan seterusnya TUHAN berkenan akan binatang itu kalau dipersembahkan berupa korban api-apian bagi-Nya.
28, Seekor lembu atau kambing atau domba janganlah kamu sembelih bersama dengan anaknya pada satu hari juga.
29, Dan apabila kamu menyembelih korban syukur bagi TUHAN, kamu harus menyembelihnya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.
30, Pada hari itu juga korban itu harus dimakan; janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari padanya sampai pagi; Akulah TUHAN.
31, Dengan demikian kamu harus berpegang pada perintah-Ku dan melakukannya; Akulah TUHAN.
32, Janganlah melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus, supaya Aku dikuduskan di tengah-tengah orang Israel, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu,
33, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allahmu; Akulah TUHAN."
© Renungkanlah
Pasal ini tuh kayak blueprint hidup kudus, bukan cuma buat imam, tapi buat semua umat Allah. Pasal 22 berada di tengah unit besar dari Imamat 17–27. Kalau pasal sebelumnya (21:1–22:16) lebih spesifik ke para imam, maka bagian akhir (22:17–33) itu diperluas untuk semua umat. Tapi benang merahnya satu: kekudusan Allah menuntut standar hidup yang mencerminkan siapa Beliau.
Ay 1-16, ALLAH YHWH menyampaikan pesan kepada Musa untuk para imam, karena mereka adalah perantara antara umat dan Allah. Mereka harus sangat berhati-hati agar tidak menajiskan persembahan-persembahan kudus (ay.1–2).
Kalau ada imam yang dalam keadaan najis dan tetap mendekat ke persembahan? Ia akan dilenyapkan dari hadirat Allah. Kata "dilenyapkan" ini berat banget guys, bukan sekadar ditolak. Ini tentang bagaimana kekudusan Allah itu nggak bisa dikompromikan. Tapi kenajisan ini bersifat sementara—artinya masih bisa dipulihkan. Ada kasih karunia di tengah kekudusan-Nya.
Ayat 4–9 merinci hal-hal yang membuat imam menjadi najis yaitu penyakit kulit, cairan tubuh, menyentuh bangkai, dll. Bahkan makanan kurban pun nggak boleh dimakan sebelum pemulihan dilakukan. YHWH lagi ngajarin: "Aku kudus, dan kamu harus serius dalam relasimu dengan-Ku." WOW
Ay 10-16, Menarik nih. Imam wanita yang menikah keluar dari keluarga imam, dia nggak bisa lagi makan makanan kudus. Tapi kalau dia kembali karena perceraian atau ditinggal mati, dia bisa kembali menerima bagian Imam. Ini bukan soal diskriminasi, tapi soal struktur sosial kuno yang Tuhan ALLAH YHWH pakai untuk menjaga kekudusan.
Tapi lihat keadilan-Nya: kalau ada yang makan persembahan tanpa izin? Dia nggak najis, tapi tetap harus bayar kompensasi plus 20% (ay.14). Tuhan adil dan detail.
Ay 17-33, Sekarang perintah ini diperluas ke seluruh umat Israel. Semua orang boleh mempersembahkan korban, tapi ada syarat: hewan itu harus jantan, tanpa cacat, dan dari jenis tertentu (ay.19–20). Kenapa? Karena manusia tuh kayak ada kecenderungan pengen kasih yang sisa. Yang nggak layak. Tapi Tuhan minta yang terbaik.
Ayat 26–28: Jangan kasih hewan yang baru lahir atau mengurbankan induk dan anaknya di hari yang sama. Ini adalah hukum yang mengajarkan kepekaan, etika, dan rasa hormat.
Ayat 31–33 menutup pasal ini dengan pengulangan tema utama: "Hormatilah nama-Ku, karena Aku-lah yang menguduskan kamu."
Guys, semua hukum yang udah kita pelajari itu terlihat membebani umat gitu ya. Tapi kita perlu tahu satu hal penting: semua aturan dalam Imamat itu menunjuk kepada Yesus.
Yesus adalah Imam Besar yang sempurna (Ibrani 4:14–16), yang bukan cuma tahu aturan, tapi beliau menggenapi semuanya. beliau sendiri adalah korban tanpa cacat (1 Ptr 1:19), yang mempersembahkan diri-Nya bukan di altar buatan manusia, tapi di kayu salib.
Dan karena pengorbanan-Nya, kita yang najis bisa akses relasi lagi sama ALLAH yang suci. Kita yang nggak layak jadi layak. Tapi jangan sampai salah ya—anugerah bukan alasan untukhidup sembarangan, big no guys. Justru karena pengorbanan Kristus begitu mahal, maka kita belajar untuk mempersembahkan hidup yang kudus. Bukan karena takut dihukum, tapi karena kita mengasihi Dia yang sudah mengasihi kita duluan.
© Refleksikanlah
So guys, hari ini kita udah belajar tentang aturan main mengenai korban dan kekudusan. Tapi ini bukan sekadar kisah ritual zaman dulu. Ini adalah motivasi—karena kita sadar bahwa Allah itu kudus, maka kita juga mau hidup dalam kekudusan.
Yesus sudah membuka jalan, sekarang giliran kita: hidup dengan sadar bahwa setiap pilihan, tindakan, dan persembahan kita mencerminkan siapa Tuhan kita.
Yuk kita belajar hidup kudus. Gak fokus pada takut hukuman karena melanggar aturan, tapi fokus pada relasi dengan Tuhan Yesus Allah penebus. Kudus dalam iman, dalam pikiran, dalam perasaan, dan dalam tindakan sehari-hari, Right thinking, Right Feeling, Right Acting, Yuk bisa yuk.
© Pertanyaan Reflektif
Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari Imamat 22 ini?
Apakah hidupmu hari ini mencerminkan sikap hormat terhadap kekudusan Allah?
Menurutmu bentuk "persembahan yang tak bercacat cela" dalam konteks hidupmu sekarang, apa sih?
Apa satu langkah kecil yang bisa kamu lakukan hari ini untuk hidup lebih kudus?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, tolong aku untuk sadar bahwa Engkau itu kudus dan layak menerima yang terbaik. Ajari aku untuk mempersembahkan hidup yang tidak bercacat di hadapan-Mu—dalam pikiran, perkataan, dan perbuatanku. Biarlah setiap langkahku mencerminkan kemuliaan-Mu, dan setiap persembahanku menjadi wangi yang menyenangkan di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus, korban yang sempurna, aku berdoa. Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment