 Bilangan 35: 9-34

 © Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

© Bacaan Alkitab:  Bilangan 35: 9-34

Kota-kota perlindungan

9, TUHAN berfirman kepada Musa:
10, "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 
11, maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana.
12, Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili.
13, Dan kota-kota yang kamu tentukan itu haruslah enam buah kota perlindungan bagimu.
14, Tiga kota harus kamu tentukan di seberang sungai Yordan sini dan tiga kota harus kamu tentukan di tanah Kanaan; semuanya kota-kota perlindungan.
15, Keenam kota itu haruslah menjadi tempat perlindungan bagi orang Israel dan bagi orang asing dan pendatang di tengah-tengahmu, supaya setiap orang yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana.
16, Tetapi jika ia membunuh orang itu dengan benda besi, sehingga orang itu mati, maka ia seorang pembunuh; pastilah pembunuh itu dibunuh. 
17, Dan jika ia membunuh orang itu dengan batu di tangan yang mungkin menyebabkan matinya seseorang, sehingga orang itu mati, maka ia seorang pembunuh; pastilah pembunuh itu dibunuh.
18, Atau jika ia membunuh orang itu dengan benda kayu di tangan yang mungkin menyebabkan matinya seseorang, sehingga orang itu mati, maka ia seorang pembunuh; pastilah pembunuh itu dibunuh.
19, Penuntut darahlah  yang harus membunuh pembunuh itu; pada waktu bertemu dengan dia ia harus membunuh dia.
20, Juga jika ia menumbuk orang itu karena benci atau melempar dia dengan sengaja,  sehingga orang itu mati,
21, atau jika ia memukul dia dengan tangannya karena perasaan permusuhan, sehingga orang itu mati,  maka pastilah si pemukul itu dibunuh; ia seorang pembunuh; penuntut darah harus membunuh pembunuh itu, pada waktu bertemu dengan dia.
22, Tetapi jika ia sekonyong-konyong menumbuk orang itu dengan tidak ada perasaan permusuhan, atau dengan tidak sengaja  melemparkan sesuatu benda kepadanya,
23, atau dengan kurang ingat menjatuhkan kepada orang itu sesuatu batu yang mungkin menyebabkan matinya seseorang, sehingga orang itu mati, sedangkan dia tidak merasa bermusuh dengan orang itu dan juga tidak mengikhtiarkan celakanya,
24, maka haruslah rapat umat mengadili antara orang yang membunuh itu dan penuntut darah, menurut hukum-hukum ini,
25, dan haruslah rapat umat membebaskan pembunuh dari tangan penuntut darah, dan haruslah rapat umat mengembalikan dia ke kota perlindungan, ke tempat ia telah melarikan diri; di situlah ia harus tinggal sampai matinya imam besar yang telah diurapi dengan minyak yang kudus.
26, Tetapi jika terjadi bahwa pembunuh itu keluar dari batas kota perlindungan, tempat ia melarikan diri,
27, dan penuntut darah mendapat dia di luar batas kota perlindungannya, dan penuntut darah membunuh pembunuh itu, maka tidaklah ia berhutang darah,
28, sebab pembunuh itu wajib tinggal di kota perlindungan sampai matinya imam besar, tetapi sesudah matinya imam besar bolehlah pembunuh itu kembali ke tanah kepunyaannya sendiri.
29, Itulah semuanya yang harus menjadi ketetapan hukum  bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.  
30, Setiap orang yang telah membunuh seseorang haruslah dibunuh sebagai pembunuh menurut keterangan saksi-saksi, tetapi kalau hanya satu orang saksi saja tidak cukup untuk memberi keterangan terhadap seseorang dalam perkara hukuman mati.
31, Janganlah kamu menerima uang tebusan karena nyawa seorang pembunuh yang kesalahannya setimpal dengan hukuman mati, tetapi pastilah ia dibunuh.
32, Juga janganlah kamu menerima uang tebusan karena seseorang yang telah melarikan diri ke kota perlindungannya, supaya ia boleh kembali untuk diam di tanahnya sebelum matinya imam besar.
33, Jadi janganlah kamu mencemarkan negeri tempat tinggalmu, sebab darah itulah yang mencemarkan negeri itu, maka bagi negeri itu tidak dapat diadakan pendamaian oleh karena darah yang tertumpah di sana, kecuali dengan darah orang yang telah menumpahkannya.
34, Maka janganlah najiskan negeri tempat kedudukanmu, yang di tengah-tengahnya Aku diam, sebab Aku, TUHAN, diam di tengah-tengah orang Israel."

 

 "Renungkanlah

Hello guys. Setelah pembagian tanah, Tuhan tidak langsung bicara soal hasil, berkat, atau kenyamanan. Justru yang Ia atur dengan sangat detail adalah bagaimana Israel memperlakukan darah, nyawa, dan keadilan. Pasal ini bukan pasal yang “ringan”, tapi sangat penting—karena di sinilah terlihat hati Allah yang kudus, adil, sekaligus penuh belas kasihan.

 Ay. 9–15 Allah memerintahkan enam kota perlindungan. Kota-kota ini bukan tempat kabur dari tanggung jawab, tapi ruang aman sementara bagi orang yang terlibat dalam tragedi yang tidak disengaja. Contohnya, Satu nyawa melayang. Satu keluarga berduka. Satu orang lain hidup dengan rasa bersalah yang tidak ia rencanakan.

Allah tahu, dalam dunia yang rusak oleh dosa, tidak semua tragedi lahir dari niat jahat. Maka Ia menciptakan sistem yang tidak dikuasai emosi balas dendam, tetapi diatur oleh keadilan yang ditimbang dengan hati nurani.

Yang keren banget: kota perlindungan ini berlaku untuk semua—orang Israel, orang asing, pendatang (ay. 15).  Artinya? Keadilan Allah tidak eksklusif.  Belas kasih Allah tidak terbatas pada Israel doang, tapi bagi orang asing dan pendatang yang tinggal ditengah tengah mereka.

Ay. 16–21 Teks ini sangat detail membedakan pembunuhan yang disengaja dan yang tidak disengaja.

Faktor penentunya bukan sekadar hasil (ada yang mati), tapi motivasi hati:

  • Apakah ada kebencian?

  • Apakah ada perencanaan?

  • Apakah alat yang dipakai menunjukkan niat membunuh?

Guys, ini penting.
Allah tidak hanya menghakimi apa yang kita lakukan, tapi mengapa kita melakukannya.

Ay. 22–25 Jika terbukti tidak disengaja, si pelaku dilindungi dari penuntut darah, tapi tidak langsung bebas.  Ia harus tinggal di kota perlindungan sampai kematian Imam Besar.

Ini menarik dan berat sekaligus. Ia aman, tapi tidak sepenuhnya bebas.  Ia hidup, tapi dalam keterbatasan.

Ada konsekuensi namun juga ada anugerah yang menahan murka.

Allah mengajarkan bahwa:

  • keadilan tidak boleh brutal

  • belas kasih tidak boleh murahan

Ay 33-34, Alasan utama semua hukum ini sederhana tapi menggetarkan:

“Aku, TUHAN, diam di tengah-tengahmu.”

Tanah Israel bukan sekadar wilayah geografis melainkan  ruang hadirat Allah.

Darah yang tertumpah tanpa keadilan akan mencemari tanah, karena Allah yang kudus tidak berdiam dalam kekacauan moral.  Maka Allah mengatur kehidupan umat sedemikian rupa agar umat dapat hidup Kudus.

Guys, kota perlindungan ini bukan tujuan akhir. Ia adalah bayangan.

Yesus Kristus adalah Kota Perlindungan sejati. Kita semua, dalam satu atau lain cara, adalah manusia yang hidup di antara:

  • kesalahan

  • luka

  • konsekuensi

  • dan rasa bersalah

Namun di dalam Kristus:

  • murka Allah ditahan

  • penghakiman ditangguhkan

  • dan kita diberi tempat aman

Dan yang paling indah: Ketika Imam Besar sejati mati di kayu salib, pintu kebebasan terbuka sepenuhnya.

Kita tidak lagi hidup di kota perlindungan sementara kita dipulihkan sepenuhnya di dalam Kristus.

© Pertanyaan Reflektif

Guys, detail hukum ini ngingetin kita satu hal penting:
Allah sangat serius dengan hidup manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari:

  • di kantor

  • di pelayanan

  • di relasi
    kita sering ingin cepat menghakimi atau cepat membela diri.

Firman ini mengajar kita untuk:

  • membedakan kesalahan dan niat

  • memberi ruang anugerah tanpa menghapus tanggung jawab

  • dan menyerahkan penghakiman tertinggi kepada Allah

Kadang orang memang harus menanggung konsekuensi.  Kadang orang juga perlu diberi kesempatan kedua.

Dan kita?
Dipanggil untuk bijaksana, bukan reaktifpeka, bukan sok suci.

Yuk belajar dengar pimpinan Tuhan lebih dalam.
Karena keadilan tanpa kasih itu kejam,  dan kasih tanpa kebenaran itu palsu.

© Pertanyaan Reflektif

1. Apa yang kamu pelajari tentang kekudusan dan belas kasih Allah hari ini?

2. Dalam relasi atau pelayananmu, di mana kamu perlu belajar menyeimbangkan keadilan dan anugerah?

3. Apakah kamu sudah sungguh datang dan tinggal di “Kota Perlindungan” sejati, yaitu Kristus?

© Berdoalah sesuai Firman

Tuhan, ajar aku melihat hidup seperti Dikau melihatnya.
Berikan aku hati yang peka, adil, dan penuh kasih.
Tolong aku berjalan dalam pimpinan-Mu,
supaya melalui hidupku, kekudusan dan anugerah-Mu nyata.
Amin.

Comments