© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 19: 1-13
Kota-kota perlindungan
1, "Apabila TUHAN, Allahmu, sudah melenyapkan bangsa-bangsa yang negerinya diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan engkau sudah menduduki daerah mereka dan diam di kota-kota dan rumah-rumah mereka,
2, maka engkau harus mengkhususkan tiga kota di dalam negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki.
3, Engkau harus menetapkan jauhnya jalan, dan membagi dalam tiga bagian wilayah negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, untuk dimiliki olehmu, supaya setiap pembunuh dapat melarikan diri ke sana.
4, Inilah ketentuan mengenai pembunuh yang melarikan diri ke sana dan boleh tinggal hidup: apabila ia membunuh sesamanya manusia dengan tidak sengaja dan dengan tidak membenci dia sebelumnya,
5, misalnya apabila seseorang pergi ke hutan dengan temannya untuk membelah kayu, ketika tangannya mengayunkan kapak untuk menebang pohon kayu, mata kapak terlucut dari gagangnya, lalu mengenai temannya sehingga mati, maka ia boleh melarikan diri ke salah satu kota itu dan tinggal hidup.
6, Maksudnya supaya jangan penuntut tebusan darah sementara hatinya panas dapat mengejar pembunuh itu, karena jauhnya perjalanan, menangkapnya dan membunuhnya, padahal pembunuh itu tidak patut mendapat hukuman mati, karena ia tidak membenci dia sebelumnya.
7, Itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: tiga kota haruslah kaukhususkan.
8, Dan jika TUHAN, Allahmu, sudah meluaskan daerahmu nanti, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, dan sudah memberikan kepadamu seluruh negeri yang dikatakan-Nya akan diberikan kepada nenek moyangmu,
9, --apabila engkau melakukan dengan setia perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, dan dengan senantiasa hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya--maka haruslah engkau menambah tiga kota lagi kepada yang tiga itu,
10. supaya jangan tercurah darah orang yang tidak bersalah di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milikmu dan hutang darah melekat kepadamu.
11, Tetapi apabila seseorang membenci sesamanya manusia, dan dengan bersembunyi menantikan dia, lalu bangun menyerang dan memukul dia, sehingga mati, kemudian melarikan diri ke salah satu kota itu,
12, maka haruslah para tua-tua kotanya menyuruh mengambil dia dari sana dan menyerahkan dia kepada penuntut tebusan darah, supaya ia mati dibunuh.
13, Janganlah engkau merasa sayang kepadanya. Demikianlah harus kauhapuskan darah orang yang tidak bersalah dari antara orang Israel, supaya baik keadaanmu."
"Renungkanlah”
Hello Guys, Bangsa Israel akhirnya memasuki Tanah Perjanjian.
Mereka mulai menduduki kota-kota yang sebelumnya dihuni oleh bangsa-bangsa Kanaan.
Mereka sedang membangun masyarakat baru yang hidup di bawah pemerintahan Allah.
Tetapi muncul sebuah pertanyaan penting.
Bagaimana jika ada seseorang yang menyebabkan kematian orang lain tanpa sengaja?
Bagaimana jika sebuah kecelakaan terjadi?
Apakah ia harus diperlakukan sama seperti seorang pembunuh yang sengaja merencanakan kejahatannya?
Di sinilah Musa memperkenalkan sebuah ketetapan yang luar biasa:
kota-kota perlindungan.
Ayat 2–3 memerintahkan Israel untuk mengkhususkan tiga kota yang mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
Kota-kota ini menjadi tempat perlindungan bagi seseorang yang membunuh tanpa sengaja.
Musa memberikan contoh yang sangat sederhana pada ayat 5.
Dua orang pergi ke hutan untuk menebang kayu.
Tiba-tiba mata kapak terlepas dari gagangnya dan mengenai temannya hingga meninggal.
Ini bukan pembunuhan yang direncanakan.
Ini adalah kecelakaan.
Karena itu orang tersebut dapat melarikan diri ke kota perlindungan dan mendapatkan perlindungan sampai perkara itu diperiksa dengan adil.
Mengapa Allah memberikan ketetapan seperti ini?
Ayat 6 memberikan jawabannya.
Supaya kemarahan tidak menggantikan keadilan.
Pada zaman itu keluarga korban memiliki hak untuk menuntut balas darah.
Namun Allah tidak menghendaki emosi yang panas mengakibatkan kematian orang yang sebenarnya tidak bersalah.
Kota perlindungan menunjukkan keseimbangan yang indah antara keadilan dan belas kasihan. Allah tidak meremehkan nilai kehidupan manusia, tetapi Ia juga tidak menghendaki penghukuman yang tidak adil. Hukum Allah selalu melindungi kehidupan sekaligus menegakkan keadilan.
Namun belas kasihan tidak berarti mengabaikan kejahatan.
Ayat 11–13 menjelaskan bahwa jika seseorang dengan sengaja membenci, merencanakan, dan membunuh sesamanya, maka kota perlindungan tidak boleh menjadi tempat persembunyian baginya.
Ia harus diadili dan menerima hukuman yang setimpal.
Dengan demikian, kota perlindungan bukan tempat melarikan diri dari keadilan, melainkan tempat perlindungan sampai keadilan ditegakkan.
Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat sebuah gambaran yang lebih besar.
Kota perlindungan menunjuk kepada Yesus Kristus.
Kita adalah orang-orang berdosa yang membutuhkan perlindungan dari hukuman dosa.
Di dalam Kristus kita menemukan tempat perlindungan yang sempurna.
Ia menerima kita, melindungi kita, dan memberikan pengampunan yang tidak dapat kita peroleh dengan usaha sendiri.
Namun berbeda dengan kota perlindungan dalam Perjanjian Lama yang hanya bersifat sementara, perlindungan yang diberikan Kristus bersifat kekal.
Karena itu pengharapan kita bukan pada kemampuan kita membela diri, melainkan pada anugerah Kristus yang menjadi tempat perlindungan bagi setiap orang yang datang kepada-Nya.
Refleksikanlah
1. Right Thinking (Head)
Allah adalah Allah yang adil sekaligus penuh belas kasihan. Ia menghargai kehidupan manusia dan tidak menghendaki penghukuman yang tidak adil. Seluruh hukum-Nya mencerminkan karakter-Nya yang sempurna.
2. Right Feeling (Heart)
Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur karena kita memiliki Allah yang tidak bertindak berdasarkan kemarahan semata, melainkan dengan keadilan dan kasih. Bersyukurlah karena di dalam Kristus kita menemukan perlindungan yang sempurna.
3. Right Acting (Hand – Tindakan Benar)
Belajarlah memperlakukan sesama dengan adil dan penuh belas kasihan. Jangan terburu-buru menghakimi orang lain berdasarkan emosi atau asumsi. Hiduplah sebagai pembawa damai yang mencerminkan karakter Kristus di rumah, di tempat kerja, dan di mana pun Tuhan menempatkanmu
© Pertanyaan Reflektif
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang adil dan penuh belas kasihan. Terima kasih karena di dalam Yesus Kristus aku menemukan tempat perlindungan yang sempurna. Ajarku untuk hidup dengan hati yang penuh kasih, tidak mudah menghakimi, dan memperlakukan sesama dengan adil seperti yang Dikau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment