©
Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
©
Bacaan Alkitab: Ulangan 23: 19-20
Jangan memungut bunga dari
seorang saudara sebangsa
19, "Janganlah engkau
membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan
makanan atau apapun yang dapat dibungakan.
20, Dari orang asing boleh
engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut
bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala
usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."
"Renungkanlah”
Hello Guys, sekilas perikop ini mungkin bikin kita bertanya ya. Emangnya Tuhan sampai mengatur soal pinjam-meminjam dan bunga? Bukankah itu urusan ekonomi?
Supaya tidak salah memahami bagian ini, kita perlu melihat kehidupan bangsa Israel pada zaman Musa. So guys, pinjaman yang dibicarakan di sini terutama berkaitan dengan kebutuhan hidup. Seseorang bisa mengalami kesulitan, kekurangan makanan, gagal panen, atau membutuhkan sesuatu untuk mempertahankan kehidupan keluarganya.
Di tengah keadaan seperti itulah Tuhan memberikan hukum supaya kesulitan seseorang tidak menjadi kesempatan bagi orang lain untuk mengambil keuntungan.
Yuk kita masuk ke ayat demi ayat dari perikop ini.
Ayat 19, Musa berkata, “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu....”
Saudara di sini adalah sesama anggota komunitas Israel.
Bayangin guys, ada seseorang sedang kesulitan. Uangnya gak cukup. Makanannya kurang. Keluarganya perlu bertahan hidup. Kemudian dia datang kepada sesamanya untuk meminjam.
Tuhan berkata, jangan jadikan kesulitannya sebagai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.
Karena orang itu bukan sedang mencari modal supaya makin kaya.
Dia sedang membutuhkan pertolongan.
Karena itu, pinjaman kepada saudara yang sedang mengalami kesulitan seharusnya menjadi bentuk kasih dan pertolongan, bukan kesempatan untuk menambah bebannya.
Keren ya guys.
Allah ternyata bukan cuma peduli bagaimana Israel beribadah.
Allah juga peduli dengan keadaan ekonomi umat-Nya.
Tuhan Allah peduli ketika seseorang tidak punya cukup makanan.
Tuhan Allah peduli ketika sebuah keluarga sedang kesulitan.
Tuhan Allah peduli ketika orang miskin berada dalam posisi yang mudah dimanfaatkan.
Karena itu, Allah membentuk Israel menjadi komunitas yang bisa berkata “Gimana saya bisa menolong saudara saya melewati kesulitannya?”
Ayat 20, Musa kemudian berkata bahwa dari orang asing mereka boleh memungut bunga, tetapi dari saudara sebangsa mereka tidak boleh melakukannya.
Kemungkinan perbedaannya terletak pada konteks transaksi tersebut. Pinjaman kepada orang asing dapat berkaitan dengan kegiatan perdagangan, sedangkan pinjaman kepada sesama Israel dalam hukum ini berkaitan dengan solidaritas terhadap anggota komunitas yang sedang membutuhkan.
Lalu Musa memberikan alasan yang menarik:
“Supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu....”
Guys, ini bukan berarti:
“Kasih pinjaman tanpa bunga supaya nanti Tuhan bikin kamu tambah kaya.”
Bukan.
Tuhan sedang membentuk cara Israel melihat berkat.
Mereka tidak perlu mencari keuntungan dari kesusahan saudaranya karena sumber berkat mereka adalah Tuhan.
Wow.
Jadi mereka bisa bermurah hati karena mereka percaya:
“Saya gak harus mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain. Tuhan yang memelihara hidup saya.”
Inilah kehidupan komunitas perjanjian.
Orang yang punya menolong yang kekurangan.
Orang yang kuat tidak mengeksploitasi yang lemah.
Dan orang yang sedang jatuh tidak dibuat semakin terpuruk oleh saudaranya sendiri.
Karena bagi Allah, manusia lebih penting daripada keuntungan.
Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat hati Allah dinyatakan secara sempurna di dalam Yesus Kristus.
Yesus hadir bagi mereka yang miskin, lemah, dan membutuhkan pertolongan. Ia tidak datang untuk mengambil keuntungan dari keadaan manusia.
Justru sebaliknya.
Kristus memberikan diri-Nya bagi kita.
Paulus berkata bahwa sekalipun Kristus kaya, Ia menjadi miskin karena kita, supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (2 Korintus 8:9).
Di kayu salib, Yesus memberikan diri-Nya untuk menyelamatkan kita.
Karena kita sudah menerima kasih sebesar itu, kita pun dipanggil untuk belajar melihat kebutuhan orang lain bukan sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk mengasihi.
Refleksikanlah
1. Right Thinking (Head)
Allah adalah Pribadi yang peduli terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan.
Tuhan tidak menghendaki orang yang kuat mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain. Sebaliknya, Tuhan membentuk umat-Nya menjadi komunitas yang saling menolong dan memperhatikan.
2. Right Feeling (Heart)
Mintalah Tuhan membentuk hati yang murah hati dan penuh belas kasihan kepada orang yang sedang membutuhkan.
Jangan sampai kita melihat kesulitan orang lain hanya dengan perhitungan:
“Apa untungnya buat saya?”
Belajarlah melihat mereka sebagaimana Tuhan melihat mereka.
3. Right Acting (Hand – Tindakan Benar)
Guys, mungkin hari ini bentuknya bukan hanya soal meminjamkan uang tanpa bunga.
Mungkin ada teman yang sedang kesulitan dan membutuhkan makanan.
Ada keluarga yang sedang mengalami masalah keuangan.
Ada rekan kerja yang membutuhkan pertolongan.
Ada orang yang sedang berada dalam posisi lemah dan mudah dimanfaatkan.
Kalau Tuhan memberi kita kemampuan untuk menolong, tolonglah semampu kita.
Dan dalam pekerjaan atau bisnis, jangan mencari keuntungan dengan mengeksploitasi kesulitan orang lain. Berlaku jujur, bayar orang dengan adil, dan gunakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita untuk menjadi berkat.
Karena kita sudah terlebih dahulu menerima kemurahan hati Allah di dalam Kristus.
Yuk bisa Yuk!!
©
Pertanyaan Reflektif
©
Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang peduli terhadap kebutuhan umat-Mu. Ajarku untuk melihat orang yang sedang mengalami kesulitan sebagaimana Dikau melihat mereka, bukan sebagai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi sebagai sesama yang perlu dikasihi dan ditolong.
Tolong aku agar melalui uang, pekerjaan, waktu, dan segala sesuatu yang Dikau percayakan kepadaku, aku dapat menjadi berkat bagi orang lain, sebagaimana Kristus telah terlebih dahulu memberikan diri-Nya dan menunjukkan kemurahan hati-Nya kepadaku.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri
#TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment