- Get link
- X
- Other Apps
© Bilangan 32: 1-42
Penyerahan daerah sebelah timur sungai Yordan
1, Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, tampaklah tempat itu tempat yang baik untuk peternakan.
2, Lalu datanglah bani Gad dan bani Ruben dan berkata kepada Musa, imam Eleazar dan para pemimpin umat itu:
3, "Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon,
4, negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, itulah suatu negeri yang baik untuk peternakan dan hamba-hambamu ini memang ada ternaknya."
5, Lagi kata mereka: "Jika kami mendapat kasihmu, biarlah negeri ini diberikan kepada hamba-hambamu ini sebagai milik; janganlah kami harus pindah ke seberang sungai Yordan."
6, Jawab Musa kepada bani Gad dan bani Ruben itu: "Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?
7, Mengapa kamu hendak membuat enggan hati orang Israel untuk menyeberang ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka?
8, Demikian juga dilakukan bapa-bapamu, ketika aku menyuruh mereka dari Kadesh-Barnea untuk melihat-lihat negeri itu;
9, mereka berjalan sampai ke lembah Eskol, melihat-lihat negeri dan membuat enggan hati orang Israel, sehingga mereka tidak mau pergi ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka.
10, Maka bangkitlah murka TUHAN pada waktu itu dan Ia bersumpah:
11, Bahwasanya orang-orang yang telah berjalan dari Mesir, yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya,
12, kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.
13, Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah berbuat jahat di mata TUHAN.
14, Dan sekarang kamu bangkit ganti bapa-bapamu, suatu kawanan orang-orang berdosa, untuk menambah lagi murka TUHAN yang menyala-nyala kepada orang Israel itu.
15, Jika kamu berbalik membelakangi Dia, maka kamu akan lebih lama lagi dibiarkan-Nya tinggal di padang gurun dan kamu akan membawa kemusnahan atas seluruh bangsa ini."
16, Tetapi mendekatlah mereka kepadanya serta berkata: "Kami hendak mendirikan kandang-kandang kambing domba di sini untuk ternak kami dan kota-kota untuk anak-anak kami,
17, tetapi kami sendiri akan mempersenjatai diri dan dengan bersegera kami akan berjalan di depan orang Israel, sampai kami membawa mereka ke tempatnya; sementara itu anak-anak kami akan tinggal dalam kota-kota yang berkubu oleh karena penduduk negeri ini;
18, kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya;
19, sebab kami tidak mau menerima milik pusaka di seberang sungai Yordan sana dan seterusnya, apabila kami mendapat milik pusaka di seberang sungai Yordan sini, di sebelah timur."
20, Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Jika kamu hendak berbuat demikian, jika kamu hendak mempersenjatai diri untuk berperang di hadapan TUHAN,
21, dan setiap orang dari kamu yang telah bersenjata hendak menyeberangi sungai Yordan di hadapan TUHAN, sampai Ia menghalau musuh-musuh-Nya dari hadapan-Nya,
22, sehingga negeri itu takluk ke hadapan TUHAN, dan jika kemudian kamu pulang, maka akan bebaslah kamu dari kewajibanmu kepada TUHAN dan kepada Israel, dan negeri inipun akan menjadi milikmu di hadapan TUHAN.
23, Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu.
24, Dirikanlah kota-kota bagi anak-anakmu dan kandang-kandang bagi kambing dombamu, dan perbuatlah apa yang telah kamu ucapkan.”
25, Maka berkatalah bani Gad dan bani Ruben itu kepada Musa: "Hamba-hambamu ini akan berbuat seperti yang diperintahkan tuanku.
26, Anak-anak dan isteri-isteri kami, ternak dan hewan kami akan tinggal di sini di kota-kota Gilead,
27, tetapi hamba-hambamu ini akan menyeberang di hadapan TUHAN untuk bertempur, yakni setiap orang yang bersenjata untuk berperang, seperti yang dikatakan tuanku.
28, Lalu Musa memberi perintah mengenai mereka kepada imam Eleazar dan kepada Yosua bin Nun, dan kepada kepala-kepala puak dari suku-suku Israel,
29, kata Musa kepada mereka: "Jika bani Gad dan bani Ruben itu telah menyeberangi sungai Yordan bersama-sama dengan kamu untuk berperang di hadapan TUHAN, yakni semuanya orang yang bersenjata untuk berperang, dan jika negeri itu telah takluk kepadamu, maka haruslah kamu memberikan tanah Gilead kepada mereka sebagai milik.
30, Tetapi jika mereka tidak menyeberang dengan bersenjata bersama-sama dengan kamu, maka haruslah mereka menerima tanah miliknya di tengah-tengahmu di tanah Kanaan."
31, Lalu bani Gad dan bani Ruben itu menjawab: "Apa yang difirmankan TUHAN kepada hamba-hambamu ini akan kami lakukan.
32, Kami sendiri akan menyeberang dengan bersenjata di hadapan TUHAN ke tanah Kanaan, tetapi bagi kami tetaplah tanah milik pusaka kami di seberang sungai Yordan sini."
33, Lalu Musa memberikan kepada mereka, kepada bani Gad, kepada bani Ruben dan kepada setengah suku Manasye bin Yusuf: kerajaan Sihon, raja orang Amori, dan kerajaan Og, raja Basan, yakni negeri mereka beserta kota-kotanya di seluruh negeri itu, dengan daerah-daerah setiap kota itu.
34, Maka bani Gad membangun kota-kota Dibon, Atarot, Aroer,
35, Atarot-Sofan, Yaezer, Yogbeha,
36, Bet-Nimra, Bet-Haran, sebagai kota-kota yang berkubu dan sebagai tempat kandang-kandang kambing domba.
37, Dan bani Ruben membangun kota-kota Hesybon, Eleale, Kiryataim,
38, Nebo, Baal-Meon, --dengan mengganti nama-namanya--dan Sibma; dan mereka memberi nama lain kepada kota-kota yang dibangun mereka itu.
39, Bani Makhir bin Manasye pergi ke Gilead; mereka merebutnya dan menghalaukan orang Amori yang ada di sana.
40, Lalu Musa memberikan Gilead kepada Makhir bin Manasye dan diamlah ia di sana.
41, Yair, anak Manasye, pergi merebut dusun-dusunnya dan menamainya Hawot-Yair.
42, Nobah pergi merebut Kenat dengan segala anak kotanya dan menamainya Nobah menurut namanya sendiri.
Hello guys, Puji Tuhan hari ini kita telah sampai pada Bilangan 32 yang membawa kita ke sebuah titik krusial dalam perjalanan Israel menuju Tanah Perjanjian. Setelah perjalanan panjang di padang gurun, setelah generasi pemberontak mati satu per satu, kini bangsa Israel berada sangat dekat dengan penggenapan janji Allah. Namun di ambang janji itulah, persoalan lama kembali muncul: ketaatan yang setengah hati. menghadeh
ay. 1–5 Bani Ruben dan bani Gad digambarkan sebagai suku dengan jumlah ternak yang “sangat banyak”. Kekayaan mereka bukan kebetulan. Selain dibawa keluar dari Mesir (Kel. 12:38), ternak mereka bertambah melalui jarahan dari orang Amori dan Midian (Bil. 31). Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan Gilead—wilayah Transyordan—mereka menilai tempat itu “baik untuk peternakan.”
Penilaian ini logis secara ekonomi. Tanahnya subur, airnya cukup, dan strategis bagi ternak. Mereka bahkan mengakui bahwa wilayah itu telah “ditaklukkan TUHAN bagi umat Israel” (ay. 4). Namun di balik pengakuan itu, terselip sebuah pilihan yang problematis: mereka ingin berhenti sebelum masuk ke Tanah Perjanjian.
Seperti Lot yang memilih lembah Yordan karena kelihatan subur (Kej. 13), Ruben dan Gad memilih berdasarkan apa yang tampak menguntungkan secara langsung. Janji Allah tentang tanah di seberang Yordan mulai terasa kurang menarik dibanding stabilitas yang sudah ada di depan mata.
ay. 6–15 Respons Musa sangat keras—dan itu bukan tanpa alasan. Ia segera mengaitkan permintaan ini dengan dosa generasi sebelumnya: peristiwa pengintai di Kadesh-Barnea (Bil. 13–14). Tuduhan Musa tajam:
“Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?”
Masalahnya bukan soal tanah, tetapi solidaritas umat dan ketaatan pada kehendak Allah. Musa takut sejarah terulang: ketidaktaatan satu kelompok menghancurkan seluruh bangsa. Ia menyebut mereka “keturunan orang-orang berdosa”—bahasa yang kelak dipakai Yohanes Pembaptis dan Yesus untuk mengecam sikap religius yang keras kepala.
Di sini kita belajar: ketidaktaatan jarang muncul sebagai penolakan terang-terangan terhadap Allah. Ia sering muncul sebagai keputusan yang “masuk akal”, “aman”, dan “menguntungkan”—namun tidak lahir dari ketaatan penuh.
ay. 16–27 Ruben dan Gad kemudian mengajukan usulan kompromi. Mereka berjanji akan membangun kota bagi keluarga mereka, tetapi mereka sendiri akan mempersenjatai diri dan memimpin peperangan di tanah Kanaan sampai seluruh Israel menerima milik pusakanya.
Musa menerima usulan ini, namun mengikatnya dalam bentuk perjanjian yang serius dan penuh ancaman:
“Jika kamu tidak berbuat demikian… kamu berdosa kepada TUHAN, dan dosamu itu akan menimpa kamu” (ay. 23).
Ungkapan ini menegaskan satu prinsip penting dalam teologi Perjanjian Lama: dosa tidak pernah tersembunyi di hadapan Allah. Ia akan mengejar pelakunya. Janji kepada Tuhan bukan sekadar kata-kata rohani; ia adalah tanggung jawab moral dan rohani. Hufttt, kerasnya si Ruben dan Gad gak ada obat ckckck
ay. 28–42 Musa, menjelang akhir hidupnya, memastikan bahwa perjanjian ini diketahui oleh Eleazar, Yosua, dan para pemimpin suku. Ruben dan Gad menyatakan kesediaan mereka untuk taat. Dalam praktiknya, mereka memang mengirim sekitar 40.000 pasukan ke medan perang (Yos. 4:12–13).
Namun Alkitab tidak menutup-nutupi kenyataan bahwa keputusan mereka meninggalkan jejak luka. Dalam Kidung Debora (Hak. 5), kedua suku ini kembali disinggung sebagai suku yang cenderung menjaga kepentingan sendiri ketika Israel membutuhkan persatuan.
© Refleksikanlah
Guys, kisah ini bukan sekadar catatan sejarah pembagian tanah. Ini adalah cermin bagi iman kita.
Sering kali kita berkata, “Aku tetap melayani Tuhan kok.”
Tapi pada saat yang sama, kita memilih berhenti lebih awal dari ketaatan penuh. Kayak Melayani hanya kalau mood lagi oke, Hadir fisik, tapi hati dan pikiran ke mana-mana, Berhenti bertumbuh karena merasa “aku sudah cukup rohani” Kita tidak meninggalkan Tuhan, tapi kita juga tidak lagi berjuang untuk memberikan yang terbaik.
Kita ingin berkat Tuhan—tanpa mau menanggung seluruh panggilan-Nya.
Ruben dan Gad tidak menolak Tuhan. Mereka hanya ingin mengatur ulang cara menaati-Nya. Dan di situlah masalahnya.
Ketaatan parsial tetaplah ketidaktaatan.
Janji yang dinegosiasikan tetaplah janji yang berisiko dilanggar.
© Pertanyaan Reflektif
Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah melalui kisah Ruben dan Gad hari ini?
-
Dalam area apa dalam hidupmu kamu sedang tergoda untuk menaati Tuhan dengan “aturan versimu sendiri”?
-
Bagaimana kamu bisa belajar menepati janji yang sudah kamu ucapkan di hadapan Tuhan—secara konkret dan konsisten?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, aku mengakui bahwa sering kali aku ingin menaati-Mu dengan setengah hati.
Ajarku untuk taat sepenuhnya, bukan hanya ketika itu nyaman dan menguntungkan.
Tolong aku menepati setiap janji yang telah kuucapkan di hadapan-Mu.
Bentuk hatiku agar setia, rendah hati, dan takut akan Engkau.
Kiranya hidupku memuliakan nama-Mu, bukan namaku sendiri.
Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa.
Amin.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment