© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 11: 8-32
Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk
8, "Jadi kamu harus berpegang pada seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya kamu kuat untuk memasuki serta menduduki negeri, ke mana kamu pergi mendudukinya,
9, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunan mereka, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
10, Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
11, Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
12, suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
13, Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
14, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
15, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
16, Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya.
17, Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu.
18, Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.
19, Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;
20, engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu,
21, supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.
22, Sebab jika kamu sungguh-sungguh berpegang pada perintah yang kusampaikan kepadamu untuk dilakukan, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan berpaut pada-Nya,
23, maka TUHAN akan menghalau segala bangsa ini dari hadapanmu, sehingga kamu menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu.
24, Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu.
25, Tidak ada yang akan dapat bertahan menghadapi kamu: TUHAN, Allahmu, akan membuat seluruh negeri yang kauinjak itu menjadi gemetar dan takut kepadamu, seperti yang dijanjikan TUHAN kepadamu.
26, Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
27, berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
28, dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.
29, Jadi apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke negeri, yang engkau masuki untuk mendudukinya, maka haruslah engkau mengucapkan berkat di atas gunung Gerizim dan kutuk di atas gunung Ebal.
30, Bukankah keduanya terletak di sebelah barat sungai Yordan, di belakang jalan raya sebelah matahari terbenam, di negeri orang Kanaan yang diam di Araba-Yordan, di tentangan Gilgal dekat pohon-pohon tarbantin di More?
31, Sebab kamu ini sebentar lagi hendak menyeberangi sungai Yordan untuk memasuki dan menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu; dan bila kamu akan menduduki dan mendiaminya,
32, maka haruslah kamu melakukan dengan setia segala ketetapan dan peraturan yang kupaparkan kepadamu pada hari ini."
"Renungkanlah”
Hello Guys, Bangsa Israel sedang berada di ambang Tanah Perjanjian. Empat puluh tahun perjalanan di padang gurun hampir berakhir. Di depan mereka terbentang negeri yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun Musa mengingatkan mereka bahwa tanah itu bukan sekadar hadiah; ada panggilan untuk hidup taat kepada Tuhan ALLAH.
Ayat 8–12 menunjukkan perbedaan besar antara Mesir dan Kanaan. Mesir adalah negeri yang bergantung pada usaha manusia. Penduduknya harus bekerja keras mengatur aliran air dari Sungai Nil untuk mengairi tanah mereka. Tetapi Kanaan berbeda. Tanah itu mendapat air dari hujan yang turun dari langit. Artinya, bangsa Israel harus belajar bergantung penuh kepada Tuhan.
Ayat 12 berkata: “Mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.” Ini adalah gambaran pemeliharaan Allah yang terus-menerus aka konsisten guys, gak pake well ku pelihara kalau aku mood bagus, dan tidak kalau mood jelek, gak gitu ya guys. ALLAH konsisten memelihara Israel. Allah bukan hanya membawa Israel keluar dari Mesir, Tetapi juga memelihara mereka setiap hari. Kasih dan perhatian-Nya tidak pernah berhenti.
Kemudian ayat 13–15 menjelaskan bahwa ketaatan kepada Tuhan membawa berkat. Jika mereka mengasihi Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati, Tuhan akan memberikan hujan pada waktunya, sehingga tanah mereka menghasilkan gandum, anggur, dan minyak. Ini adalah gambaran shalom Allah: kehidupan yang dipelihara, dicukupkan, dan diberkati.
Namun Musa juga memberikan peringatan serius. Ayat 16 berkata: “Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk.” Bahaya terbesar Israel bukan hanya musuh di luar, Tetapi hati yang perlahan menjauh dari Tuhan. Penyembahan berhala selalu dimulai dari hati yang terpikat. Karena itu Musa memperingatkan: Jangan sampai mereka meninggalkan Tuhan dan mengikuti allah lain.
Ayat 17 menunjukkan akibat dari ketidaktaatan. Jika mereka berpaling dari Tuhan, langit akan tertutup, hujan tidak turun, dan tanah tidak menghasilkan apa-apa. Kurangnya hujan pada masa itu dipandang sebagai tanda ketidaksenangan Allah. Israel harus memahami bahwa hidup mereka sepenuhnya bergantung pada Tuhan.
Lalu ayat 18–21 memberikan sebuah penekanan penting: Firman Tuhan harus tinggal dalam hati mereka. Firman itu harus diajarkan kepada anak-anak, dibicarakan di rumah, dalam perjalanan, ketika bangun, dan ketika berbaring. Artinya, iman kepada Tuhan bukan hanya urusan ibadah sesaat, Tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ayat 22–25 kembali menegaskan bahwa ketika Israel hidup taat, Tuhan sendiri yang akan berjalan di depan mereka. Bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat akan dihalau oleh Tuhan. Kemenangan Israel bukan berasal dari kekuatan mereka, Tetapi dari penyertaan Allah.
Kemudian bagian penutup ayat 26–32 menghadapkan Israel pada dua pilihan: berkat atau kutuk. Berkat diberikan kepada mereka yang mendengarkan dan menaati Tuhan. Sebaliknya, kutuk datang kepada mereka yang memilih menyimpang dari jalan Tuhan. Gunung Gerizim dan Gunung Ebal menjadi simbol dua arah kehidupan: ketaatan membawa kehidupan, sedangkan ketidaktaatan membawa kehancuran.
Ketika membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa seluruh perjalanan Israel menunjuk kepada Kristus. Yesus adalah Pribadi yang taat sempurna kepada Bapa. Melalui salib-Nya, kita menerima keselamatan dan dipanggil hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Kristus juga mengajarkan bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti, Tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Karena itu kehidupan orang percaya harus dibangun di atas firman Tuhan, bukan pada kekuatan diri sendiri.
Refleksikanlah
© Pertanyaan Reflektif
Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari perikop ini?
Bagian mana dalam hidupmu yang masih sulit sepenuhnya bergantung kepada Tuhan?
Bagaimana kamu dapat hidup taat kepada firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang setia memelihara hidupku dari awal sampai akhir. Ajarku untuk hidup bergantung sepenuhnya kepada-Mu dan berjalan dalam ketaatan kepada firman-Mu. Jauhkan hatiku dari segala hal yang dapat membuatku menjauh dari-Mu. Biarlah firman-Mu tinggal dalam hatiku dan membentuk hidupku setiap hari. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment