© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 1: 34-40
Riwayat hukuman atas Israel
34, "Ketika TUHAN mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka dan bersumpah:🌿 Renungkanlah
Hallo guys, tude kita lanjut lagi perjalanan Ulangan yea.
Setelah ketidakpercayaan, sekarang kita melihat konsekuensinya.
Dan bagian ini serius banget… tapi juga penuh harapan.
Ayat 34–35
“Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, maka bangkitlah murka-Nya…”
Menurut tafsiran Peter C. Craigie (NICOT), murka Tuhan di sini bukan reaksi emosional yang meledak-ledak, tetapi respons perjanjian (covenantal response).
Israel telah menolak janji perjanjian Allah.
Generasi yang ditebus dari Mesir kehilangan hak untuk menikmati tanah perjanjian. Mereka "batu" mentok! Tegar tengkuk lebih percaya dirinya daripada Allah yang telah menyelamatkan mereka, menghadehh...
Serius ya…Dosa ketidakpercayaan bukan sekadar kelemahan psikologis tapi penolakan terhadap Allah yang sudah menyatakan diri-Nya.
Kadang kita pikir:
“Ah, cuma ragu sedikit kok…” Tapi ragu yang terus dipelihara bisa berubah jadi penolakan hati. Karena itu dengan pimpinan dan pertolongan Roh Kudus, kita juga perlu disiplin rohani agar iman percaya kita makin kokoh, yuk bisa yuk!
Ayat 36
“Kecuali Kaleb… ia akan melihat negeri itu.”
Kaleb disebut karena ia “mengikut TUHAN dengan sepenuh hati.”
Well. jangan salah ngerti ya guys, Kaleb tuh boleh masuk tanah perjanjain bukan karena ia paling kuat.
bukan karena ia paling berani secara natural. Tetapi karena hatinya utuh percaya pada Tuhan.
Di tengah mayoritas utusan yang takut, selalu ada Kaleb-Kaleb yang tetap percaya.
Pertanyaannya: kita ikut suara mayoritas, atau suara Tuhan? heumm
Ayat 37
“Juga terhadap aku TUHAN murka…”
Musa pun terkena dampaknya.
Ini bisa jadi solidaritas kepemimpinan.
Seorang pemimpin ikut memikul konsekuensi generasi yang dipimpinnya.
Ini menunjukkan satu hal penting:
Perjalanan rohani kita tidak pernah sepenuhnya individual. Keren sihhh
Ayat 38
“Yosua… dialah yang akan memasukinya.”
Di tengah penghakiman, ada janji penerusan.
Yosua menjadi simbol harapan baru.
Nama “Yosua” (Yehoshua) berarti: TUHAN adalah keselamatan.
Menarik ya…
teks ini menunjukkan, bahwa di Israel mungkin banget ada Generasi yang gagal.
Tapi rencana Allah gak pernah gagal.
Allah tetap setia pada janji-Nya, bahkan ketika manusia tidak setia. Puji Tuhan
Ayat 39
“Anak-anakmu… merekalah yang akan memasukinya.”
Yang dianggap lemah justru menerima warisan. Generasi yang merasa dewasa dan realistis justru gagal. Anak-anak yang tidak tahu apa-apa justru masuk tanah perjanjian.
Kadang kita merasa paling tahu.
Tapi Tuhan bekerja lewat hati yang sederhana dan percaya.
Ayat 40
“Tetapi kamu ini, berbaliklah dan berangkatlah ke padang gurun…”
Arah berubah. Dari tanah perjanjian kembali ke padang gurun.
Inilah konsekuensi spiritual yang harus dialami bangsa Israel guys.
Ketika iman menolak melangkah maju, hidup terasa seperti berputar-putar.
Israel gagal masuk karena ketidakpercayaan. Generasi itu mati di padang gurun.
Namun Yesus tidak gagal. Di Getsemani, Yesus tidak berkata, “Bapa, aku tidak percaya.”
Ia berkata, “Jadilah kehendak-Mu.”
Ia masuk ke “padang gurun” penderitaan,
supaya kita tidak berputar tanpa arah.
Jika generasi Israel kehilangan tanah perjanjian, Yesus membuka perhentian kekal bagi kita.
Ia memimpin umat-Nya masuk ke dalam janji Allah.
🌱 Refleksikanlah
Kadang hidup mirip gitu juga ga sih?:
• Kesempatan hilang karena keputusan salah
• Penyesalan datang terlambat
• Tujuan hidup kayak ga nyampe nyampe bahkan cenderung mundur
Teks kita hari ini mengajarkan tiga hal:
1️⃣ Right Thinking
Mengerti bahwa konsekuensi bukan berarti Allah berhenti setia.
Rencana-Nya lebih besar dari kegagalan kita.
2️⃣ Right Feeling
Berani mengakui penyesalan tanpa tenggelam dalam rasa bersalah.
Allah tetap bekerja melalui generasi baru dalam diri kita.
3️⃣ Right Acting
❓Pertanyaan Reflektif
Apakah ada keputusan karena ketakutan yang sedang kamu sesali?
Apakah kamu melihat konsekuensi sebagai kebencian Allah, atau disiplin kasih?
Bagaimana Yesus memberi harapan di tengah kegagalanmu?
🙏 Doa
Bapa yang setia,
Ampuni aku ketika aku meremehkan ketidakpercayaan.
Ajarkan aku melihat bahwa Engkau serius terhadap iman,
namun juga penuh kasih dalam disiplin.
Jika aku harus melewati padang gurun lagi,
bentuklah hatiku di sana.
Bangkitkan dalam diriku hati seperti Kaleb—
hati yang mengikuti-Mu sepenuh.
Dan tuntun aku melalui Yesus,
Pemimpin keselamatanku,
masuk ke dalam janji-Mu yang sejati.
Di dalam nama Tuhan Yesus,
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment