- Get link
- X
- Other Apps
© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 1: 9-18
Riwayat pengangkatan hakim-hakim
9, "Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu.
10, TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya.
11, TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.
12, Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu?
13, Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.
14, Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu.
15, Kemudian aku mengambil kepala-kepala sukumu, yakni orang-orang yang bijaksana dan berpengalaman, lalu aku mengangkat mereka menjadi pemimpin atas kamu, yakni sebagai kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima puluh dan kepala pasukan sepuluh dan sebagai pengatur pasukan bagi suku-sukumu.
16, Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya.
17, Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya.
18, Demikianlah aku pada waktu itu memerintahkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan."
"Renungkanlah”
Hello Guys, So, sekarang kita lanjut ke ay 9-18 ya. Bangsa Israel sedang berdiri di ambang tanah perjanjian. Musa tahu waktunya hampir selesai. Ia sedang melakukan satu hal penting yaitu mengingatkan generasi baru tentang masa lalu mereka.
Ayat 9–11: Musa mengakui sesuatu yang menarik. Allah telah melipatgandakan Israel seperti bintang di langit. Hal tersebut merupakan berkat yang besar. Tetapi berkat itu juga membawa kompleksitas. Semakin besar umat, semakin besar persoalan yang dihadapi. Semakin luas pengaruh, semakin berat tanggung jawab. Musa memakai kata “memikul, mengangkat, membawa beban.”
Ia berkata: aku tidak sanggup memikul ini sendirian. Ia menyampaikan sebuah pengakuan dalam kalimat yang jujur tanpa pencitraan. Musa mengakui keterbatasannya.
Dan perhatikan deh: sebelum mengeluh, Musa memuji Allah dulu (ay. 10–11).
Ia sadar pertumbuhan itu murni karya Tuhan.
Pemimpin sejati tahu membedakan antara berkat Allah dan kapasitas dirinya. Daebak pak Musa ^^
Ayat 12:
“Bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu?”
Tiga kata dipakai:
-
Kesusahan
-
Beban
-
Perkara
Artinya: konflik internal, masalah pribadi, dan sengketa hukum.
Memimpin umat Tuhan bukan hanya soal visi besar. Tetapi mendengar keluhan kecil, konflik relasi, dan keputusan sulit.
Dan Musa mengakui dengan jujur bahwa ia kewalahan.
Kadang kita berpikir pemimpin rohani tidak boleh lelah. Tapi Musa menunjukkan: kelelahan bukan hal yang gak boleh. Menyangkal keterbatasanlah yang berbahaya.
Ayat 13–15:
Musa berkata:
“Pilihlah orang-orang yang bijaksana, berakal budi, dan dikenal baik.”
Menarik ya guys, kepemimpinan dalam Alkitab bukan soal karisma, tetapi karakter.
-
Bijaksana → takut akan Tuhan.
-
Berakal budi → punya ketajaman menilai.
-
Dikenal → reputasinya transparan.
Tidak ada ruang untuk pemimpin tersembunyi.
Tidak ada kepemimpinan rahasia.
Dan Musa berkata: kalian kumpulkanlah orang dengan kriteria tersebut, aku yang akan mengangkat mereka.
Ada partisipasi umat. Ada otoritas ilahi.
Kepemimpinan bukan jabatan untuk dipamerkan.
Kepemimpinan adalah karunia untuk dibagikan.
Ayat 16–17: Standar Keadilan Allah
Instruksi Musa kepada para hakim sangat tegas:
-
Jangan pandang bulu.
-
Dengarkan yang kecil maupun yang besar.
-
Jangan gentar.
-
Pengadilan adalah milik Allah.
Frasa Ibrani “mengenali wajah” berarti tidak memihak berdasarkan siapa orangnya.
Di sini kita melihat jantung teokrasi Israel. Keadilan bukan soal sistem.
Keadilan adalah refleksi karakter Allah.
Dan Musa berkata: jangan takut manusia, karena ini pengadilan Allah.
Woww keknya Berat bener ya jadi pemimpin waktu ituu Tapi tenang, Musa juga bolak balik ngingetin Israel bahwa Allah akan menolong mereka, memberkati mereka, jadi Allah juga akan menolong dan memampukan pemimpin yang terpilih, sehingga orang yang terpilih tidak akan merasa, woww berat bener, jadi takut dan gentar, tapi juga gak ngerasa sombong karena kemampuan berasal dari dia. PD karena dipilih jadi pemimpin, rendah hati karena Tuhan yang menolong, azekk.
Ayat 18:
Musa menutup bagian ini dengan nada tegas:
“Aku telah memerintahkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan.”
Bahasa ini kuat.
Allah memberi perintah, bukan saran.
Sinai bukan sekadar pengalaman rohani. Sinai adalah aturan hidup bangsa Israel.
Musa berkata: “Aku tidak sanggup memikul ini sendirian.”
Dan itu benar.
Karena hanya ada satu Pribadi yang sanggup memikul seluruh beban umat manusia:
Yesus Kristus.
Musa membutuhkan pembagian beban.
Yesus memikul dosa dunia seorang diri.
Para hakim Israel mewakili keadilan Allah secara terbatas.
Kristus adalah Hakim yang sempurna dan adil.
Musa tidak sanggup memikul umat.
Yesus berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.”
Di kayu salib, Kristus memikul beban yang tak sanggup kita pikul.
Ia bukan hanya pemimpin yang adil.
Ia Juruselamat yang memikul beban dosa manusia. Puji Tuhan Yesus juruselamat
© Refleksikanlah
Guys, hidup kita juga penuh beban.
Tanggung jawab keluarga.
Pelayanan.
Pekerjaan.
Relasi.
Keputusan-keputusan berat.
Kadang kita seperti Musa: merasa harus kuat sendirian.
Tetapi teks ini mengajar kita tiga hal penting:
✨ Right Thinking
Sadari bahwa pertumbuhan dan tanggung jawab adalah berkat Tuhan — sehingga kita sadar, kita sebagai manusia itu terbatas.
Jangan berpikir: “Aku harus sanggup semuanya.”
Berpikirlah: “Allah adalah sumber kekuatan, dan Ia merancang hidup dalam komunitas.”
Kepemimpinan bukan berarti kamu menjadi superman rohani.
Kepemimpinan adalah mengakui keterbatasan namun tetap taat.
💛 Right Feeling
Tidak apa-apa merasa lelah.
Tidak apa-apa merasa kewalahan.
Yang salah adalah merasa bersalah karena tidak sempurna.
Bawa rasa lelah itu kepada Tuhan, bukan dipendam atau dilampiaskan pada orang lain.
Kerendahan hati lebih indah daripada sok kuat tapi akhirnya berantakan.
🚶♂️ Right Acting
Belajar mendelegasikan.
Belajar berbagi beban.
Belajar memilih orang yang berkarakter.
Dan ketika kamu berada di posisi menghakimi atau memimpin:
Jangan pandang wajah.
Pandang keadilan Allah.
Berani adil.
Berani benar.
Berani takut Tuhan lebih daripada takut manusia.
© Pertanyaan Reflektif
Di bagian mana kamu merasa seperti Musa — kewalahan dan ingin menyerah?
-
Apakah kamu sedang mencoba memikul sesuatu yang Tuhan tidak pernah minta kamu pikul sendirian?
-
Apakah kamu memimpin atau mengambil keputusan dengan takut akan Tuhan atau takut akan manusia?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, ajarku untuk mengenal batas kemampuanku dan tetap setia pada panggilan-Mu.
Bentuklah pikiranku agar benar, hatiku agar lembut, dan tindakanku agar adil.
Tolong aku memikul tanggung jawabku dengan takut akan Engkau, bukan takut manusia.
Dalam nama Yesus.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment