© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 2: 1-25
Riwayat perjalanan di padang gurun
1, "Kemudian kita balik dan berangkat ke padang gurun, ke arah Laut Teberau, seperti yang difirmankan TUHAN kepadaku. Lama kita berjalan keliling pegunungan Seir.
2, Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku, demikian:
3, Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara.
4, Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali;
5, janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya.
6, Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat minum.
7, Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.
8, Kemudian kita berjalan terus, meninggalkan daerah saudara-saudara kita, bani Esau yang diam di Seir, meninggalkan jalan dari Araba-Yordan, yakni dari Elat dan Ezion-Geber. Sesudah itu kita belok dan berjalan terus ke arah padang gurun Moab.
9, Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Janganlah melawan Moab dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apapun dari negerinya menjadi milikmu, karena Ar telah Kuberikan kepada bani Lot menjadi miliknya.
10, Dahulu orang Emim diam di sana, suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak.
11, Mereka itupun dikira orang Refaim, seperti juga orang Enak, tetapi orang Moab menyebut mereka orang Emim.
12, Dan dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memunahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di sana menggantikan mereka, seperti yang dilakukan orang Israel dengan negeri miliknya yang diberikan TUHAN kepada mereka.
13, Jadi sekarang bersiaplah kamu dan seberangilah sungai Zered. Lalu kita menyeberangi sungai Zered.
14, Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada tiga puluh delapan tahun, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan, seperti yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada mereka;
15, dan tangan TUHAN juga melawan mereka untuk menghamburkan mereka dari perkemahan, sampai mereka habis binasa.
16, Maka ketika dari bangsa itu telah habis binasa semua prajurit,
17, berfirmanlah TUHAN kepadaku:
18, Pada hari ini engkau akan berjalan melintasi perbatasan Moab, yakni Ar,
19, maka engkau sampai ke dekat bani Amon. Janganlah melawan mereka dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apapun dari negeri bani Amon itu menjadi milikmu, karena Aku telah memberikannya kepada bani Lot menjadi miliknya.
20, --Negeri inipun dikira orang negeri orang Refaim. Dahulu orang Refaim diam di sana, tetapi orang Amon menyebut mereka orang Zamzumim,
21, suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak, tetapi TUHAN telah memunahkan mereka dari hadapan bani Amon, sehingga orang-orang ini menduduki daerah mereka dan menetap di sana menggantikan mereka;
22, seperti yang dilakukan TUHAN bagi bani Esau yang diam di Seir, ketika Ia memunahkan orang Hori dari hadapan mereka, sehingga mereka menduduki daerah orang Hori itu dan menetap di sana menggantikan orang-orang itu sampai sekarang.
23, Juga orang Awi yang diam di kampung-kampung sampai Gaza, dipunahkan oleh orang Kaftor yang berasal dari Kaftor, lalu orang Kaftor itu menetap di sana menggantikan mereka. --
24, Bersiaplah kamu, berangkatlah dan seberangilah sungai Arnon. Ketahuilah, Aku menyerahkan Sihon, raja Hesybon, orang Amori itu, beserta negerinya ke dalam tanganmu; mulailah menduduki negerinya dan seranglah Sihon.
25, Pada hari ini Aku mulai mendatangkan ke atas bangsa-bangsa di seluruh kolong langit keseganan dan ketakutan terhadap kamu, sehingga mereka menggigil dan gemetar karena engkau, apabila mereka mendengar tentang kamu."
"Renungkanlah”
Hello guys, Hari ini kita melihat sesuatu yang sangat menarik:
Israel tidak langsung masuk tanah perjanjian.
Mereka muter dulu. 38 tahun, se lama itu guyss
Ayat 1–3 — “Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling…”
Bayangin aja, mereka berjalan keliling gunung bertahun-tahun.
Zaman dulu gak ada GPS ya kan, jadi udah pasti bukan karena salah petunjuk. Tapi karena generasi sebelumnya tidak percaya.
Namun di ayat 3 Tuhan berkata:
“Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling… beloklah sekarang ke utara.”
Kalimat ini penuh harapan.
Artinya: masa muter-muter ada batasnya.
Tuhan bukan cuma menghukum.
Tuhan juga tahu kapan berkata, “Sudah cukup. Sekarang maju.”
Kalau hari ini hidup terasa seperti muter di gunung yang sama,
ingat: Tuhan tahu kapan berkata “cukup.”, jadi tetaplah berjuang untuk taat guyss
🌍 Ayat 4–9 — Hormati batas yang Tuhan tetapkan
Israel diperintahkan melewati wilayah Edom, Moab, dan Amon—
tapi tidak boleh menyerang mereka.
Kenapa?
Karena Tuhan sudah memberikan tanah itu kepada mereka.
Liat ya guys, Allah bukan hanya Allah Israel.
Ia juga Allah yang berdaulat atas bangsa-bangsa lain.
Israel adalah umat pilihan, tapi bukan berarti mereka boleh mengambil semuanya.
Kadang kita berpikir:
“Kalau Tuhan menyertai aku, berarti semua pintu boleh aku dobrak.”
Tapi ternyata tidak.
Ada tanah yang bukan bagian kita.
Ada kesempatan yang bukan panggilan kita.
Ada wilayah yang harus kita hormati.
Kedewasaan rohani bukan cuma tahu kapan maju, tapi juga tahu kapan berhenti. Dan relasi kita sama Tuhan bisa memberi kepekaan untuk melihat petunjuk kapan maju, kapan istirahat kapan brenti.
💧 Ayat 6–7 — Allah yang mencukupkan
Tuhan berkata: beli makanan, beli air. Jangan bergantung pada Edom.
Lalu Musa mengingatkan:
“Keempat puluh tahun ini TUHAN menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.”
Wow. Empat puluh tahun di padang gurun. Dan tidak kekurangan.
Artinya apa?
Padang gurun bukan tempat kelimpahan luar biasa.
Tapi juga bukan tempat kekurangan total.
Padang Gurun adalah tempat pembentukan.
Kadang kita melihat hidup kita dan berkata:
“Aku belum sampai tujuan.”
Tapi coba lihat lagi:
apakah Tuhan pernah benar-benar meninggalkan kita?
Atau sebenarnya Beliau mencukupkan, walau tidak memanjakan?
⏳ Ayat 14–15 — 38 Tahun Menunggu
Generasi lama harus berlalu.
Bukan karena Tuhan kejam.
Tapi karena Tuhan setia pada firman-Nya.
Kadang bagian paling berat dari perjalanan rohani adalah:
menunggu musim lama selesai.
Ada hal-hal dalam hidup kita yang memang harus “mati”:
-
mentalitas lama,
-
pola pikir lama,
-
ketidakpercayaan lama.
Tuhan tidak hanya membawa Israel ke tanah baru.
Tuhan membentuk generasi baru.
🌎 Ayat 10–23 — Tuhan yang berdaulat atas sejarah
Musa mengingatkan bahwa bangsa-bangsa lain juga pernah mengalahkan raksasa.
Edom, Moab, Amon—semuanya pernah menghadapi bangsa besar seperti Refaim dan orang Enak.
Israel bukan satu-satunya yang mengalami karya Tuhan.
Allah bekerja dalam sejarah dunia. Ia mengatur bangsa-bangsa.
Ia menetapkan batas wilayah.
Tuhan bukan hanya Tuhan “gereja.” Ia Tuhan sejarah.
Dan kalau Ia mengatur sejarah bangsa-bangsa,
Ia juga mampu mengatur detail hidup kita. Ya kann
⚔️ Ayat 24–25 — Sekarang waktunya maju
Setelah banyak “jangan serang,” akhirnya Tuhan berkata:
“Sekarang bangkitlah… Aku menyerahkan Sihon ke dalam tanganmu.”
Perhatikan urutannya:
-
Ada masa muter.
-
Ada masa menunggu.
-
Ada masa menghormati batas.
-
Lalu ada masa bertindak.
Iman bukan selalu maju. Iman adalah mengikuti ritme Tuhan.
Perjalanan Israel adalah gambaran perjalanan kita.
Kita juga pernah:
-
muter karena salah langkah,
-
menunggu karena proses,
-
bingung kenapa belum sampai tujuan.
Tapi Yesus adalah pemimpin yang sempurna.
Israel butuh Yosua untuk masuk tanah perjanjian.
Kita punya Yesusi.
Yesus tidak pernah muter karena ketidakpercayaan.
Ia berjalan lurus menuju salib.
Dan melalui salib:
-
dosa generasi lama kita dimatikan,
-
manusia lama kita disalibkan,
-
generasi baru dalam Kristus dibangkitkan.
Kalau Israel akhirnya masuk tanah perjanjian,
kita masuk ke dalam perhentian sejati melalui Kristus.
Perjalanan kita bukan tanpa arah.
Kristus adalah arah hidup kita.
Refleksikanlah
Guys, hari ini kita belajar tentang Allah yang:
-
sabar,
-
berdaulat,
-
menetapkan batas,
-
mencukupkan,
-
dan tahu kapan berkata “cukup, sekarang maju.”
Mari belajar hidup dengan:
1️⃣ Right Thinking
-
Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas hidupku.
-
Masa “muter” bukan berarti Tuhan meninggalkan.
-
Tidak semua pintu harus aku masuki—ada batas ilahi.
2️⃣ Right Feeling
-
Jika sedang menunggu, jangan putus asa.
-
Jika merasa tertinggal, ingat Tuhan sedang membentuk.
-
Jika melihat orang lain “lebih cepat,” percayalah ritme Tuhan untukmu unik.
3️⃣ Right Acting
-
Taatilah batas yang Tuhan tetapkan.
-
Jangan menyerang wilayah yang bukan panggilanmu.
-
Saat Tuhan berkata “maju,” melangkahlah dengan percaya diri.
-
Saat Tuhan berkata “tunggu,” berhentilah tanpa pahit hati.
Yuk, kita bersandar pada kasih setia Allah yang besar, Yuk bisa Yuk ^^V
© Pertanyaan Reflektif
Apakah ada “gunung Seir” dalam hidupmu yang sedang kamu kelilingi?
Apakah ada batas yang Tuhan sedang ajarkan untuk kamu hormati?
Apakah hari ini Tuhan sedang berkata “tunggu” atau “maju”?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan yang berdaulat atas sejarah,
terima kasih karena Dikau tidak pernah kehilangan kendali atas hidupku.
Jika aku sedang muter-muter,
ajar aku percaya bahwa Dikau sedang membentuk.
Jika Dikau berkata “cukup,”
beri aku keberanian untuk melangkah.
Jika Dikau menetapkan batas,
ajar aku taat dan rendah hati.
Terima kasih untuk Yesus Kristus,
Pemimpin sejati hidupku,
yang menuntunku masuk ke dalam janji-Mu.
Dalam nama Tuhan Yesus,
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment