- Get link
- X
- Other Apps
© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 15: 12-18
Memerdekakan budak Ibrani
12, "Apabila seorang saudaramu menjual dirinya kepadamu, baik seorang laki-laki Ibrani ataupun seorang perempuan Ibrani, maka ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka.
13, Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa,
14, engkau harus dengan limpahnya memberi bekal kepadanya dari kambing dombamu, dari tempat pengirikanmu dan dari tempat pemerasanmu, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya.
15, Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu; itulah sebabnya aku memberi perintah itu kepadamu pada hari ini.
16, Tetapi apabila dia berkata kepadamu: Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau, karena ia mengasihi engkau dan keluargamu, sebab baik keadaannya padamu,
17, maka engkau harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu, sehingga ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kauperbuat kepada budakmu perempuan.
18, Janganlah merasa susah, apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, sebab enam tahun lamanya ia telah bekerja padamu dengan jasa dua kali upah seorang pekerja harian. Maka TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala sesuatu yang kaukerjakan."
"Renungkanlah”
Hello Guys, Aku kasih case untuk bisa dibayangkan ya, anggep aja ada seorang karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun di sebuah perusahaan. Ia bekerja dengan setia. Tenaganya dipakai dengan efektif dan efisien. Waktunya diberikan dengan total optimal. Keahliannya dipersembahkan untuk kemajuan perusahaan. Nah, suatu ketika masa kerjanya selesai, lalu si pemilik perusahaan berkata:
"Terima kasih ya. Sekarang silakan pergi."
Anggepnya dia gak dikasih pesangon. Gak ada penghargaan. Like keluar tanpa bekal apa pun, ya kan.
Membayangkan case itu pasti kita dalam hati bilang, "rasanya tidak adil ya"?
Nah, kurang lebih itulah yang ingin dicegah oleh Tuhan dalam bagian ini.
Ulangan 15 membawa kita melihat sesuatu yang menarik.
Kemarin Musa berbicara tentang penghapusan hutang.
Hari ini Musa berbicara tentang pembebasan budak Ibrani.
Sekilas kedua tema ini berbeda.
Tetapi sebenarnya memiliki akar yang sama:
Allah tidak menghendaki umat-Nya hidup dalam perbudakan yang permanen.
Ayat 12 menjelaskan bahwa apabila seorang laki-laki atau perempuan Ibrani menjadi budak dan bekerja selama enam tahun, maka pada tahun ketujuh mereka harus dibebaskan.
Di dunia kuno, hal seperti ini sangat tidak biasa.
Pada zaman itu budak sering dianggap sebagai aset ekonomi.
Mereka dapat diwariskan. Mereka dapat diperjualbelikan.
Mereka dapat menjadi milik seseorang sepanjang hidupnya.
Namun hukum Tuhan berbeda dengan sistem yang berlaku saat itu.
Lha kok bisa? Mengapa?
Karena Israel sendiri pernah menjadi budak.
Seluruh hukum sosial dalam kitab Ulangan berdiri di atas satu fondasi besar: ingatan akan tindakan penyelamatan Allah.
Israel tidak boleh memperlakukan sesamanya seperti bangsa Mesir memperlakukan mereka dahulu.
Allah telah membebaskan mereka dari perbudakan, maka mereka harus menjadi komunitas yang mempraktikkan pembebasan.
Inilah yang muncul pada ayat 15:
"Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu."
Perhatikan ya guys...
Musa tidak berkata:
"Kasihanilah mereka karena mereka miskin."
Meskipun itu benar.
Tetapi Musa berkata:
"Ingatlah siapa dirimu dahulu."
Dengan kata lain, belas kasihan lahir dari ingatan akan anugerah.
Orang yang lupa bahwa dirinya pernah ditolong Tuhan biasanya akan sulit menolong orang lain.
Orang yang lupa bahwa dirinya pernah menerima kasih karunia biasanya akan sulit menunjukkan kasih karunia.
Kemudian ayat 13-14 memberikan perintah yang sangat mengejutkan.
Budak yang dibebaskan tidak boleh dilepaskan dengan tangan hampa.
Sebaliknya, sang tuan harus memberikan bekal yang cukup.
Dari kawanan ternaknya.
Dari hasil panennya.
Dari hasil kebunnya.
Mengapa?
Karena tujuan pembebasan bukan sekadar mengakhiri perbudakan.
Tujuan pembebasan adalah memberi kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru.
Tuhan tidak hanya berkata:
"Biarkan dia pergi."
Tetapi:
"Pastikan dia bisa hidup setelah pergi."
Betapa indahnya hati Allah.
Allah tidak hanya peduli pada kebebasan.
Allah juga peduli pada keberlangsungan hidup.
Allah tidak hanya memutus rantai perbudakan.
Allah juga menyediakan jalan bagi masa depan.
Terpujilah Tuhan Allah!
Lalu muncul sebuah situasi yang unik pada ayat 16-17.
Bagaimana jika sang budak tidak mau pergi?
Bagaimana jika ia berkata:
"Aku mengasihi tuanku."
"Aku mengasihi keluarganya."
"Aku bahagia tinggal di sini."
Dalam kasus seperti itu, ia boleh memilih untuk tetap tinggal.
Telinganya akan ditindik sebagai tanda komitmen permanen kepada tuannya.
Menariknya, di sini kita melihat sesuatu yang sangat berbeda dari gambaran perbudakan yang sering kita bayangkan.
Budak ini tidak dipaksa tinggal.
Ia memilih tinggal.
Lha kok bisa? Mengapa?
Karena ia mengalami relasi yang baik dengan tuannya.
Kasih membuatnya memilih untuk tetap mengabdi.
Bukankah ini juga gambaran yang indah tentang relasi kita dengan Tuhan?
Sebagai orang percaya, kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa oleh Kristus.
Namun setelah dibebaskan, kita justru memilih untuk menjadi hamba Kristus.
Bukan karena terpaksa.
Bukan karena takut.
Tetapi karena kasih.
Kita melayani Dia karena kita mengasihi Dia.
Ayat 18 kemudian menutup bagian ini dengan sebuah janji.
Musa berkata:
"Janganlah merasa susah apabila engkau melepaskan dia."
Mengapa?
Karena Tuhan akan memberkati engkau.
Masalah terbesar ternyata bukan kehilangan tenaga kerja.
Masalah terbesar ada pada hati manusia yang takut kehilangan.
Takut rugi.
Takut berkurang.
Takut memberi.
Tetapi Musa mengingatkan bahwa Allah yang memerintahkan kemurahan hati adalah Allah yang juga sanggup mencukupi kebutuhan umat-Nya.
Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat Yesus Kristus sebagai penggenapan terbesar dari tema pembebasan ini.
Kita semua pernah menjadi budak dosa.
Tidak ada seorang pun yang mampu membebaskan dirinya sendiri.
Tetapi Kristus datang untuk menebus kita.
Melalui salib-Nya, Ia membayar harga yang tidak dapat kita bayar.
Ia bukan hanya membebaskan kita dari hukuman dosa.
Ia juga memberikan warisan baru, identitas baru, dan hidup yang baru.
Karena itu kehidupan orang percaya seharusnya menjadi kehidupan yang dipenuhi rasa syukur dan ketaatan.
Kita menaati Tuhan bukan untuk memperoleh keselamatan.
Kita menaati Tuhan karena kita telah diselamatkan.
Refleksikanlah
1. Right Thinking
Allah adalah Allah yang membebaskan, bukan memperbudak. Seluruh hukum-Nya lahir dari karya penebusan-Nya. Karena itu setiap bentuk belas kasihan, kemurahan hati, dan keadilan yang kita lakukan kepada sesama merupakan refleksi dari kasih Allah yang lebih dahulu kita terima.
2. Right Feeling
Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur karena Kristus telah membebaskan kita dari perbudakan dosa. Biarlah syukur itu juga menumbuhkan belas kasihan kepada orang lain dan menjauhkan kita dari sikap egois, keras hati, dan hanya memikirkan keuntungan diri sendiri.
3. Right Acting (Tindakan Benar)
Mari belajar menaati "aturan main" Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Bacalah Firman Tuhan, renungkan, dan hiduplah sesuai dengan kehendak-Nya. Tunjukkan kasih, keadilan, dan kemurahan hati kepada orang-orang yang Tuhan percayakan dalam hidup kita, baik di rumah, di gereja, di kantor, maupun di mana pun kita berada.
© Pertanyaan Reflektif
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena melalui Yesus Kristus Dikau telah membebaskan aku dari perbudakan dosa.
Tolong aku untuk selalu mengingat kasih karunia-Mu sehingga aku dapat hidup dengan hati yang penuh syukur, belas kasihan, dan ketaatan.
Ajarku untuk mengikuti aturan-Mu setiap hari dan memperlakukan sesamaku dengan kasih sebagaimana Engkau telah lebih dahulu mengasihiku.
Dalam nama Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment