© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 4: 1-40
Musa menasihati bangsa itu memelihara hukum Allah
1, "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
2, Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.
3, Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor,
4, sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.
5, Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
6, Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
7, Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?
8, Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
9, Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,
10, yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka.
11, Lalu kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan.
12, Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.
13, Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.
14, Dan pada waktu itu aku diperintahkan TUHAN untuk mengajarkan kepadamu ketetapan dan peraturan, supaya kamu melakukannya di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya.
15, Hati-hatilah sekali--sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api--
16, supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;
17, yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara,
18, atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi;
19, dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,
20, sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini.
21, Tetapi TUHAN menjadi murka terhadap aku oleh karena kamu, dan Ia bersumpah, bahwa aku tidak akan menyeberangi sungai Yordan dan tidak akan masuk ke dalam negeri yang baik, yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
22, Sebab aku akan mati di negeri ini dan tidak akan menyeberangi sungai Yordan, tetapi kamu akan menyeberanginya dan menduduki negeri yang baik itu.
23, Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat.
24, Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.
25, Apabila kamu beranak cucu dan kamu telah tua di negeri itu lalu kamu berlaku busuk dengan membuat patung yang menyerupai apapun juga, dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya,
26, maka aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu habis binasa dengan segera dari negeri ke mana kamu menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya; tidak akan lanjut umurmu di sana, tetapi pastilah kamu punah.
27, TUHAN akan menyerakkan kamu di antara bangsa-bangsa dan hanya dengan jumlah yang sedikit kamu akan tinggal di antara bangsa-bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan kamu.
28, Maka di sana kamu akan beribadah kepada allah, buatan tangan manusia, dari kayu dan batu, yang tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, tidak dapat makan dan tidak dapat mencium.
29, Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.
30, Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya.
31, Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
32, Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu.
33, Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup?
34, Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
35, Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
36, Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api.
37, Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,
38, untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini.
39, Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
40, Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."
"Renungkanlah”
Hello guys…Kita masih berdiri di dataran Moab. Musa tahu waktunya hampir selesai. Ia tidak akan menyeberangi sungai Yordan. Tetapi sebelum tongkat kepemimpinan berpindah, ia sedang melakukan sesuatu yang sangat penting: ia membentuk kesadaran rohani generasi baru.
Isi Kitab Ulangan bukan hanya pengulangan hukum.
Ini adalah pembaruan perjanjian. Ini adalah rekoleksi iman.
Dan pasal 4 adalah jantung teologisnya.
Ayat 1-8, Musa membuka dengan kata yang sangat kuat:
“Dengarlah…”
Dalam bahasa Ibrani digunakan kata shamaʿ , artinya bukan sekadar mendengar dengan telinga, tetapi mendengar dengan respons ketaatan. Mendengar berarti melakukan.
Ketaatan itu bukan tambahan opsional. Musa berkata:
“Janganlah kamu menambahi… dan janganlah kamu menguranginya.”
Artinya:
Firman Tuhan tidak boleh direvisi sesuai selera manusia.
Tidak boleh ditambah demi kenyamanan.
Tidak boleh dikurangi demi kompromi.
Mengapa?
Karena hidup Israel tergantung pada ketaatan itu.
“Supaya kamu hidup…”
Hidup dalam teologi Ulangan bukan kayak bangun tidur, nafas, menjalani kehidupan and repeat! No! Hidup dalam teologi ulangan artinya hidup dalam perkenanan Allah, hidup dalam perjanjian, hidup dalam berkat-Nya.
Musa lalu mengingatkan tragedi Baal-Peor (bdk. Kitab Bilangan 25). Mereka yang mengikuti penyembahan berhala binasa. Tetapi mereka yang berpaut pada TUHAN tetap hidup.
Di sini kita belajar bahwa ketaatan adalah jalur kehidupan.
Dan lebih jauh lagi, Musa berkata bahwa ketaatan Israel akan menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa:
“Bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”
Hikmat adalah hidup yang selaras dengan karakter Allah.
Dan Musa bertanya secara retoris:
“Bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat…?”
Di sinilah keunikan Israel:
Allah yang transenden sekaligus imanen.
Allah yang Mahatinggi sekaligus dekat ketika dipanggil.
Ayat 9-24, Musa membawa mereka kembali ke Horeb (Sinai). Gunung itu menyala. Awan dan kegelapan meliputinya. Suara Allah terdengar dari tengah api.
Tetapi mereka tidak melihat rupa.
Ini sangat penting.
Israel mendengar suara, bukan melihat gambar.
Allah menyatakan diri-Nya melalui firman, bukan melalui bentuk visual.
Karena itu Musa memperingatkan:
“Jangan membuat patung…”
Mengapa?
Karena setiap upaya menggambarkan Allah dalam bentuk ciptaan adalah reduksi terhadap kemuliaan-Nya. Wowww
Allah tidak dapat dipersempit menjadi objek. Ya kann
Dan Musa menegaskan satu kalimat teologis yang menggetarkan:
“TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.”
Api menghanguskan menunjuk pada kekudusan-Nya.
Allah cemburu menunjuk pada kesetiaan perjanjian-Nya.
Cemburu di sini bukan emosi tidak dewasa. Kayak ngambek-ngambek gituu
Ini adalah kecemburuan kasih perjanjian.
Allah tidak rela umat-Nya berselingkuh dengan berhala.
Menariknya, di tengah nasihat itu Musa kembali menyebut kegagalannya sendiri (ay.21–22). Ia tidak masuk tanah perjanjian karena tidak menghormati kekudusan Tuhan. Menurut ku sih beliau besar hati bangettt, green flag abis
Seolah Musa berkata:
“Jangan ulangi kesalahanku. Hormatilah Dia.”
Ayat 25-31,
Ia berkata: jika kamu menyimpang, kamu akan tercerai-berai di antara bangsa-bangsa.
Nubuatan ini kelak digenapi dalam pembuangan. So saddd, padahal udah diingetin yak
Tetapi perhatikan ayat 29:
“Di sana engkau akan mencari TUHAN… dan menemukan-Nya, asal engkau mencari Dia dengan segenap hatimu.”
Di tengah ancaman penghakiman, ada janji pemulihan.
Karena:
“TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang.”
Kasih setia-Nya lebih besar daripada kegagalan umat-Nya.
Ia tidak melupakan perjanjian-Nya.
Ay 32-40, Bagian penutup ini adalah deklarasi monoteisme yang agung.
Musa menantang mereka:
Adakah bangsa yang pernah mendengar suara Allah dari api dan tetap hidup?
Adakah allah yang mengambil suatu bangsa dari tengah bangsa lain dengan tangan yang kuat?
Jawabannya jelas: tidak ada.
Dan puncaknya di ayat 39:
“TUHANlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.”
Inilah fondasi iman Israel.
Bukan sekadar hukum taurat
Bukan sekadar tradisi turun temurun
Tetapi pengenalan bahwa hanya Yahweh adalah Allah.
Dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa pewahyuan Allah yang dahulu dinyatakan dalam suara dan api, kini mencapai puncaknya di dalam Perjanjian Baru dalam Pribadi Yesus Kristus.
Ia adalah Firman yang menjadi manusia.
Ia bukan sekadar menyampaikan hukum.
Ia menggenapinya.
Jika Israel dipanggil untuk taat supaya hidup,
di dalam Kristus kita menerima hidup baru yang memampukan kita untuk taat. Puji Tuhan ^^
Refleksikanlah
Guys…Hari ini kita melihat Allah yang:
-
Kudus seperti api yang menghanguskan.
-
Cemburu dalam kasih perjanjian-Nya.
-
Dekat ketika dipanggil.
-
Penyayang ketika umat-Nya bertobat.
-
Satu-satunya Allah yang benar.
Pertanyaannya bukan hanya:
“Apakah aku tahu hukum-Nya?”
Tetapi:
“Apakah aku hidup dalam ketaatan yang lahir dari pengenalan akan Dia?”
Di kantor.
Di rumah.
Dalam pelayanan.
Dalam keputusan kecil sehari-hari.
Ketaatan bukan legalisme.
Ketaatan adalah respons kasih kepada Allah yang telah lebih dulu mengasihi dan menyelamatkan.
© Pertanyaan Reflektif
Area mana dalam hidupmu yang cenderung “menambah” atau “mengurangi” firman Tuhan?
Apakah kamu masih memiliki rasa hormat dan gentar yang kudus terhadap Allah?
Bagaimana kamu dapat mewariskan iman ini kepada generasi setelahmu?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan yang kudus dan penyayang,
Tanamkan dalam hatiku rasa takut akan Dikau yang benar.
Jangan biarkan aku memodifikasi firman-Mu sesuai keinginanku.
Ajarku taat dengan segenap hati.
Dan mampukan aku hidup sebagai saksi bahwa hanya Dikaulah Allah, tidak ada yang lain.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment