© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 14: 3-21
Binatang yang haram dan yang tidak haram
3, "Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian.
4, Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing;
5, rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan.
6, Setiap binatang berkaki empat yang berkuku belah--yaitu yang kukunya bersela panjang menjadi dua--dan yang memamah biak di antara binatang-binatang berkaki empat, itu boleh kamu makan.
7, Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu.
8, Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.
9, Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air; segala yang bersirip dan bersisik boleh kamu makan,
10, tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik janganlah kamu makan; haram semuanya itu bagimu.
11, Setiap burung yang tidak haram boleh kamu makan.
12, Tetapi yang berikut janganlah kamu makan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut;
13, elang merah, elang hitam dan burung dendang menurut jenisnya;
14, setiap burung gagak menurut jenisnya;
15, burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya;
16, burung pungguk, burung hantu besar, burung hantu putih;
17, burung undan, burung ering dan burung dendang air;
18, burung ranggung, dan bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.
19, Juga segala binatang mengeriap yang bersayap, itupun haram bagimu, jangan dimakan.
20, Segala burung yang tidak haram boleh kamu makan.
21, Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."
"Renungkanlah”
Hello Guys, Hello Guys, sebagaimana yang kita sudah pelajari dari renungan harian kita, Bangsa Israel adalah umat yang telah dipilih Allah YHWH. Mereka ditebus dari perbudakan Mesir. dan dipanggil untuk hidup berbeda dari bangsa-bangsa lain.
Karena itu Musa kembali mengingatkan mereka tentang makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Namun sebenarnya, bagian ini poin utamanya tuh bukan cerita makanan.
Bagian ini berbicara tentang identitas umat Allah.
Ayat 3, dimulai dengan sebuah perintah yang sangat singkat:
"Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian."
Mengapa Tuhan memberikan aturan seperti ini?
Bukankah semua ciptaan Allah itu baik?
Di bagian lain Alkitab kita belajar bahwa setiap ciptaan Allah memang baik adanya.
Namun dalam konteks Perjanjian Lama,
Allah memberikan aturan makanan tertentu untuk mengajar Israel tentang kekudusan.
Melalui aturan sehari-hari seperti makan dan minum, Israel terus diingatkan bahwa mereka adalah umat yang berbeda dari bangsa lain.
Mereka dipanggil untuk hidup kudus di tengah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan.
Kemudian ayat 4–20 menjelaskan berbagai jenis binatang yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Sebagian besar aturan ini sebenarnya sudah pernah diberikan dalam kitab Imamat.
Musa mengulanginya kembali karena generasi yang akan memasuki Tanah Perjanjian perlu mengingat identitas mereka sebagai umat Allah.
Ada beberapa perbedaan kecil antara daftar dalam Imamat dan Ulangan.
Beberapa jenis hewan disebutkan dengan urutan yang berbeda.
Beberapa kelompok binatang dijelaskan lebih singkat.
Bahkan ada beberapa jenis unggas yang disebut dengan nama yang berbeda.
Namun inti pesannya tetap sama:
Allah ingin umat-Nya belajar membedakan yang kudus dan yang tidak kudus.
Melalui kebiasaan makan sehari-hari, Israel diajar untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.
Lalu ayat 21 kembali mengingatkan:
"Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu."
Nahhhh
Inilah alasan utama di balik seluruh peraturan tersebut.
Bukan cuman isu kesehatan.ataupun soal pola makan. Tetapi menekankan tentang identitas.
Israel adalah umat milik Allah.
Karena itu bahkan hal-hal yang tampak biasa, seperti makan dan minum, harus mencerminkan relasi mereka dengan Tuhan.
Ketika membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Kristus telah menggenapi hukum-hukum seremonial Perjanjian Lama.
Karena itu orang percaya masa kini tidak lagi terikat pada aturan makanan seperti bangsa Israel dahulu.
Yesus sendiri mengajarkan bahwa yang menajiskan seseorang bukanlah makanan yang masuk ke dalam mulut, melainkan apa yang keluar dari hati.
Namun prinsip kekudusan yang diajarkan dalam bagian ini tetap relevan.
Allah tetap memanggil umat-Nya untuk hidup berbeda dari dunia.
Bukan melalui daftar makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan, melainkan melalui hati yang telah diperbarui oleh Kristus.
Karena itu setiap berkat yang Tuhan berikan,termasuk makanan yang kita nikmati setiap hari,
seharusnya mengingatkan kita pada kasih dan pemeliharaan Allah.
Dan ketika Tuhan memberkati kita, kita juga dipanggil untuk memperhatikan mereka yang kekurangan.
Refleksikanlah
1. Right Thinking
Allah adalah Pribadi yang kudus dan memanggil umat-Nya untuk hidup berbeda dari dunia. Kekudusan bukan hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga dalam cara hidup sehari-hari yang mencerminkan identitas sebagai umat milik Allah.
2. Right Feeling
Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur atas setiap pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita, termasuk melalui makanan dan kebutuhan sehari-hari yang Dia sediakan. Pada saat yang sama, milikilah hati yang peka terhadap mereka yang masih bergumul untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Right Acting (Tindakan Benar)
Mari belajar menikmati setiap berkat Tuhan dengan penuh ucapan syukur. Gunakan berkat yang Tuhan percayakan untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan, sehingga melalui hidup kita orang lain juga dapat merasakan kasih dan pemeliharaan Tuhan.
© Pertanyaan Reflektif
- Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari perikop ini?
- Mengapa menurutmu Allah begitu menekankan identitas umat-Nya dalam kehidupan sehari-hari?
- Bagaimana kamu dapat menunjukkan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan melalui tindakan nyata kepada orang lain?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan Yesus, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang memelihara hidupku setiap hari.
Terima kasih untuk setiap berkat yang Dikau berikan, termasuk makanan, kesehatan,
dan segala kebutuhan hidupku.
Ajarku untuk hidup sebagai umat-Mu yang kudus, yang memuliakan nama-Mu dalam setiap aspek kehidupan.
Berikan aku hati yang murah hati untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sehingga melalui hidupku orang lain juga dapat merasakan kasih-Mu.
Dalam nama Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment