© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 7: 1-11
Sikap terhadap penduduk tanah Kanaan
1, "Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu,
2, dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka.
3, Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki;
4, sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.
5, Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis.
6, Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.
7, Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
8, tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
9, Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,
10, tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.
11, Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."
"Renungkanlah”
Hello Guys, Bayangkan kamua ada di moment itu. Bangsa Israel udah berdiri di tepi Tanah Perjanjian.
Di depan mereka bukan taman kosong. Bukan tanah tak berpenghuni.
Ternyata ada tujuh bangsa.
Penduduknya Lebih besar. Lebih kuat. Lebih berpengalaman dalam perang.
Dan Musa berkata sesuatu yang terdengar kayak gak manusiawi ya guys:
“Tuhan akan menyerahkan mereka kepadamu… dan kamu harus menumpas mereka.”
Tapi coba lihat dari sudut lain. Ini bukan kisah ekspansi ambisi manusia dari satu negara pengen ekspan ke negara yang lain. Tapi yang kita baca adalah kisah kesetiaan Allah pada janji-Nya.
Tanah itu sudah dijanjikan sejak Abraham. Dan sekarang, generasi baru ini berdiri di depan penggenapan janji.
Namun ada satu peringatan besar:
“Jangan buat perjanjian. Jangan kawin-mengawin. Jangan kasihan.”
Di pikir-pikir kenapa sekeras itu? Karena bahaya terbesar bukan perang. Bahaya terbesar adalah kompromi.
Musa tahu sesuatu yang sangat manusiawi: kita jarang jatuh karena serangan frontal.
Kita jatuh karena kedekatan yang perlahan mengikis kesetiaan. Sedikit demi sedikit. Sedikit toleransi. Sedikit kompromi. Dan tiba-tiba hati sudah berpaling.
Ayat 4: “Mereka akan membuat anakmu menyimpang dari pada-Ku.”
Masalahnya bukan etnis. Masalahnya bukan budaya. Masalahnya adalah nantinya menyimpang dalam penyembahan.
Allah tahu hati manusia mudah terpesona oleh yang kelihatan megah. Kayak rumput tetangga lebih hijau ya guyss.
Mezbah-mezbah mereka harus dihancurkan. Tugu-tugu mereka harus diremukkan.
Patung-patung mereka dibakar habis.
Karena berhala selalu mencoba menyerupai Allah. Padahal Allah tidak bisa direduksi menjadi ciptaan.
Dan di tengah perintah yang keras itu, tiba-tiba nada berubah.
“Engkaulah umat yang kudus… umat kesayangan-Nya.”
Kudus artinya dipisahkan. Dipisahkan untuk menjadi milik-Nya. Ahh manis sekaliii
Lalu Musa seperti merendahkan ego mereka:
“Bukan karena jumlahmu lebih banyak…”
Mereka diingatkan:
“Kamu ini dulu cuma 70 orang.”
Pemilihan itu bukan karena mereka layak.
Bukan karena mereka kuat.
Bukan karena mereka besar.
Tetapi karena Tuhan mengasihi. Itu saja. dan itu lebih dari cukup.
Kasih yang berpegang pada sumpah-Nya.
Kasih yang menebus dari Mesir.
Kasih yang tetap setia meski mereka sering keras kepala.
Ayat 9–10 Musa seperti menatap mereka dalam-dalam:
“Tuhan itu Allah yang setia… tetapi beliau juga membalas mereka yang membenci Dia.”
Kasih perjanjian tidak pernah murahan. Kasih itu setia. Dan kasih itu juga cemburu.
Karena relasi tanpa kesetiaan bukan relasi. Itu pengkhianatan.
Musa menutup dengan satu kalimat ajakan:
“Berpeganglah pada perintah…”
Seolah Musa mau bilang:
Kalian ini dikasihi.
Kalian ini ditebus.
Kalian ini dipilih.
Jangan sia-siakan anugerah itu.
Di dalam Kristus, kita menjadi umat pilihan, imamat rajani, bangsa yang kudus.
Yesus menanggung murka yang seharusnya kita terima
karena ketidaksetiaan kita.
Di salib, kasih setia Allah dan keadilan-Nya bertemu.
Allah tetap setia pada perjanjian-Nya.
Dan Ia memanggil kita hidup dalam kesetiaan yang sama.
Refleksikanlah
Guys, hidup kita kadang juga seperti Israel yang berdiri di ambang tanah perjanjian.
Ada janji. Ada masa depan. Ada berkat.
Tapi juga ada godaan untuk kompromi.
Allah tidak hanya ingin memberkati kita.
Beliau ingin memiliki hati kita sepenuhnya.
Relasi perjanjian bukan soal status, tetapi soal kesetiaan.
Jangan sampai kita menikmati berkat-Nya, tetapi perlahan melupakan-Nya.
Jangan sampai kita merasa spesial karena dipilih, tetapi lupa bahwa pemilihan itu murni anugerah.
Guys, Kasih Allah itu besar.
Tapi kasih itu juga memanggil kita untuk hidup kudus. Hidup yang memusat pada Dia.
Hidup yang menghancurkan “mezbah-mezbah kecil” dalam hati kita.
Hidup yang setia. Yuk bisa yuk ^^
© Pertanyaan Reflektif
Di area mana dalam hidupmu ada “kompromi kecil” yang perlahan menjauhkan hatimu dari Tuhan?
-
Apakah kamu menyadari bahwa kamu dipilih dan ditebus murni karena kasih karunia, bukan karena kelayakanmu?
-
Apa satu “mezbah” dalam hidupmu yang perlu dihancurkan supaya Tuhan benar-benar menjadi pusat?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan Yesus, Dikau memilih dan menebusku bukan karena aku layak,
tetapi karena kasih-Mu.
Jaga hatiku dari kompromi.
Hancurkan berhala-berhala kecil dalam hidupku.
Ajarku setia seperti Engkau setia.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment