- Get link
- X
- Other Apps
© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 10: 12-22
Orang Israel diperingatkan supaya taat dan bersyukur
12, "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
13, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.
14, Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya;
15, tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini.
16, Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
17, Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;
18, yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.
19, Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.
20, Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
21, Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri.
22, Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit."
"Renungkanlah”
Hello Guys, yuk kita sate. So, Bangsa Israel saat itu sedang berdiri di ambang Tanah Perjanjian. Setelah empat puluh tahun berjalan di padang gurun, akhirnya mereka hampir masuk ke negeri yang Tuhan janjikan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Tetapi masalahnya, tanah itu bukan tanah kosong. Di sana ada bangsa-bangsa yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman perang daripada Israel. Bisa dibayangkan nggak sih, campur aduk antara excited dan takut?
Nah di momen inilah Musa menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel.
Ayat 12 dimulai dengan pola khas kitab Ulangan: bila Israel mendengarkan dan melakukan perintah Tuhan, maka Tuhan akan memegang perjanjian kasih setia-Nya. Jadi hubungan Israel dengan Tuhan adalah hubungan perjanjian. Ketaatan membawa berkat, sedangkan ketidaktaatan membawa kehancuran. Tetapi penting dipahami guys, berkat itu bukan sekadar “upah otomatis,” melainkan aliran kasih setia Allah kepada umat yang hidup dekat dengan-Nya.
Ayat 13–15 menjelaskan bentuk berkat itu secara sangat konkret. Tuhan akan mengasihi mereka, memberkati keturunan mereka, hasil tanah mereka, ternak mereka, bahkan menjaga mereka dari penyakit. Ini menggambarkan shalom Allah: hidup yang utuh, dipelihara, dan penuh damai sejahtera. Bangsa Israel baru keluar dari Mesir yang penuh wabah dan penderitaan, tetapi Tuhan berkata bahwa Dia sanggup memelihara umat-Nya di tanah perjanjian.
Namun janji berkat ini disertai peringatan serius. Ayat 16 berkata supaya Israel tidak menyembah allah bangsa-bangsa itu. Guys, masalah terbesar Israel sebenarnya bukan kekuatan militer Kanaan, tetapi godaan rohani dari berhala mereka. Berhala selalu tampak menarik. Bahkan sering dibungkus dengan emas dan perak (ayat 25). Kelihatannya indah, bernilai, dan menggiurkan. Tetapi Musa berkata: jangan ambil itu, sebab itu bisa menjadi jerat yang menghancurkan hidup rohani mereka.
Kalau dipikir-pikir, bukankah hari ini kita juga punya banyak “berhala modern”? Kadang hati kita lebih terpikat pada uang, popularitas, relasi, pekerjaan, atau kenyamanan daripada Tuhan sendiri. Sesuatu yang awalnya terlihat biasa saja perlahan mengambil tempat Tuhan di hati kita.
Ayat 17 menunjukkan ketakutan Israel: “Bangsa-bangsa ini lebih banyak dari padaku.” Jujur guys, itu juga sering jadi suara hati kita kan? Masalah terlalu besar, tantangan terlalu berat, masa depan terasa menakutkan. Tetapi Musa memberikan satu kunci penting di ayat 18: “ingatlah.” Israel diminta mengingat karya Allah di masa lalu — bagaimana Tuhan mengalahkan Firaun, membelah Laut Teberau, dan membebaskan mereka dari perbudakan. Allah yang dulu menolong mereka adalah Allah yang sama yang tetap menyertai mereka sekarang.
Ayat 21 menjadi bagian yang sangat kuat: “TUHAN, Allahmu, ada di tengah-tengahmu, Allah yang besar dan dahsyat.” Kehadiran Allah adalah alasan terbesar mengapa mereka tidak perlu takut. Kemenangan Israel bukan bergantung pada kekuatan mereka, tetapi pada Allah yang berjalan bersama mereka.
Menariknya, ayat 22 mengatakan bahwa Tuhan akan memberi kemenangan sedikit demi sedikit. Tuhan tidak menyelesaikan semuanya sekaligus. Kenapa? Karena melalui proses itu Tuhan membentuk umat-Nya. Kadang kita ingin semua masalah selesai instan. Tetapi sering kali Tuhan bekerja bertahap supaya kita belajar percaya, bertumbuh, dan makin bergantung kepada-Nya.
Guys, ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa semua ini menunjuk kepada Kristus. Jika Israel dibebaskan dari Mesir, maka melalui Yesus kita dibebaskan dari dosa. Jika Israel dipanggil meninggalkan berhala, maka kita juga dipanggil meninggalkan segala sesuatu yang menggantikan posisi Tuhan dalam hati kita. Dan seperti Tuhan menyertai Israel, Yesus juga berkata: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Karena itu pengharapan kita bukan pada kekuatan diri sendiri, tetapi pada Kristus yang setia menyertai dan memimpin hidup kita setiap hari.
Refleksikanlah
Guys, Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa Tuhan adalah Allah yang setia pada perjanjian-Nya. Tuhan yang memimpin mereka keluar dari Mesir juga akan memelihara mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Karena itu Israel diminta untuk hidup taat, menjauhi berhala, dan percaya penuh kepada Tuhan.
Guys, hari ini kita juga dipanggil untuk hidup percaya kepada Tuhan. Jangan biarkan hati kita dijerat oleh “berhala-berhala modern” yang menjauhkan kita dari Kristus. Ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam hidup kita, bahkan ketika proses-Nya berjalan sedikit demi sedikit. Yuk bisa yuk tetap setia sama Tuhan ^^V
© Pertanyaan Reflektif
Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah melalui perikop ini?
Adakah “berhala modern” yang perlahan mulai mengambil tempat Tuhan di hatimu?
Bagaimana kamu dapat belajar percaya kepada Tuhan, sekalipun proses hidupmu berjalan sedikit demi sedikit?
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang setia pada janji-Mu.
Tolong aku untuk mengingat karya-Mu dalam hidupku dan belajar percaya kepada-Mu dalam setiap proses kehidupan.
Jauhkan hatiku dari segala berhala yang bisa menjauhkan aku dari-Mu.
Ajarku hidup taat dan setia mengikuti-Mu setiap hari.
Dalam nama Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment