© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 14: 1-2
Cara berkabung yang dilarang
1, "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang;
2, sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi."
"Renungkanlah”
Hello Guys, Bangsa Israel adalah umat yang baru saja dibebaskan Tuhan dari Mesir.
Mereka dipanggil untuk hidup berbeda dari bangsa-bangsa lain.
Karena itu Musa kembali memberikan satu pengajaran penting: umat Tuhan tidak boleh mengikuti cara hidup bangsa kafir, termasuk dalam menyikapi kematian.
Ayat 1 berkata: “Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu…”
Wow… Sebelum Musa berbicara tentang larangan, beliau terlebih dahulu mengingatkan identitas bangsa Israel.
Israel adalah anak-anak Tuhan.
Umat pilihan Allah.
Umat yang dikasihi-Nya.
Karena itu cara hidup mereka harus berbeda.
Lalu Musa melarang bangsa Israel menoreh-noreh diri ataupun menggunduli rambut di atas dahi karena kematian seseorang.
Mengapa hal itu dilarang?
Karena praktik itu berasal dari ritual perkabungan bangsa-bangsa kafir.
Pada zaman itu, orang-orang kafir sering melukai tubuh mereka sebagai bentuk dukacita bagi orang mati.
Mereka rela memotong bagian tubuhnya, menggunduli rambut, bahkan menyakiti dirinya sendiri.
Mereka melakukan itu karena percaya bahwa penderitaan mereka dapat menyenangkan atau menenangkan ilah-ilah mereka.
Praktik seperti ini menunjukkan dukacita tanpa pengharapan.
Namun Musa berkata: umat Tuhan tidak boleh hidup seperti itu.
Mengapa?
Karena umat Allah memahami bahwa hidup dan mati berada di tangan Tuhan.
Orang yang meninggal tidak lagi membutuhkan pengorbanan dari orang yang hidup.
Dan orang yang masih hidup tidak boleh terus terikat pada kesedihan sampai melupakan relasi mereka dengan Tuhan.
Ayat 2 kemudian memberikan alasan yang sangat penting:
“Engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN…”
Artinya,
Israel dipisahkan untuk menjadi milik Tuhan.
Mereka dipilih Tuhan untuk menjadi umat kesayangan-Nya di antara segala bangsa.
Karena itu tubuh, hidup, dan identitas mereka sekarang menjadi milik Allah.
Mereka tidak boleh lagi hidup berdasarkan ritual bangsa lain,tetapi berdasarkan kehendak Tuhan.
Menariknya, sampai hari ini di beberapa tempat di dunia masih ada tradisi yang mirip dengan praktik tersebut.
Ada budaya yang memotong bagian tubuh sebagai tanda dukacita mendalam karena kehilangan anggota keluarga.
Ini menunjukkan bahwa manusia sering berusaha mengekspresikan kesedihan dengan cara yang ekstrem.
Namun firman Tuhan mengingatkan:
dukacita orang percaya berbeda.
Kita memang boleh menangis. Kita boleh berdukacita.
Tetapi kita tidak berdukacita seperti orang yang tidak memiliki pengharapan.
Ketika membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa identitas sebagai umat Allah digenapi di dalam Kristus.
Melalui Yesus, kita diangkat menjadi anak-anak Allah.
Karena itu hidup kita sekarang adalah milik Tuhan, termasuk cara kita menghadapi penderitaan, dukacita, dan kematian.
Kristus telah mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya.
Karena itu orang percaya memiliki pengharapan: bahwa kematian bukan akhir dari segalanya,
dan mereka yang percaya kepada Tuhan ada di dalam tangan-Nya.
Refleksikanlah
1. Right Thinking
Allah adalah Pribadi yang kudus dan memanggil umat-Nya untuk hidup berbeda dari dunia. Identitas sebagai umat pilihan Allah memengaruhi cara hidup, termasuk cara menyikapi dukacita dan kematian.
2. Right Feeling
Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur karena di dalam Kristus kita memiliki pengharapan yang sejati. Pada saat yang sama, bawalah setiap dukacita dan kehilangan kepada Tuhan, bukan kepada cara-cara yang menjauhkan kita dari-Nya.
3. Right Acting (Tindakan Benar)
Mari hidup sebagai anak-anak Allah yang memuliakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Ketika menghadapi kehilangan dan kesedihan, tetaplah berpegang pada firman Tuhan dan pengharapan di dalam Kristus.
© Pertanyaan Reflektif
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena melalui Kristus aku menjadi anak-Mu dan umat milik-Mu.
Tolong aku untuk hidup sesuai identitasku sebagai umat yang kudus bagi-Mu.
Ajarku untuk menghadapi setiap dukacita dengan pengharapan di dalam Tuhan, dan mampukan aku tetap hidup memuliakan nama-Mu dalam segala keadaan.
Dalam nama Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
Comments
Post a Comment