Ulangan 14: 22-29

 © Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

© Bacaan Alkitab:  Ulangan 14: 22-29

 

Persembahan persepuluhan

22, "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.
23, Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
24, Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu,
25, maka haruslah engkau menguangkannya  dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu,
26, dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu.
27, Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau.
28, Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;
29, maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu."

 

 "Renungkanlah

Hello Guys,  Coba deh kalian bayangin... 

Kalau hari ini, gereja meminta seluruh jemaat membawa persembahan mereka ke satu tempat yang hanya ada di satu kota di Indonesia.  Misalnya seluruh umat Kristen harus datang ke Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.  Yang tinggal di Papua harus berangkat ke sana.  Yang tinggal di Bali harus ke sana.  Yang tinggal di NTT juga harus ke sana.

Waduh...Ribet kann, dan pasti tidak mudah ya?

Nah, kira-kira seperti itulah gambaran yang sedang dihadapi bangsa Israel dalam bagian ini.

Setelah mereka memasuki Tanah Perjanjian, bangsa Israel akan tinggal tersebar di berbagai wilayah. Tetapi Tuhan menetapkan bahwa persembahan persepuluhan harus dibawa ke tempat yang dipilih-Nya sebagai pusat ibadah umat-Nya.

Ayat 22 dimulai dengan perintah yang sangat jelas:

"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu."

Kata "benar-benar" menunjukkan kesungguhan.

Ini adalah bagian dari kehidupan perjanjian umat Allah.

Persepuluhan menjadi pengakuan bahwa semua yang mereka miliki berasal dari Tuhan.

Menariknya, pada ayat 23 Tuhan memerintahkan agar sebagian persepuluhan itu dimakan di hadapan-Nya.

Tujuannya bukan sekadar memberi persembahan.

Tuhan berkata:

"Supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu."

Jadi fokus utama persepuluhan bukan soal uang.  Bukan soal jumlah yang dipersembahkan.  Bukan soal kewajiban administratif.  Tetapi soal membentuk hati yang menghormati Tuhan.

Melalui persepuluhan, Israel belajar bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan mereka.

Mereka belajar hidup bergantung kepada-Nya.

Lalu muncul persoalan praktis.

Bagaimana kalau jaraknya terlalu jauh?

Bagaimana kalau hasil panen terlalu banyak untuk dibawa?

Ayat 24-25 memberikan solusi yang sangat menarik.

Hasil panen itu boleh diuangkan terlebih dahulu.

Kemudian uang tersebut dibawa ke tempat ibadah dan dipakai membeli apa yang diperlukan untuk perjamuan syukur di hadapan Tuhan.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak sedang mempersulit umat-Nya.

Sebaliknya, Tuhan menyediakan jalan agar mereka tetap dapat menaati firman-Nya.

Ketaatan memang menuntut pengorbanan.

Tetapi Allah juga memberikan hikmat untuk menjalankannya.

Kemudian ayat 27-29 memperlihatkan sisi lain yang sangat indah dari persepuluhan.

Persepuluhan bukan hanya untuk ibadah.

Persepuluhan juga menjadi sarana pemeliharaan bagi orang lain.

Orang Lewi tidak memiliki tanah pusaka seperti suku-suku lain.

Mereka melayani pekerjaan Tuhan secara penuh waktu.

Karena itu Tuhan memerintahkan umat untuk memperhatikan kebutuhan mereka.

Tidak berhenti sampai di situ.

Pada tahun ketiga, persepuluhan juga diperuntukkan bagi orang asing, anak yatim, dan para janda.

Mereka adalah kelompok yang paling rentan dalam masyarakat Israel.

Dengan kata lain, persepuluhan menjadi cara Allah memelihara pekerjaan Tuhan sekaligus memelihara mereka yang membutuhkan.

Perhatikan pola yang indah ini:

Allah memberkati umat-Nya.  Umat mempersembahkan sebagian dari berkat itu.

Kemudian berkat tersebut dipakai untuk memuliakan Allah dan memberkati sesama.

Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Yesus Kristus adalah pemberian terbesar yang Allah berikan kepada dunia.

Di dalam Kristus kita menerima anugerah yang tidak dapat dibayar dengan apa pun.

Karena itu memberi bukan lagi sekadar kewajiban hukum.

Memberi menjadi respons syukur atas keselamatan yang telah kita terima.

Jika Israel belajar takut akan Tuhan melalui persepuluhan, maka kita belajar mengasihi Tuhan melalui  rela menyerahkan seluruh hidup kita bagi-Nya.

Bukan hanya 10 persen.

Tetapi seluruh hati, waktu, talenta, dan sumber daya yang Tuhan percayakan kepada kita.

 

 "Refleksikanlah

1. Right Thinking (Pikiran Benar)

Allah adalah sumber segala berkat yang kita miliki. Persepuluhan mengingatkan bahwa seluruh hidup kita sesungguhnya adalah milik Tuhan. Allah juga peduli bukan hanya kepada ibadah umat-Nya, tetapi juga kepada para pelayan Tuhan dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

2. Right Feeling (Perasaan Benar)

Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur karena Tuhan terus mencukupi kebutuhan hidup kita sampai hari ini. Pada saat yang sama, biarlah hati kita juga memiliki belas kasihan kepada mereka yang melayani pekerjaan Tuhan dan kepada orang-orang yang sedang mengalami kesulitan.

3. Right Acting (Tindakan Benar)

Mari belajar mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dengan setia melalui persembahan yang kita berikan. Dukung pelayanan gereja, pelayanan misi, pendidikan Kristen, dan perhatikan mereka yang membutuhkan pertolongan di sekitar kita sebagai wujud nyata kasih kepada Tuhan dan sesama.

© Pertanyaan Reflektif

  • Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari perikop ini?
  • Bagaimana persepuluhan menolong kita belajar bergantung kepada Tuhan?
  • Apakah selama ini kamu melihat persembahan sebagai beban atau sebagai ungkapan syukur?
  • Bagaimana kamu dapat mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dan menolong sesama melalui sumber daya yang Tuhan percayakan kepadamu?
  • © Berdoalah sesuai Firman

    Tuhan, terima kasih karena semua yang aku miliki berasal dari-Mu.

    Ajarku untuk memiliki hati yang bersyukur dan rela memberi sebagai bentuk penyembahan kepada-Mu.

    Tolong aku untuk mengambil bagian dalam pekerjaan-Mu dan memiliki kepedulian kepada para pelayan Tuhan serta orang-orang yang membutuhkan di sekitarku.

    Biarlah hidupku menjadi saluran berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama-Mu.

    Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

    Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

    Comments