Ulangan 16: 18-20

 © Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

© Bacaan Alkitab:  Ulangan 16: 18-20

Pengadilan yang adil

18, "Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil. 
19, Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.
20, Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

 

 "Renungkanlah

Hello Guys, Kira kira ya, jika suatu hari terjadi perselisihan di lingkungan tempat tinggalmu.

Entah itu soal tanah which is kemungkinan nya kecil, tapi gpp, namanya  juga membayangkan ya kan :) atau perkara  hutang ini sih paling mungkin ya.   Pernah ngalamin ga sih, pas mereka butuh, kayak se manis itu, ada juga yang ga mau tau, pokoknya pinjemin uang gak peduli orang  yang dipinjemin kondisinya gimana, yang penting dia perlu uang, ya dipinjemin, menghadeh!!  Atau ya  bisa banget berselisih soal bisnis, atau soal fitnah bisa juga soal ketidakadilan.

Lalu orang yang menjadi hakim ternyata memihak orang yang lebih kaya. (padahal orang yang lebih kaya itu terbukti jelas salah-hmmmphh)

Atau memihak teman dekatnya.

Atau menerima "amplop" supaya keputusannya menguntungkan salah satu pihak.

Pasti rasanya menyebalkan ya?

Kita semua ingin diperlakukan dengan adil.

Kita semua berharap ada orang yang bisa menegakkan kebenaran tanpa memihak.

Nah, inilah yang sedang dibicarakan Musa dalam bagian ini.

Bangsa Israel sebentar lagi akan memasuki Tanah Perjanjian.

Selama di padang gurun, mereka hidup sebagai satu komunitas besar yang dipimpin Musa.

Ketika ada masalah, Musa dan para pemimpin yang ditunjuk dapat menyelesaikannya.

Tetapi nanti ketika mereka tinggal tersebar di berbagai kota dan desa di Kanaan, keadaan akan berbeda.

Mereka membutuhkan sistem yang dapat menjaga ketertiban dan keadilan.

Karena itulah ayat 18 berkata:

"Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat."

Musa memerintahkan agar setiap wilayah memiliki hakim dan petugas yang bertugas melayani masyarakat.

Petugas-petugas ini dalam bahasa Ibrani disebut shoterim.

Mereka berfungsi sebagai panitera, sekretaris, penasihat, dan pelaksana keputusan pengadilan.

Dengan kata lain, Tuhan sedang membangun sebuah sistem yang memungkinkan keadilan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari umat-Nya.

Namun Musa tidak berhenti pada struktur.  Beliau langsung berbicara tentang karakter.

Sebab masalah terbesar bukan kurangnya sistem.  Masalah terbesar adalah hati manusia.

Ayat 19 memberikan tiga larangan yang sangat tegas:

"Janganlah memutarbalikkan keadilan."

"Janganlah memandang bulu."

"Janganlah menerima suap."

Udah terbukti suap memiliki kuasa yang sangat merusak.

Musa berkata:

"Suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang benar."

Perhatikan ya guys.

Musa tidak berkata bahwa suap hanya merusak orang jahat.

Bahkan orang bijaksana pun dapat menjadi buta.

Bahkan orang benar pun dapat tergelincir.

Ketika kepentingan pribadi mulai menguasai hati seseorang, keadilan menjadi kabur.

Kebenaran menjadi relatif.

Yang salah bisa terlihat benar.

Yang benar bisa terlihat salah. Waduh!!

Karena itu Musa memberikan perintah yang sangat kuat pada ayat 20:

"Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar."

Dalam bahasa aslinya, kata "keadilan" bahkan diulang dua kali.

Secara harfiah dapat diterjemahkan:

"Keadilan, dan hanya keadilan."

Artinya, keadilan tidak boleh menjadi pilihan kedua.

Tidak boleh dikompromikan.

Tidak boleh ditukar dengan keuntungan pribadi.

Tidak boleh dikalahkan oleh relasi, kekuasaan, ataupun uang.

Mengapa keadilan begitu penting?

Karena Israel adalah umat yang hidup di bawah pemerintahan Allah yang adil.

Mereka dipanggil mencerminkan karakter Allah dalam kehidupan sosial mereka.

Bangsa-bangsa lain mungkin dapat hidup dengan korupsi, suap, dan ketidakadilan.

Tetapi umat Allah dipanggil hidup berbeda.

Menariknya, janji yang diberikan Musa sangat sederhana:

"Supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN."

Kehidupan yang sehat sebagai umat Allah tidak hanya ditentukan oleh ibadah yang benar.

Tetapi juga oleh keadilan yang ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari.

Allah peduli terhadap mezbah.

Tetapi Allah juga peduli terhadap ruang sidang.

Allah peduli terhadap doa.

Tetapi Allah juga peduli terhadap keputusan-keputusan yang dibuat oleh para pemimpin.

Guys, kalau kita perhatikan lebih jauh, bagian ini bukan hanya berbicara tentang hakim.

Bagian ini berbicara tentang tanggung jawab setiap orang yang menerima peran tertentu dari Tuhan.

Ada yang dipanggil menjadi pemimpin.

Ada yang dipanggil menjadi hakim.

Ada yang dipanggil menjadi guru.

Ada yang dipanggil menjadi pendeta.

Ada yang dipanggil menjadi karyawan.

Ada yang dipanggil menjadi orang tua.

Ada yang dipanggil menjadi pelayan Tuhan.

Setiap peran memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Karena pada akhirnya kita bukan hanya bertanggung jawab kepada manusia.

Kita bertanggung jawab kepada Allah.

Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Yesus Kristus adalah Hakim yang sempurna dan adil.

Di dunia ini kita sering melihat ketidakadilan.

Kadang orang benar menderita.

Kadang orang jahat tampak menang.

Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa suatu hari Kristus akan datang sebagai Hakim yang sempurna.

Beliau tidak dapat disuap.

Beliau tidak memandang muka.

Beliau tidak pernah salah menilai.

Dan yang lebih indah lagi, Hakim yang adil itu juga telah menjadi Juruselamat bagi kita.

Di kayu salib, Yesus menanggung hukuman dosa yang seharusnya kita terima.

Karena itu orang percaya dipanggil untuk hidup dalam keadilan, integritas, dan tanggung jawab sebagai respons atas anugerah yang telah mereka terima. 

Refleksikanlah

1. Right Thinking

Allah adalah Allah yang adil dan benar. Ia menghendaki umat-Nya mencerminkan karakter-Nya melalui kehidupan yang menjunjung keadilan, kejujuran, dan integritas. Setiap peran yang Tuhan percayakan kepada kita adalah panggilan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab di hadapan-Nya.

2. Right Feeling

Biarlah hati kita dipenuhi rasa hormat kepada Allah yang melihat segala sesuatu dengan sempurna. Pada saat yang sama, biarlah kita memiliki kerinduan untuk hidup jujur dan benar, sekalipun tidak ada orang lain yang melihat.

3. Right Acting (Tindakan Benar)

Mari menjalankan peran yang Tuhan percayakan kepada kita dengan setia dan bertanggung jawab. Jika kita memimpin, pimpinlah dengan adil. Jika kita melayani, layanilah dengan tulus. Jika kita bekerja, bekerjalah dengan integritas. Lakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan.

 

© Pertanyaan Reflektif

  • Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari perikop ini?
  • Mengapa Tuhan begitu menekankan keadilan dalam kehidupan umat-Nya?
  • Adakah area dalam hidupmu di mana kamu sedang bergumul untuk hidup jujur dan berintegritas?
  • Apa peran yang Tuhan percayakan kepadamu saat ini, dan bagaimana kamu dapat menjalankannya dengan lebih bertanggung jawab?
  • © Berdoalah sesuai Firman

    Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang adil, benar, dan tidak memandang muka.

    Tolong aku untuk menjalankan setiap peran yang Dikau percayakan kepadaku dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

    Jauhkan aku dari sikap yang tidak jujur, dari keinginan mencari keuntungan diri sendiri, dan dari segala bentuk ketidakadilan.

    Ajarku untuk hidup setia di hadapan-Mu dan menjadi saksi Kristus melalui setiap tugas yang aku kerjakan.

    Dalam nama Yesus aku berdoa.

    Amin.

    Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

    Comments