Ulangan 16: 21-22

 © Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

© Bacaan Alkitab:  Ulangan 16: 21-22

Larangan terhadap berhala dan terhadap persembahan hewan yang cacat

21 "Janganlah engkau menanam sesuatu pohon sebagai tiang berhala di samping mezbah TUHAN, Allahmu,  mezbah yang akan kaubuat bagimu.
22, Janganlah juga kaudirikan bagimu tugu berhala, yang dibenci oleh TUHAN, Allahmu.

 

 "Renungkanlah

Hello Guys,  Kalau ada seseorang yang berkata:

"Tuhan adalah yang nomor satu dalam hidupku."

Tetapi hampir semua waktunya habis untuk pekerjaan.

Semua pikirannya dipenuhi bisnis.

Semua energinya diberikan untuk mengejar kesuksesan.

Sementara doa mulai jarang.

Saat teduh jarang jarang.

Persekutuan mulai ditinggalkan.

Ibadah menjadi pilihan terakhir.

Kira-kira siapa yang sebenarnya duduk di takhta hatinya?

Can you honestly see the difference?

Nah, itulah yang sedang disentuh Musa dalam bagian yang sangat singkat ini.

Hanya dua ayat.

Tetapi isinya sangat tajam.

Setelah berbicara tentang hakim dan keadilan, Musa langsung beralih kepada bahaya terbesar yang dapat menghancurkan bangsa Israel.

Yaitu penyembahan berhala.

Ayat 21 berkata:

"Janganlah engkau menanam sesuatu pohon sebagai tiang berhala di samping mezbah TUHAN."

Lalu ayat 22 menambahkan:

"Janganlah juga kaudirikan bagimu tugu berhala."

Mengapa Musa tiba-tiba membicarakan berhala setelah berbicara tentang pengadilan?

Karena dalam pemerintahan teokrasi Israel, dosa terbesar bukanlah sekadar pelanggaran sosial.

Dosa terbesar adalah pengkhianatan terhadap Allah sebagai Raja yang sejati.

Jika dalam sebuah negara pengkhianatan terhadap kepala negara dianggap sebagai kejahatan yang sangat serius, maka dalam Israel penyembahan berhala merupakan bentuk pengkhianatan tertinggi terhadap Tuhan.

Itulah sebabnya Musa menempatkan peringatan ini di sini.

Ayat 21 secara khusus menyebut tentang Asyera.

Asyera adalah tiang kayu atau pohon yang didirikan sebagai simbol dewi kesuburan bangsa Kanaan.

Biasanya Asyera berdiri di dekat mezbah Baal.

Keduanya hampir selalu muncul bersama dalam Perjanjian Lama.

Baal dianggap sebagai dewa kesuburan dan hujan.

Asyera dianggap sebagai pasangan atau pendampingnya.

Bangsa-bangsa Kanaan percaya bahwa berkat, panen, kesuburan tanah, dan kemakmuran berasal dari kedua ilah tersebut.

Karena itu penyembahan kepada Baal dan Asyera sangat menarik bagi bangsa Israel.

Masalahnya bukan hanya patungnya.

Masalahnya adalah hati yang mulai mempercayai sesuatu selain Tuhan.

Inilah yang membuat penyembahan berhala begitu berbahaya.

Berhala selalu menawarkan jalan yang tampak lebih mudah.  Lebih cepat.  Lebih menarik.  Lebih menguntungkan.  Tetapi pada akhirnya menjauhkan manusia dari Allah.

Musa bahkan melarang Asyera ditempatkan di samping mezbah Tuhan.

Mengapa?

Karena Tuhan tidak mau berbagi kemuliaan-Nya dengan siapa pun.

Tuhan tidak menerima penyembahan yang bercampur.

Tidak ada ruang untuk sinkretisme.

Tidak ada ruang untuk berpikir:  "Tuhan tetap nomor satu, tapi berhala ini juga penting."

Bagi Tuhan, kesetiaan haruslah utuh.

Perhatikan kata yang dipakai dalam ayat 22:

"Yang dibenci oleh TUHAN."

Ini adalah salah satu ungkapan yang paling kuat dalam kitab Ulangan.

Mengapa Tuhan begitu membenci berhala?

Karena berhala merusak relasi perjanjian antara Allah dan umat-Nya.

Allah telah membebaskan Israel dari Mesir.

Allah telah memelihara mereka di padang gurun.

Allah telah membawa mereka menuju Tanah Perjanjian.

Namun berhala mengajak mereka melupakan semua karya keselamatan itu.

Guys, mungkin sebagian besar dari kita tidak memiliki patung Baal atau Asyera di rumah.

Tetapi berhala modern bisa mewujud dalam bentuk karier, uang, relasi, media sosial, kenyamanan hidup, ambisi pribadi.

Apa pun yang mengambil posisi Tuhan sebagai yang terutama dalam hati kita dapat menjadi berhala.

Salah satu pertanyaan sederhana yang dapat kita ajukan adalah:

Apa yang paling mudah membuatku mengabaikan Tuhan?

Apa yang membuatku berkata:

"Gak apa-apa gak saat teduh."

"Gak apa-apa gak ibadah."

"Gak apa-apa gak persekutuan."

Karena sekarang ada hal yang lebih penting.

Nah guys, sering kali di situlah kita mulai menemukan "Asyera modern" dalam hidup kita.

Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Yesus Kristus datang untuk memulihkan hati manusia yang cenderung membangun berhala.

Dosa membuat manusia terus mencari pengganti Allah.

Tetapi Kristus datang untuk membawa kita kembali kepada Bapa.

Melalui salib-Nya, Yesus membebaskan kita dari kuasa dosa dan mengundang kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita.

Karena itu kehidupan Kristen bukan sekadar menjauhkan diri dari berhala.

Kehidupan Kristen adalah menempatkan Kristus kembali di pusat hidup kita.


Refleksikanlah

1. Right Thinking

Allah adalah Allah yang kudus dan cemburu atas kesetiaan umat-Nya. Ia tidak menerima penyembahan yang bercampur dengan berhala. Karena itu Tuhan memanggil umat-Nya untuk mengasihi dan menyembah Dia dengan hati yang utuh.

2. Right Feeling

Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur karena Allah tetap mengasihi dan mengejar kita, bahkan ketika hati kita sering tergoda untuk menjadikan hal-hal lain lebih penting daripada Dia. Biarlah kasih Kristus membangkitkan kembali kerinduan untuk menempatkan Tuhan sebagai yang terutama.

3. Right Acting (Tindakan Benar)

Mari memeriksa hati kita dengan jujur. Adakah sesuatu yang mulai mengambil posisi Tuhan dalam hidup kita? Ambillah langkah konkret untuk menempatkan Tuhan kembali di pusat hidup melalui doa, pembacaan Firman, ibadah, dan persekutuan dengan sesama orang percaya.

 © Pertanyaan Reflektif

  • Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari perikop ini?
  • Mengapa Tuhan begitu tegas melarang penyembahan berhala?
  • Adakah "berhala modern" yang mulai mengambil tempat Tuhan dalam hidupmu?
  • Apa langkah praktis yang dapat kamu lakukan minggu ini untuk menempatkan Tuhan kembali sebagai yang utama?
  • © Berdoalah sesuai Firman

    Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang setia dan layak menerima seluruh penyembahanku.

    Ampunilah aku jika ada hal-hal dalam hidupku yang tanpa kusadari telah mengambil posisi-Mu dari dalam hati dan pikiranku.

    Tolong aku untuk mengasihi-Mu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatanku.

    Ajarku untuk menempatkan Dikau sebagai yang terutama dalam setiap keputusan dan setiap bagian hidupku.

    Dalam nama Yesus aku berdoa.

    Amin.

    Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

    Comments