Ulangan 17: 1-7

 © Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

© Bacaan Alkitab:  Ulangan 17: 1-7

 

1, Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Hukuman mati untuk penyembah berhala

2, "Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya, 

3, dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu; 

4, dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel, 

5, maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.  

6, Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati. 

7, Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu."

 

 "Renungkanlah

Hello Guys, Yuk kita mulai merenungkan Firman Tuhan hari ini dengan sedikit recall dari Ulangan 16:21-22.

Di sana Musa baru saja berbicara tentang penyembahan berhala.  Dalam pemerintahan teokrasi Israel, dosa terbesar bukanlah sekadar pelanggaran sosial atau kriminal.

Kejahatan terbesar adalah pengkhianatan terhadap Allah yang menjadi Raja atas umat-Nya.

Karena itu penyembahan berhala adalah BIG NO bagi Israel.

Nah, pasal 17 melanjutkan tema yang sama.

Ayat 1 dimulai dengan :

"Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba yang ada cacatnya."

Sekilas ini kelihatannya membicarakan kualitas hewan korban ya guys.  Tetapi sebenarnya jauh lebih dalam dari itu.  Mengapa Tuhan menolak korban yang cacat?

Karena korban yang cacat menunjukkan hati yang tidak menghormati Tuhan.

Bayangin ya guys...

Kalau kita memberikan hadiah kepada seseorang yang sangat kita hormati, apakah kita akan memberikan barang yang rusak?

Atau barang yang sudah tidak kita pakai?

Atau barang yang cacat?

Tentu tidak kan.  Justru kita ingin memberikan yang terbaik.

Nah, itulah prinsip yang sedang diajarkan Musa.

Korban yang cacat bukan sekadar masalah fisik.

Korban yang cacat mencerminkan sikap hati yang menganggap Tuhan tidak layak menerima yang terbaik.

Karena itu Musa berkata bahwa tindakan tersebut adalah:

"Kekejian bagi TUHAN."

Dalam kitab Ulangan, ibadah yang benar selalu berkaitan dengan loyalitas yang benar kepada Allah. Korban yang cacat dan penyembahan berhala sama-sama menunjukkan hati yang telah gagal menghormati Allah sebagaimana seharusnya.

Kemudian ayat 2-4 membawa kita kepada persoalan yang lebih serius lagi.

Yaitu penyembahan berhala.

Musa berkata:

"Apabila di tengah-tengahmu ada seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN."

Menariknya, yang dimaksud "kejahatan" di sini bukan terutama pembunuhan, pencurian, atau dosa sosial lainnya.

Konteksnya sangat spesifik.

Yaitu ketika seseorang meninggalkan Tuhan dan menyembah ilah lain.

Kayak menyembah matahari, bulan, langit, atau dewa-dewa bangsa lain.

Inti dosa penyembahan berhala bukanlah sekadar membungkukkan badan kepada patung.

Inti dosa itu adalah memutuskan kesetiaan kepada Allah dan memindahkan kepercayaan kepada sesuatu yang lain.

Dengan kata lain, penyembahan berhala adalah pelanggaran terhadap perjanjian.

Itulah sebabnya Musa menyebutnya sebagai:

"Melangkahi perjanjian-Nya."

Bayangkan seorang suami atau istri yang meninggalkan pasangannya untuk orang lain.

Masalah utamanya bukan sekadar tindakan lahiriahnya.

Masalah utamanya adalah pengkhianatan terhadap relasi.

Begitu pula penyembahan berhala.

Allah telah menyelamatkan Israel dari Mesir.

Allah memelihara mereka di padang gurun.

Allah membawa mereka menuju Tanah Perjanjian.

Tetapi mereka justru berpaling kepada ilah-ilah lain.

Itulah pengkhianatan terbesar.

Kemudian ayat 4-7 menunjukkan betapa seriusnya perkara ini.

Sebelum hukuman dijatuhkan, harus ada penyelidikan yang teliti.

Tidak boleh berdasarkan rumor.

Tidak boleh berdasarkan gosip.

Tidak boleh berdasarkan prasangka.

Perkara harus diperiksa dengan cermat.

Bahkan diperlukan dua atau tiga saksi.

Mengapa?

Karena Allah adalah Allah yang adil.

Hukuman tidak boleh dijatuhkan secara sembarangan.

Menariknya, para saksi yang memberikan kesaksian harus menjadi orang pertama yang melaksanakan hukuman.

Aturan ini membuat orang berpikir berkali-kali sebelum memberikan kesaksian palsu.

Mereka harus benar-benar yakin bahwa apa yang mereka katakan adalah benar.

Tujuannya adalah:

"Menghapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu."

Musa memakai gambaran yang sangat kuat.

Seperti seorang petani yang membersihkan ladangnya dari lalang yang merusak panen.

Kejahatan harus disingkirkan supaya umat Allah tetap hidup dalam kekudusan.

Guys, tentu hari ini kita tidak lagi hidup dalam sistem hukum Israel kuno.

Kita tidak merajam penyembah berhala.

Tetapi prinsip rohaninya tetap sangat relevan.

Berhala masih ada.

Hanya bentuknya yang berubah.

Hari ini berhala bisa berupa uang, Karier, Popularitas, Relasi, Prestasi, Media sosial.

Atau apa pun yang mengambil posisi Tuhan sebagai pusat hidup kita.

Salah satu indikator sederhana adalah:

Apa yang paling mudah membuatku mengabaikan Tuhan?

Apa yang membuatku berkata:

"Gak apa-apa gak saat teduh."

"Gak apa-apa gak ibadah."

"Gak apa-apa gak persekutuan."

Karena ada sesuatu yang lebih penting.

Kalau ada sesuatu yang terus-menerus mengambil posisi Tuhan dalam hidup kita, mungkin itulah berhala modern kita.

Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Yesus Kristus adalah korban yang sempurna dan tidak bercacat.

Jika Allah menolak korban yang cacat dalam Perjanjian Lama, itu karena semua korban tersebut menunjuk kepada Kristus yang sempurna.

Yesus adalah Anak Domba Allah yang tanpa cacat dan tanpa cela.

Ia memberikan diri-Nya sepenuhnya bagi keselamatan kita.

Karena itu respons yang layak dari orang percaya bukan hanya memberikan sebagian hidup kepada Tuhan.

Tetapi menyerahkan seluruh hidup kepada-Nya.

Bukan karena takut dihukum.  Tetapi karena kita telah terlebih dahulu menerima kasih karunia yang begitu besar melalui salib Kristus. Puji Tuhan, Amin!

Refleksikanlah

1. Right Thinking

Allah adalah Allah yang kudus dan layak menerima yang terbaik dari umat-Nya. Ia juga adalah Allah yang setia kepada perjanjian-Nya dan menghendaki kesetiaan penuh dari umat yang telah ditebus-Nya.

2. Right Feeling

Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur karena Kristus telah menjadi korban yang sempurna bagi keselamatan kita. Pada saat yang sama, milikilah kewaspadaan rohani terhadap segala bentuk berhala yang diam-diam ingin mengambil tempat Tuhan dalam hati kita.

3. Right Acting (Tindakan Benar)

Mari memeriksa hati kita dengan jujur. Adakah sesuatu yang lebih kita prioritaskan daripada Tuhan? Ambillah langkah konkret untuk menempatkan Kristus kembali sebagai pusat hidup melalui doa, Firman, ibadah, dan ketaatan sehari-hari.

 

© Pertanyaan Reflektif

  • Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah dari perikop ini?
  • Mengapa Tuhan menolak persembahan yang cacat?
  • Apa saja bentuk berhala modern yang paling sering menggoda orang percaya saat ini?
  • Adakah sesuatu yang mulai menggeser posisi Tuhan dalam hidupmu?
  • © Berdoalah sesuai Firman

    Tuhan, terima kasih karena Engkau layak menerima yang terbaik dari hidupku.

    Ampunilah aku jika ada hal-hal yang tanpa kusadari telah mengambil tempat-Mu dalam hati dan pikiranku.

    Tolong aku untuk mengasihi-Mu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatanku.

    Ajarku untuk mempersembahkan hidupku sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada-Mu.

    Dalam nama Yesus aku berdoa.

    Amin.

    Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

    Comments