Ulangan 21: 22-23

© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

© Bacaan Alkitab:  Ulangan 21: 22-23

Penguburan orang yang dihukum mati

22, "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, 

23, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."

 

 "Renungkanlah

Hello Guys, Kalau membaca bagian ini, mungkin muncul pertanyaan seperti ini,

"Kenapa orang yang sudah dihukum mati masih harus digantung di tiang? Bukankah itu terdengar sangat kejam?"

Supaya kita tidak salah memahami firman Tuhan, kita perlu melihat kebiasaan yang berlaku pada zaman Musa waktu itu guys.

Yuk kita masuk ayat demi ayat.

Ayat 22

Musa berkata,

"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang..."

Perhatikan ya guys, orang itu bukan dihukum mati dengan cara digantung.

Ia sudah dihukum mati terlebih dahulu, kemudian mayatnya dipasang pada sebuah tiang atau kayu sebagai tanda bahwa ia telah menerima hukuman atas kejahatannya.

Pada zaman kuno, praktik seperti ini dikenal di banyak bangsa sebagai peringatan bagi masyarakat agar tidak mengikuti jalan hidup orang tersebut.

Jadi, penggantungan itu bukan metode eksekusi, melainkan tanda bahwa orang tersebut telah berada di bawah penghukuman.

Ayat 23

Lalu Musa memberikan perintah yang sangat menarik.

Mayat itu tidak boleh dibiarkan semalam-malaman di atas tiang, tetapi harus dikuburkan pada hari itu juga.

Mengapa?

Karena orang yang digantung itu disebut sebagai orang yang terkutuk oleh Allah.

Artinya bukan kayunya yang membawa kutuk, melainkan hukuman itu menunjukkan bahwa dosa memiliki konsekuensi yang serius di hadapan Allah.

Selain itu, Allah tidak menghendaki tanah pusaka yang diberikan-Nya kepada Israel dinajiskan oleh mayat yang dibiarkan tergantung. Bahkan dalam pelaksanaan hukuman, Tuhan tetap mengatur agar umat-Nya menjaga kekudusan negeri yang telah Ia berikan.

Guys, di balik hukum ini kita melihat dua karakter Allah sekaligus.

Allah itu kudus, sehingga dosa tidak pernah dianggap remeh.

Tetapi Allah juga tertib dan penuh belas kasihan, karena bahkan terhadap orang yang telah dihukum pun Ia tetap memberikan penghormatan melalui penguburan yang layak.

Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita langsung teringat kepada Yesus Kristus.

Rasul Paulus mengutip ayat ini di Galatia 3:13 ketika berkata,

"Terkutuklah setiap orang yang digantung pada kayu."

Bedanya, orang-orang dalam Ulangan digantung karena mereka memang bersalah.

Sedangkan Yesus sama sekali tidak berdosa.

Kristus rela memikul kutuk yang seharusnya menjadi bagian kita supaya kita dibebaskan dari kutuk dosa dan memperoleh hidup yang kekal.

Karena itu, salib bukan lagi lambang penghinaan, melainkan lambang kasih Allah yang paling besar. Di salib kita melihat betapa seriusnya Allah memandang dosa, sekaligus betapa besarnya kasih-Nya kepada manusia.

Refleksikanlah

1. Right Thinking (Head)

Allah adalah Pribadi yang kudus dan adil. Ia tidak pernah mengabaikan dosa, tetapi di dalam kasih-Nya Ia menyediakan jalan keselamatan melalui Yesus Kristus yang menanggung kutuk dosa bagi kita.

2. Right Feeling (Heart)

Biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur yang mendalam karena Kristus rela menggantikan kita menerima hukuman yang seharusnya kita tanggung. Kasih sebesar ini seharusnya membuat kita semakin mengasihi dan menghormati-Nya.

3. Right Acting (Hand – Tindakan Benar)

Mari hidup sebagai orang yang telah ditebus oleh Kristus. Tinggalkan dosa, hiduplah dalam kekudusan, dan jadikan Kristus sebagai yang terutama dalam setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita.

Yuk bisa yuk!!

© Pertanyaan Reflektif

  • Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah melalui perikop ini?
  • Bagaimana pemahaman bahwa Kristus telah menanggung kutuk dosa bagimu mengubah cara pandangmu terhadap salib?
  • Bagaimana kamu dapat menunjukkan rasa syukur kepada Kristus melalui kehidupanmu sehari-hari—di rumah, di kantor, di sekolah, di gereja, atau di mana pun Tuhan menempatkanmu?
  • © Berdoalah sesuai Firman

    Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang kudus, adil, sekaligus penuh kasih. Terima kasih karena melalui Yesus Kristus Dikau telah membebaskanku dari kutuk dosa dengan rela menanggung hukuman yang seharusnya menjadi bagianku.

    Tolong aku agar tidak menyia-nyiakan kasih karunia-Mu. Ajarku hidup dalam kekudusan, mengutamakan Kristus dalam setiap langkah hidupku, dan menunjukkan rasa syukurku melalui ketaatan kepada Firman-Mu.

    Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa.

    Amin.

    Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

    Comments