- Get link
- X
- Other Apps
© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
© Bacaan Alkitab: Ulangan 22: 1-4
Tentang tolong-menolong
1, "Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.
2, Dan apabila saudaramu itu tidak tinggal dekat denganmu dan engkau tidak mengenalnya, maka haruslah engkau membawa hewan itu ke dalam rumahmu dan haruslah itu tinggal padamu, sampai saudaramu itu datang mencarinya; engkau harus mengembalikannya kepadanya.
3, Demikianlah harus kauperbuat dengan keledainya, demikianlah kauperbuat dengan pakaiannya, demikianlah kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari saudaramu dan yang kautemui; tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu.
4, Apabila engkau melihat keledai saudaramu atau lembunya rebah di jalan, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; engkau harus benar-benar menolong membangunkannya bersama-sama dengan saudaramu itu."
"Renungkanlah”
Hello Guys, pernah ga sih kamu melihat seseorang sedang kesusahan, tetapi dalam hatimu berkata, “Ah, bukan urusan gue”?
Ada barang jatuh—kamu lihat, tapi jalan terus.
Ada orang kesulitan membawa sesuatu—kamu tahu, tapi pura-pura sibuk.
Ada teman sedang kewalahan—kamu sadar, tapi memilih diam karena merasa, “Itu kan masalah dia.”
Well guys, ternyata sikap “pura-pura tidak tahu” sudah dibicarakan Firman Tuhan sejak ribuan tahun yang lalu.
Dalam Ulangan 22, Musa sedang mempersiapkan bangsa Israel untuk hidup sebagai umat Allah di Tanah Perjanjian. Menariknya, kehidupan sebagai umat perjanjian ternyata bukan cuma soal ibadah, korban, atau ritual keagamaan. Perjanjian dengan Allah menyentuh kehidupan sehari-hari: bagaimana mereka memperlakukan sesama, barang milik sesama, binatang, alam, bahkan keselamatan orang lain.
Dengan kata lain, iman kepada Allah harus kelihatan dalam cara kita memperhatikan sesama.
Yuk kita masuk ke ayat demi ayat.
Ayat 1
Musa berkata apabila seseorang melihat lembu atau domba saudaranya tersesat, “janganlah engkau pura-pura tidak tahu.”
Guys, zaman itu ternak merupakan harta yang sangat berharga. Kehilangan seekor lembu atau domba bisa berarti kerugian ekonomi yang besar bagi sebuah keluarga.
Nah, ketika seseorang menemukan ternak yang tersesat, ia tidak boleh berpikir:
“Bukan punya gue.”
“Bukan tanggung jawab gue.”
“Biar pemiliknya cari sendiri.”
Nope!
Tuhan justru berkata, “haruslah engkau benar-benar mengembalikannya.”
Menarik ya guys, Tuhan bukan hanya melarang kita mencuri milik orang lain. Tuhan membawa umat-Nya lebih jauh: kita dipanggil ikut menjaga kebaikan dan kepentingan sesama.
Artinya, kasih bukan cuma soal “gue gak merugikan orang lain.”
Kasih juga bertanya:
“Apa yang bisa gue lakukan untuk menolong?”
Ayat 2
Nah, bagaimana kalau kita tidak tahu siapa pemiliknya?
Musa berkata, bawalah ternak itu ke rumahmu dan peliharalah sampai pemiliknya datang mencarinya.
Wait...
Berarti orang yang menemukan ternak tersebut harus menyediakan tempat, memberi makan, menjaga, dan merawatnya?
Yup!
Padahal itu bukan ternaknya.
Di sinilah kita melihat bahwa kepedulian selalu mempunyai harga.
Menolong orang lain kadang membutuhkan waktu kita.
Kadang tenaga kita.
Kadang harus let go kenyamanan kita.
Nggak jarang bahkan uang kita, right?
Kasih yang Alkitab ajarkan bukan sekadar perasaan kasihan dari kejauhan. Kasih membuat seseorang bersedia mengambil tanggung jawab ketika melihat kebutuhan nyata di depan matanya.
Ayat 3
Musa kemudian memperluas prinsipnya.
Bukan cuma lembu atau domba.
Keledai? Yup prinsipnya sama.
Pakaian? Prinsipnya sama juga.
Barang apa pun yang hilang? Sama.
Lalu Musa mengulang kalimat yang sangat penting:
“Tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu.”
Guys, mungkin justru inilah masalah kita.
Kadang kita sebenarnya tahu.
Kita tahu teman kita sedang struggling.
Kita tahu rekan kerja sedang kewalahan.
Kita tahu seseorang membutuhkan pertolongan.
Kita tahu ada sesuatu yang sebenarnya bisa kita lakukan.
Tetapi kita memilih tidak mau tahu karena kalau kita tahu, kita merasa harus melakukan sesuatu.
Firman Tuhan hari ini seperti mengguncang bahu kita dan berkata:
“Jangan pura-pura tidak melihat.”
Ayat 4
Musa kemudian memberikan contoh yang lebih konkret.
Kalau seseorang melihat keledai atau lembu milik saudaranya rebah di jalan, ia tidak boleh meninggalkannya begitu saja.
Bayangin guys...
Seekor keledai membawa muatan berat, lalu jatuh di tengah perjalanan. Pemiliknya mencoba mengangkatnya sendirian tetapi tidak sanggup.
Lalu kita lewat. Kita melihat. Kita tahu dia kesulitan. Tetapi kemudian kita jalan terus.
Tuhan berkata:
Jangan.
Saat melihat pemandangan seperti itu berhentilah, dekatilah orang tersebut, bantulah dia.
Menariknya, Musa berkata bahwa ia harus menolong membangunkannya “bersama-sama dengan saudaramu itu.”
Ada semangat persaudaraan dan gotong royong di sini.
Allah sedang membentuk Israel menjadi sebuah komunitas di mana seseorang tidak dibiarkan menanggung bebannya sendirian.
Umat Allah seharusnya menjadi komunitas yang saling menolong.
Dan guys, prinsip ini kemudian bergema sangat indah dalam Perjanjian Baru:
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
(Galatia 6:2)
Wow.
Ternyata spiritualitas Kristen bukan cuma soal seberapa rajin kita berdoa, seberapa banyak ayat Alkitab yang kita hafal, atau seberapa sering kita datang beribadah.
Salah satu tanda kehidupan yang sedang dibentuk oleh Kristus adalah:
kita mulai peka terhadap beban orang lain.
Dan bukankah itu juga yang dilakukan Yesus kepada kita?
Ketika manusia jatuh dalam dosa, Yesus tidak “pura-pura tidak tahu.”
Beliau melihat.
Beliau peduli.
Beliau datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.
Beliau mendekat kepada manusia yang tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
Kristus bahkan memikul beban yang tidak sanggup kita pikul: dosa kita.
Di kayu salib, Beliau menanggung hukuman kita dan membuka jalan pemulihan bagi kita.
Karena itu, kita menolong bukan supaya Allah mengasihi kita.
Kita menolong karena di dalam Kristus, kita sudah terlebih dahulu ditolong oleh Allah.
Orang yang sadar betapa besar pertolongan Kristus baginya akan belajar membuka mata terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan di sekitarnya.
Refleksikanlah
1. Right Thinking — Head
Allah adalah Pribadi yang peduli terhadap kehidupan sehari-hari umat-Nya.
Bagi Tuhan Allah, kasih kepada sesama bukan konsep abstrak. Tuhan Allah memperhatikan bagaimana umat-Nya memperlakukan tetangga, menjaga milik orang lain, dan merespons seseorang yang sedang mengalami kesulitan.
Allah ingin umat-Nya menjadi komunitas yang saling menjaga, bukan komunitas yang hidup hanya untuk dirinya sendiri.
2. Right Feeling — Heart
Mintalah Tuhan memberikan kepada kita hati yang peka.
Hati yang tidak mudah berkata:
“Bukan urusan gue.”
“Bukan masalah gue.”
“Pasti ada orang lain yang akan membantu.”
Tetapi hati yang bertanya:
“Tuhan, apa yang dapat kulakukan untuk menolong?”
Kiranya kasih Kristus membuat kita tidak sanggup lagi hidup dengan mata yang melihat tetapi hati yang pura-pura tidak tahu.
3. Right Acting — Hand
Guys, lihat sekelilingmu hari ini.
Mungkin ada rekan kerja yang sedang kewalahan.
Ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.
Ada teman yang membutuhkan seseorang untuk mendengarkan.
Ada orang yang menjatuhkan barang.
Ada tetangga yang sedang kesulitan.
Ada seseorang yang bebannya terlalu berat untuk dipikul sendirian.
Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah mereka.
Tetapi kita bisa melakukan apa yang kita mampu.
Berhenti sebentar.
Dekati.
Dengarkan.
Angkat bersama.
Bantu semampumu.
Karena kasih Tuhan dirasakan seseorang melalui pertolongan sederhana dari orang yang memilih tidak pura-pura tidak tahu.
Yuk bisa Yuk!! ^^
© Pertanyaan Reflektif
© Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang melihat dan peduli terhadap kehidupan kami.
Ampunilah aku ketika aku melihat kebutuhan orang lain tetapi memilih untuk pura-pura tidak tahu karena aku tidak ingin direpotkan.
Berikan kepadaku mata yang peka untuk melihat, hati yang penuh belas kasih untuk peduli, dan tangan yang bersedia menolong.
Ajarku untuk tidak hanya memikirkan diriku sendiri, tetapi bersedia hadir dan memberikan bantuan semampuku kepada mereka yang sedang membawa beban.
Terima kasih karena ketika aku jatuh dan tidak mampu menyelamatkan diriku sendiri, Kristus tidak meninggalkanku. Dikau datang, menolongku, dan memikul dosa serta bebanku di kayu salib.
Biarlah kasih Kristus yang telah kuterima mengalir melalui hidupku kepada sesamaku.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment