Ulangan 23: 17-18

 

©     Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya

©     Bacaan Alkitab:  Ulangan 23: 17-18

Menentang persundalan di tempat kudus

17, "Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti.  

18, Janganlah kaubawa upah sundal atau uang semburit ke dalam rumah TUHAN, Allahmu, untuk menepati salah satu nazar, sebab keduanya itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

 

"Renungkanlah”

 

Hello Guys, sekilas perikop ini mungkin bikin kita bertanya-tanya ya.

Emangnya prostitusi ada hubungannya dengan ibadah? Kok sampai upahnya pun gak boleh dipersembahkan kepada Tuhan?

Supaya tidak salah memahami bagian ini, kita perlu melihat kehidupan bangsa-bangsa di sekitar Israel pada zaman itu.

Di tengah berbagai praktik keagamaan bangsa Kanaan, seksualitas dapat dikaitkan dengan penyembahan dewa-dewa kesuburan.  Karena itu, ketika Israel masuk ke Tanah Perjanjian, mereka bisa tergoda mengadopsi praktik-praktik bangsa di sekitar mereka ke dalam penyembahan kepada YHWH ALLAH mereka.

Tetapi Tuhan ALLAH YHWH menetapkan standar yang berbeda bagi umat-Nya.

Yuk kita masuk ke ayat demi ayat.

Ayat 17, Musa melarang laki-laki maupun perempuan Israel menjadi pelacur bakti.

Istilah yang digunakan di sini berkaitan dengan orang yang dipisahkan untuk suatu fungsi keagamaan, tetapi dalam konteks ini berkaitan dengan praktik seksual yang dilarang.

Nah guys, masalahnya bukan sekadar soal seksualitas.  Masalah yang lebih besar adalah mencampurkan penyembahan kepada YHWH dengan praktik keagamaan bangsa-bangsa lain.

Israel tidak boleh berpikir:

“Yang penting kan sama-sama ibadah.”

Atau:

“Kalau praktik ini berhasil di bangsa lain, mungkin bisa kita pakai juga untuk menyembah Tuhan.”

Nope.

Allah sendiri yang menentukan bagaimana umat-Nya datang dan beribadah kepada-Nya.

Karena Allah itu kudus.

Penyembahan kepada YHWH tidak boleh dicampurkan dengan praktik yang bertentangan dengan karakter-Nya.

Terlebih lagi, ibadah kepada Allah seharusnya membawa manusia kepada kehidupan yang mengasihi dan menghormati sesama, bukan menggunakan atau mengeksploitasi tubuh orang lain untuk kepentingan keagamaan maupun kepuasan diri.

Ayat 18, kemudian Musa berbicara mengenai uang yang diperoleh dari prostitusi.

Uang tersebut tidak boleh dibawa ke rumah TUHAN untuk membayar nazar.

Lho, kenapa?

Kan uangnya bisa dipakai buat hal yang baik?

Nah, justru di sinilah prinsip pentingnya guys.

Tujuan yang baik tidak membuat cara yang salah menjadi benar.

Seseorang tidak bisa berkata:

“Gak apa-apa caranya salah, nanti sebagian hasilnya kan saya persembahkan buat Tuhan.”

Tuhan bukan hanya memperhatikan apa yang kita berikan, tetapi juga bagaimana kita mendapatkannya.

Kita tidak dapat menipu orang lalu memberikan sebagian hasilnya sebagai persembahan.

Kita tidak dapat mengeksploitasi orang lalu merasa semuanya selesai karena kita memberi kepada gereja.

Kita tidak dapat memperoleh sesuatu melalui ketidakadilan lalu menggunakan persembahan untuk membuatnya terlihat rohani.

Karena bagi Tuhan, cara kita memperoleh sesuatu sama pentingnya dengan cara kita menggunakannya.

Guys, ini berarti ibadah tidak dimulai ketika kita memberikan persembahan.

Ibadah sudah dimulai ketika kita bekerja untuk mendapatkannya.

Wow.

Cara kita bekerja adalah bagian dari ibadah.

Cara kita berbisnis adalah bagian dari ibadah.

Cara kita memperlakukan karyawan adalah bagian dari ibadah.

Cara kita memperoleh uang adalah bagian dari ibadah.

Jadi kekudusan tidak hanya berbicara tentang apa yang terjadi hari Minggu di gereja.

Kekudusan menyentuh seluruh kehidupan kita.

Ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, Yesus juga menegur orang-orang yang terlihat sangat religius dari luar tetapi hatinya jauh dari Allah.

Kristus menunjukkan bahwa Allah tidak hanya mencari aktivitas keagamaan, tetapi hati dan kehidupan yang sungguh-sungguh diarahkan kepada-Nya.

Dan kabar baiknya guys, kita tidak menjadi kudus karena berhasil membuat diri kita sempurna.

Kristuslah yang menguduskan kita.

Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menebus kita dari dosa supaya seluruh hidup kita menjadi milik Allah.

Karena itu, pekerjaan kita, uang kita, tubuh kita, relasi kita, dan persembahan kita semuanya dipanggil untuk mencerminkan bahwa kita adalah milik Kristus.

Refleksikanlah

1. Right Thinking (Head)

Allah adalah Allah yang kudus dan tidak dapat dipermainkan dengan aktivitas keagamaan.

Tuhan bukan hanya memperhatikan apa yang kita persembahkan kepada-Nya, tetapi juga bagaimana kita menjalani kehidupan dan memperoleh apa yang kita persembahkan.

2. Right Feeling (Heart)

Mintalah Tuhan memberikan hati yang sungguh-sungguh ingin menghormati-Nya.

Bukan hati yang berpikir:

“Yang penting saya memberikan persembahan.”

Tetapi hati yang berkata:

“Tuhan, biarlah seluruh hidupku menjadi persembahan bagi-Mu.”

3. Right Acting (Hand – Tindakan Benar)

Guys, yuk periksa cara kita bekerja dan mendapatkan uang.

Apakah kita bekerja dengan jujur?

Apakah kita memperlakukan orang lain dengan adil?

Apakah kita membayar orang sesuai haknya?

Apakah ada kebohongan atau manipulasi yang kita anggap biasa demi mendapatkan keuntungan?

Lalu ketika kita memberikan persembahan kepada Tuhan, berikanlah dengan hati yang bersyukur dari apa yang kita peroleh dengan cara yang benar.

Jangan hanya persembahkan uang kita kepada Tuhan. Persembahkan juga cara kita mendapatkannya.

Karena pekerjaan, keuangan, tubuh, relasi, dan seluruh kehidupan kita adalah bagian dari ibadah kepada-Nya.

Yuk bisa yuk^^

©     Pertanyaan Reflektif

• Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah melalui Ulangan 23:17–18?

• Apakah cara kamu bekerja dan memperoleh uang sudah mencerminkan imanmu kepada Tuhan?

• Adakah kebiasaan dalam pekerjaan atau keuangan yang perlu kamu ubah supaya semakin sesuai dengan kebenaran Tuhan?

• Bagaimana kamu dapat menjadikan pekerjaan, uang, dan seluruh hidupmu sebagai persembahan yang berkenan kepada Tuhan?

©     Berdoalah sesuai Firman

Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang kudus.

Ajarku untuk menghormati-Mu bukan hanya melalui persembahanku, tetapi melalui seluruh kehidupanku.

Tolong aku bekerja dengan jujur, memperlakukan orang lain dengan adil, dan menggunakan setiap berkat yang Dikau percayakan kepadaku dengan benar.

Terima kasih karena melalui Kristus, Dikau telah menebus dan menguduskan hidupku. Biarlah tubuhku, pekerjaanku, keuanganku, dan seluruh keberadaanku menjadi persembahan yang memuliakan nama-Mu.

Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa.

Amin.

Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri #TuhanYesusBesertamu  *RL-SDG*

Comments