- Get link
- X
- Other Apps
© Berdoalah mohon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan Firman-Nya
©
Bacaan Alkitab: Ulangan 23: 9-14
Ketahiran perkemahan
9, "Apabila
engkau maju dengan tentaramu melawan musuhmu, maka haruslah engkau menjaga diri
terhadap segala yang jahat.
10, Apabila ada
di antaramu seorang laki-laki yang tidak tahir disebabkan oleh sesuatu yang
terjadi atasnya pada malam hari, maka haruslah ia pergi ke luar perkemahan,
janganlah ia masuk ke dalam perkemahan.
11, Kemudian
menjelang senja haruslah ia mandi dengan air, dan pada waktu
matahari terbenam, ia boleh masuk kembali ke dalam perkemahan.
12, Di luar
perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada
hajat.
13, Di antara
perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada
hajat, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni
kotoranmu.
14, Sebab
TUHAN, Allahmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu untuk
melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah
perkemahanmu itu kudus, supaya jangan Ia melihat sesuatu
yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu."
"Renungkanlah”
Hello Guys, sekilas perikop ini agak unik ya. Bayangin, bangsa Israel mau pergi berperang, tapi Tuhan malah mengatur tentang cairan tubuh, tentang mandi, sampai cara buang air besar. Kayak, emangnya hal-hal begitu ada hubungannya dengan Tuhan?
Well guys, justru itu yang menarik.
Konteksnya adalah Israel sedang mempersiapkan diri sebagai tentara untuk menghadapi musuh. Tetapi bagi Israel, peperangan bukan hanya persoalan kekuatan militer. Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Karena itu, perkemahan mereka harus mencerminkan kekudusan Allah.
Yuk kita masuk ke ayat demi ayat.
Ayat 9, Musa memulai dengan berkata, “Apabila engkau maju dengan tentaramu melawan musuhmu, maka haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat.”
Guys, mereka mungkin sedang menghadapi musuh di luar perkemahan, tetapi Tuhan mengingatkan mereka untuk tetap menjaga kehidupan di dalam perkemahan.
Karena kemenangan Israel tidak hanya bergantung pada kemampuan mereka berperang. Mereka adalah umat milik Allah dan Tuhan sendiri berjalan bersama mereka.
Jadi bahkan ketika situasi sedang genting, kekudusan tetap penting.
Ayat 10–11, Musa memberikan contoh seorang laki-laki yang menjadi tidak tahir karena sesuatu yang terjadi pada malam hari. Ia harus keluar dari perkemahan, membersihkan dirinya dengan air, dan baru boleh kembali setelah matahari terbenam.
Nah guys, penting untuk memahami bahwa kondisi ini tidak otomatis berarti orang tersebut melakukan dosa secara sengaja.
Dalam hukum Israel ada perbedaan antara dosa moral dan ketidaktahiran ritual.
Tetapi karena Allah yang kudus hadir di tengah umat-Nya, bahkan ketidaktahiran ritual harus ditangani sesuai dengan ketetapan yang Tuhan berikan.
Kabar baiknya, Tuhan juga memberikan jalan untuk kembali yakni dengan ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan yaitu dengan cara mandi, menunggu sampai waktu yang ditentukan. Lalu ia boleh kembali ke perkemahan.
Jadi Tuhan bukan hanya berkata, “Kamu tidak tahir.”
Tuhan juga menunjukkan, “Begini caranya kamu kembali.”
Ayat 12–13, Tuhan mengatur tempat buang hajat. Wkwk.
Orang Israel harus menyediakan tempat di luar perkemahan. Mereka bahkan diperintahkan membawa sekop kecil. Setelah buang hajat, mereka harus menggali lubang dan menimbuni kotorannya.
Simple banget. Tetapi ternyata ini masuk dalam Firman Tuhan.
Karena kekudusan tidak terpisah dari kebersihan, keteraturan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Tuhan peduli bukan hanya dengan apa yang terjadi di tempat ibadah.
Tuhan juga peduli bagaimana umat-Nya menjalani kehidupan sehari-hari.
Bahkan urusan sanitasi pun tidak terlalu sepele bagi Tuhan.
Ayat 14, akhirnya kita menemukan alasan utama dari seluruh peraturan ini:
“Sebab TUHAN, Allahmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu....”
Nah, ini kuncinya guys.
Tuhan hadir di tengah-tengah mereka.
Tuhanlah yang menyelamatkan.
Tuhanlah yang menyerahkan musuh kepada mereka.
Karena Allah yang kudus hadir di tengah umat-Nya, maka perkemahan mereka juga harus kudus.
Jadi alasan utama mereka menjaga kekudusan adalah Karena Tuhan ada di tengah-tengah umat-Nya.
Wow.
Ini mengubah cara kita melihat kekudusan.
Kekudusan bukan sekadar daftar panjang tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Kekudusan adalah respons kita terhadap kehadiran Allah.
Dan ketika kita membaca bagian ini dalam terang Perjanjian Baru, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih indah.
Di dalam Yesus Kristus, Allah datang dan diam di tengah-tengah manusia.
Bahkan Kristus melakukan sesuatu yang luar biasa: Ia mendekati orang-orang yang dianggap najis. Ia menyentuh orang sakit, menerima orang berdosa, dan membawa pemulihan kepada mereka.
Pada akhirnya, Yesus sendiri menanggung dosa dan kenajisan kita di kayu salib supaya kita dapat dibersihkan dan dibawa kembali kepada Allah.
Karena itu guys, kita menjaga kekudusan bukan supaya Tuhan mau mengasihi kita.
Kita menjaga kekudusan karena di dalam Kristus kita sudah dikasihi, dibersihkan, dan menjadi milik-Nya..
Refleksikanlah
1. Right Thinking (Head)
Allah adalah Allah yang kudus dan hadir di tengah umat-Nya.
Karena itu, kekudusan bukan hanya urusan ibadah atau pelayanan. Seluruh kehidupan kita—cara berpikir, berbicara, bekerja, memperlakukan tubuh, dan menjalani kehidupan sehari-hari—ada di hadapan Tuhan.
2. Right Feeling (Heart)
Mintalah Tuhan memberikan hati yang mengasihi kekudusan.
Bukan hidup kudus karena takut ketahuan atau sekadar mengikuti aturan, tetapi karena kita sadar:
Tuhan mengasihi kita dan kita hidup di hadapan-Nya.
3. Right Acting (Hand – Tindakan Benar)
Guys, menjaga kekudusan itu dekat banget dengan kehidupan kita.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi, jagalah cara kita berpikir, berbicara, melihat, bekerja, dan bertindak supaya semakin sesuai dengan kehendak Tuhan.
Termasuk ketika kita melayani.
Kalau kita sudah berkomitmen melayani Tuhan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.
Kalau kita bisa memberikan yang terbaik untuk pekerjaan, kuliah, dan berbagai tanggung jawab kita, belajarlah juga memberikan yang terbaik kepada Tuhan yang memberikan hikmat, kemampuan, waktu, dan kesehatan kepada kita.
Bukan supaya kita mendapatkan kasih Tuhan, tetapi karena kita sudah terlebih dahulu dikasihi-Nya.
Yuk bisa yuk^^
©
Pertanyaan Reflektif
• Apa yang kamu pelajari tentang karakter Allah melalui Ulangan 23:9–14?
• Adakah bagian kehidupanmu yang masih kamu pisahkan antara “urusan Tuhan” dan “urusan sehari-hari”?
• Dalam pikiran, perkataan, pekerjaan, relasi, dan pelayananmu, bagian mana yang perlu semakin kamu jaga kekudusannya?
©
Berdoalah sesuai Firman
Tuhan, terima kasih karena Dikau adalah Allah yang kudus dan berkenan hadir di tengah umat-Mu.
Terima kasih karena melalui Kristus, aku telah dibersihkan dan dibawa kembali kepada-Mu.
Tolong aku untuk menjaga kekudusan dalam seluruh kehidupanku—dalam pikiran, perkataan, tindakan, pekerjaan, relasi, dan pelayananku.
Ajarku melakukan setiap tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, bukan untuk mendapatkan kasih-Mu, tetapi karena aku telah terlebih dahulu dikasihi dan ditebus oleh Kristus.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa.
Amin.
Tetap semangat guys, Tuhan Yesus beserta kita,#kamugaksendiri
#TuhanYesusBesertamu *RL-SDG*
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment